
Sesampainya di sana mereka menemukan seorang yang sedang di serang oleh bayangan hitam yang ada di hadapan nya " Habislah kita, itu kan bayangan hitam yang diceritakan oleh Bapak tadi " ucap Agro khawatir dan panik
" Sudahlah jangan panik dan tetap lah tenang, jangan sampai ia memperhatikan kita" ucapnya dengan menarik anak panah nya seperti biasanya percikan api biru muncul di sekeliling busur panah itu dengan cepat sebuah anak panah melesat dengan cepat " Splashhh " Hahh kena kau " bayangan itu pun langsung terjatuh di tanah
" Rasakan itu makhluk sialan" ucap Agro melihat anak panah itu mengalahkan bayangan hitam dengan sekali tembakan
Mereka pun menghampiri korban itu yang ternyata seorang anak anak
" Apa kau tidak apa-apa " tanya Avion melihat anak itu yang sedang ketakutan dan tidak bisa menjawab sepatah kata pun.
Avion pun kebingungan dan sontak melihat Agro
" Agro sekarang bagaimana dia membisu seribu bahasa"
" Kurasa ia masih ketakutan akan bayangan itu tadi" jawab Agro yang melihat keringat dingin yang bercucuran di sekitar wajah anak itu
Tiba-tiba anak itu menunjuk sesuatu
" Ada apa nak bicaralah " bentak Avion
" Ituuu" jawab nya dengan suara yang parau seakan tenggorokan nya telah terpotong
" Apa, ada apa dibelakang ku "
" Avion lihat...bayangan itu..." gumam Agro panik
" Apa......" ucap Avion yang memegang busur panah " bagaimana dia bisa bangkit" melihat itu mereka panik dan ketakutan karena bayangan itu bangkit dan tahan terhadap anak panah yang tertancap di tubuhnya
" Ini masih permulaan anak muda ,kau akan menjalani perjalanan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya " ucap bayangan itu yang sedikit demi sedikit menghilang bagai kabut dan hanya meninggalkan sebuah misteri. Melihat itu mereka seakan membisu seribu bahasa dan menunjukkan wajah yang pucat
" Apa...itu tadi " ucap Agro yang kembali mendapatkan suaranya kembali
" Aku juga tidak mengetahuinya," jawab Avion "Hampir saja kita terbunuh , tapi petualangan apa yang makhluk itu maksudkan , akankah kita akan segera mendapatkan masalah dalam waktu dekat"
" Iya mungkin saja, " celetuk Agro
" Tapi sesulit apapun semenyakitkan kita pasti bisa mengalahkan kan nya dan aku sangat yakin akan hal itu" ujar nya dengan penuh keyakinan dan mata yang berbinar-binar
" Lalu bagaimana dengan anak itu" ucap Agro melirik anak itu
" Ya bagaimana lagi kita harus mengantarnya kembali ke rumah nya" jawab Avion
" Nak tolong bicara lah kita bukan orang jahat " bujuk Avion berusaha agar anak itu berbicara " Ada dimana rumahmu "
" rumahku ada di ujung sana " kata anak kecil itu dengan menunjukkan rumah yang dimaksudkan " Ooo jadi ada di sana ya, Ayo kakak antar kamu kembali ke rumah"
Mereka akhirnya berhasil mengetuk pintu rumah anak itu " Tok tok tok" "Assalamu'alaikum"
" Walaikumsalam ya sebentar " munculah seorang pria jangkung dari pintu " Ya ada apa gerangan kemari "
" Ini pak kami menemukan anak Bapak di jalan tadi sedang diserang oleh bayangan misterius kebetulan kami lewat dan menyelamatkan anak bapak ini dia pak" jelas Avion
" Terimakasih banyak anak muda " Ucap seorang ayah itu dengan menangis memeluk buah hatinya
" Bagaimana aku bisa membalas ini semua "
" Sudahlah ini memang tugas kita " sahut Avion " Menolong sesama adalah kewajiban kita"
" Baik Pak kita mau pulang dulu " kata Agro sambil meninggalkan keluarga itu
" Terimakasih pak " " Tapi kita tidak menginginkan ini " tolak Avion
" Lalu apa yang kalian inginkan " tawarnya
" Kita hanya inginkan doa agar diberi keselamatan untuk perjalanan kami pak"
" Baiklah anak muda jika itu mau mu aku akan berdoa agar engkau diberi keselamatan oleh yang Kuasa"
" Baik pak kita pergi dulu"
Mereka pun segera kembali ke penginapan untuk beristirahat
Sesampainya mereka di sana mereka disambut oleh pemilik penginapan dengan wajah merah padam
" Sudah saya katakan kalian tidak boleh keluar saat malam " bentak pemilik penginapan
" Itu pak tadi sewaktu kita sedang tidur kami mendengar suara teriakan minta tolong , kami pun terjaga dari tidur kami dan segera melihat apa yang terjadi pada waktu itu nampak sesosok bayangan misterius sedang menyerang anak kecil dengan melihat itu aku pun tak tahan menunggu lagi aku langsung menyelamatkan anak itu dari bayangan hitam itu dengan panah ku " jelas Avion
" Jadi begitu baiklah yang penting kalian selamat dari bayangan hitam itu, namun meskipun kalian selamat engkau berdua tidak boleh melakukan hal senekat ini karena kau tidak tahu kapan keberuntungan meninggalkan mu"
ujar Bapak itu merasa lega dengan menasihati
" Eh....pak ngomong-ngomong ada apa dengan makhluk misterius itu sampai Bapak mengkhawatirkan kami sampai segitunya " tanya Avion yang dari tadi ingin menanyakan pertanyaan ini
" Begini anak muda dahulu makhluk misterius itu adalah Dormin "
" Apa...Dormin bukan kah itu sosok monster yang membunuh para ksatria "
" Iya Dormin si monster penghancur perdamaian dahulu, nah setelah peperangan terakhir Dormin telah tersegel menjadi beberapa bagian namun dikarenakan segel yang tak sempurna menjadikannya lemah dan mudah lapuk dimakan waktu, sudah Puluhan tahun segel itu menyegel makhluk hina itu ,kurasa segel itu mulai terbuka sedikit demi- sedikit . Hal itu memudahkan bagian dari Dormin meloloskan diri dari pulau terlarang yaitu pulau Socorro dan itulah yang akan menjadi cikal bakal makhluk misterius itu " " Apakah kalian tahu mengenai Cyclops, Hydra, Medusa dan lainnya " tanya Bapak itu
" Makhluk apa lagi itu Pak " jawab Avion merasa asing dengan nama-nama yang disebutkan olehnya
" Mereka adalah anak buah Dormin yang sekarang sedang bersembunyi menunggu kebangkitan tuannya Dormin dari tidur panjang "
" Lalu apa hubungannya dengan makhluk misterius itu tadi "
" Jikalau makhluk misterius yang merupakan bagian dari Dormin telah terbebas maknanya para pengikut Dormin juga akan membuat kekacauan untuk menyambut kedatangan Dormin yang tak lama lagi terjaga dari tidur nya" jelas Pemilik penginapan itu
" Jikalau begitu kita harus bertindak dengan segera " Sahut Wonder yang dari tadi ternyata mendengar pembicaraan mereka
" Sejak kapan si tukang tidur ini bangun dari tidurnya perasaan tadi kamu masih mendengkur di atas ranjang mu yang empuk" sindir Agro menyeringai melihat Wonder
" Ya ini semua gara-gara kalian sih tidur ku jadi tidak nyenyak kalian terlalu berisik "
" Sudahlah kalian berdua " kata Avion kesal dengan pertengkaran mereka
" Ya pak benar kata Wonder, Jikalau begini kita harus segera bertindak sebelum Dormin terjaga dari segelnya"
" Aku pun juga tidak bagaimana caranya menghentikan kebangkitan Dormin namun ada sebuah tulisan dari seorang ksatria yang ada di meja bundar di sana dikatakan bahwa kegelapan akan kalah dengan cahaya yang lahir dalam kegelapan seperti itulah isinya namun tidak ada yang mengetahui apa maksud dari perkataan itu"
" Rumit juga " Seru Wonder yang mencoba kelihatan seperti orang jenius
" Sudah sudah jangan dipikirkan, lagi pula ini bukan tugas kalian . Ini adalah tugas dari masing-masing kerajaan untuk menjaga kebangkitan Dormin dan kita juga masih memiliki pohon Percival yang melindungi kerajaan kita dengan perisai sehingga makhluk seperti Dormin tidak bisa menembus nya " ujar Pemilik penginapan itu yang tidak ingin anak muda itu terlibat dalam masalah yang cukup besar ini " Sudah-sudah kalian tidur sana, kalian membutuhkan tenaga untuk perjalanan kalian besok"
Mereka pun segera berbaring di ranjang dan segera tidur disaat Agro dan Wonder tertidur seperti biasa Avion tetap terjaga dan memikirkan tentang tulisan itu