The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Percival



" Loh Avion " ucap tuan Merlin


" Sudah kuduga suara itu datangnya dari kamu , ada urusan apa kamu disini " tanya Arthur


"Ada tuan Merlin juga disini ya" kata Avion " Saya disini untuk sementara bermalam disini "


" Ya silahkan saja namun kalian harus tidur di loteng karena tuan Merlin juga kebetulan tidur disini, kuharap kalian tidak keberatan" jawabnya


" Ndak pak kami tidak keberatan dengan tidur di loteng" sanggah Avion


" Sudah bergabung lah bersama kami duduklah disini, kalian pasti lelah " ujar Merlin menawarkan mereka untuk duduk bersama mereka


" Ngomong-ngomong kalian berdua tadi sedang membicarakan tentang apa" tanya Agro


" Sebelum aku menjawab pertanyaan mu ,aku ingin menanyakan dahulu siapa namamu " tanya Arthur


" Iya saya lupa memperkenalkan diri, nama saya Agro dan dia...." jawab Agro " Dan nama saya Wonder si paling hebat diantara mereka berdua hahaha " sahut Wonder dengan bercanda


" Begitu ya " jawabnya dengan tersenyum lebar " Kami tadi sedang membicarakan tentang pohon Percival yang sekarang telah melemah"


" Iya kita juga mendengarnya dari para penjaga istana, dan hal itu menyebabkan kerusakan pada pelindung kerajaan karena para Monster dengan mudah merusak nya " jelas Avion " Kami juga bertemu sekawanan Monster ditengah perjalanan beruntungnya kami bisa meloloskan diri tanpa bertarung dengan mereka "


" Nah itu kita sedang memikirkan tentang caranya bagaimana menyembuhkan pohon Percival itu jika tidak dilakukan segera para pengikut setia Dormin bisa saja mencuri batu orbnica dan membangkitkan nya jikalau itu terjadi tamatlah riwayat kita " jawab Arthur


" Haaaa apa... Dormin, monster menggerikan itu" sahut Wonder terkejut dengan panik


" Lalu bagaimana cara kita menyelamatkan pohon Percival "


" Ada satu cara yaitu dengan merebut kain Wol emas yang dijaga oleh colossus Gaius "


" Baiklah kita yang akan mengambil kain Wal itu demi kebaikan umat manusia " kata Avion menawarkan diri nya dan teman-temannya


" Hey yang benar saja kamu Wonder, kita bahkan tak mempunyai persenjataan yang lengkap " sahut Wonder bergidik


" Untuk perlengkapan ada banyak senjata peninggalan peperangan di gudang ku " celetuk Arthur


" Sebenarnya tuan ini siapa kok bisa mengetahui itu semua dan lagi engkau bilang mempunyai senjata bekas peperangan " tanya Wonder yang menyadari akan keanehan yang terjadi


" Sudah jangan penasaran dia adalah salah seorang Ksatria dari lima Ksatria legendaris , Arthur " sahut Avion memecahkan suasana


" Ha.... Apa... kenapa kau tidak bilang dari tadi" teriak Wonder terkejut


" Apa bedanya aku memberitahu mu sekarang dan tadi"


" Ya jelas beda , jika kau memberitahu kita dari tadi kita bisa memperlakukan nya dengan sopan " jawab Wonder


" Ya kita pasti ikut kita kan bagai bulan matahari dan bumi yang tak pernah terpisahkan " sahut Wonder mengiyakan


" Drama lagi drama lagi" ujar Agro sambil menyangga kepalanya dengan kedua tangannya " Ini merepotkan .. tapi bagaimana lagi... kalian bersi keras ,aku akan ikut"


" Nah gitu dong, kalo begini kan bisa lengkap" ujar Wonder memeluk mereka berdua dengan paksa


" Jadi kalian semua ikut ya , jika begitu kalian akan aku latih bersama dengan Merlin agar kalian siap" jelas Arthur


" Ya karena jika kalian pergi sekarang dengan kondisi seperti ini kalian akan menjadi makanan Gaius" tanggap Merlin mengiyakan


" Sekarang kalian pergilah tidur agar keesokan harinya bisa latihan secara efektif "


" Yes akhirnya tidur juga mataku sudah lelah sedari tadi" ujar Wonder bersorak-sorai


" Kalian berdua tidurlah dahulu nanti aku menyusul" tolak Avion


Mereka berdua pun segera menuju loteng untuk beranjak tidur


" Tuan Merlin aku ingin menanyakan sesuatu padamu, tentang mereka berdua apakah aku harus memberitahukannya bahwa mereka adalah seorang penerus sang bintang dan penjaga kegelapan dan atau lebih baik aku merahasiakannya saja"


" Lebih baik kau jangan memberitahukan kepada mereka ini bukan waktu yang tepat kurasa jika kau melakukan mereka akan tidak percaya padamu " sanggah Merlin


" Tunggu dulu apa yang telah aku lewatkan sebelumnya bagaimana kau bisa tahu mereka berdua yang dimaksud buku itu " tanya Arthur


" Mereka memiliki ciri khas yang dimilikinya sama persis dengan ada yang dibuku " jawab Merlin


" Begitu rupanya " kata Arthur " Kurasa mereka akan meninggal diwaktu mereka masih muda , seperti para pendahulunya, bukankah seperti itu Merlin "


" Kau...tidak memberitahukan ku tentang hal itu Tuan" gumam Avion seketika sebesar cahaya biru menyelimuti nya


" Ya sepertinya percobaan kita sudah berhasil " seru Merlin


" Percobaan apa " celetuk Avion


" Kami ingin membangkitkan kekuatan yang telah terpendam jauh di dalam dirimu " kata Arthur memalingkan wajahnya


" Bagaimana kalian bisa mengetahuinya , aku saja tidak tahu akan hal itu " tukas Avion dengan mata melebar


" Aku sudah memperhatikanmu selama dua bulan ini lewat Artemis panah pemberian Arthur, tingkah laku Artemis menunjukkan hal-hal aneh seperti panah nya yang sering memancarkan percikan cahaya biru padahal warna asli dari panah Artemis adalah ungu "


jelas Merlin memegang Artemis " Aku juga baru menyadari bahwa batu yang selama ini kau simpan adalah kepingan dari batu Zamrud Agamos ( Time stone) dan batu itu seakan-akan menerima mu menjadi tuannya ini sangat aneh bahkan Percival membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menguasai nya iya kan Arthur "


" Iya betul, kau istimewa nak" sahut Arthur menunjuknya dengan tersenyum tersenyum" Jika sudah selesai pertanyaan mu segera pergilah tidur "