
" Dahulu kala kami adalah seorang teman seperguruan yang sangat akrab sampai-sampai bisa dibilang seperti saudara kandung sendiri kita tumbuh bersama di tempat latihan kami banyak membantu orang lain dan tiba-tiba kegelapan muncul menyerang kami saat itu kami diperintah oleh guru kami untuk menyelamatkan diri dan pergi kepuncak nebula agar kami bisa menjadi pejuang cahaya kami pun dengan segera melarikan diri dari planet kami dan pergi ke puncak Nebula , perjalanan kita selalu saja diikuti oleh berbagai rintangan yang menghalangi dan dikarenakan sifat naif nya Alexander ia seringkali membantu orang lain dan hanya menambah beban kita Akhirnya kita tibalah di sebuah gunung yang menjulang tinggi sekali kami pun mendaki gunung itu dengan medan-medan yang sangat susah sekali dan seringkali kita hampir terjatuh terperosok ke jurang yang sangat curang, namun hal-hal itu tidak mematahkan semangat kami membalaskan dendam akan makhluk kegelapan itu akhirnya kita berada di puncak Nebula pada saat itu aku melihat sebuah pedang cahaya yang melayang di udara dengan cahaya berwarna biru keputihan di sekeliling nya aku pun mencoba untuk mengambil nya namun pedang itu menolak untuk ku pegang dan aku segera terpental darinya dan pada saat Alexander mencoba mengambil pedang itu aku sangat tidak mempercayainya karena ia mengambil nya dengan sangat mudah seketika itu Alexander berubah menjadi seorang pejuang cahaya saat itu rasa iri hati bergejolak didalam hatiku namun aku mengingat akan semua yang telah kita lalui bersama, dan mengubur rasa itu dalam-dalam pada suatu petualangan menyelamatkan sebuah planet yang sedang dilanda wabah aku jatuh cinta pada seseorang namun ia harus terbunuh karena suatu peperangan akibat mempertahankan sebuah pohon yang sangat besar ( Pohon Erd )
sejak saat itu kegelapan menyelimuti tubuhku dan mengubah ku menjadi pejuang kegelapan, aku yang merasa kesal langsung menebas pohon sialan itu dan menghentikan pertempuran, karena tindakan yang telah kuperbuat aku dicap sebagai ancaman dan harus diusir dari dari sana sejak saat itu hubunganku dengan Alexander terputus dan aku selalu menghalangi langkahnya namun pada suatu waktu sebuah monster menyerang planet ini aku yang kebetulan sedang berada di dekat sana langsung menuju ke tempat itu , aku melihat Alex kewalahan berjuang melawan monster itu sendirian karena kebencian yang ada dalam hatiku aku tidak peduli terhadapnya lagi namun waktu itu aku masih memiliki hati nurani dan menyelamatkan kekasihnya alex karena aku tahu bagaimana kehilangan orang yang dicintai setelah menyelamatkannya aku segera pergi dari sana dan kembali lagi setelah 500 tahun lamanya namun aku tidak menemukan Alex dan tidak pernah mendengar kabarnya lagi " jelasnya panjang lebar " Dan karena itu aku menyesali perbuatan yang telah ku perbuat karena telah bertindak berdasarkan kebencian ,dan kurasa aku sudah selesai sampai disini saja "
" Wahai anak muda aku punya permintaan padamu " ujar nya
" Apa itu " tanya Avion
"tolong bunuh lah aku dengan pedang yang kau pegang itu agar aku bisa tenang " jawabnya seketika
" Sudahlah aku hanya bercanda padamu lagipula aku sudah tiada " ucapnya " Jika kau membutuhkan sesuatu dari ku, bawalah pedang itu mengenai sinar bulan maka aku akan segera datang , karena sisa kekuatan ada di dalamnya "
" Ya baiklah " celetuk Avion lega dengan sedikit kesal
Seketika orang itu menghilang seiring dengan tenggelamnya matahari dan Avion menyarungkan pedang nya kembali dan segera pulang
" Ayo cepat aku harus pulang mereka pasti menunggu ku