The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Masa lampau hanya menghambat mu



Avion pun kembali ke rumah Arthur dengan membawa sekantung batu dan sebilah pedang


" Itu dia si Avion, darimana saja kamu lama sekali " tanya Wonder


" Sudah jangan bicara saja bantu aku mengangkat ini ,asal kau tahu batu-batu itu sangat berat" celetuk nya


Mereka berdua pun membantu Avion mengangkat kantung itu


" Sekarang ayo kita makan " ajak Wonder setelah selesai membantu nya


" Ya baiklah " jawabnya


" Loh Avion apa itu" tanya Wonder yang menyadari benda yang ada disebelah nya


" Ini hanya sebuah pedang biasa, tidak ada yang istimewa " ujarnya


" Untuk besok kalian akan kami latih sungguhan , siapkan tubuh kalian karena ini akan sangat sulit, " sahut Arthur yang tiba-tiba datang dari belakang


" Sesusah apapun itu pasti terasa sangat mudah bila aku lalui " celetuk Wonder dengan membanggakan diri sendiri


" Kamu sangat percaya diri sekali anak muda, kutunggu ucapan mu itu" jawab Arthur dengan tersenyum


" Tetapi kita juga membutuhkan energi sehebat atau sekuat apapun kita, maka dari kita membutuhkan tidur untuk memulihkan energi" sahut Avion" Segera ini kita pergi tidur saja "


" Iya betul apa yang diucapkan Avion kita harus segera tidur kita tidak boleh meremehkan nya" seru Agro


Mereka berdua pun pergi tidur setelah selesai makan


...----------------...


setelah mereka berdua tertidur hanya Avion yang masih membuka matanya


" Apakah aku akan memanggil orang misterius yang ada dalam mimpiku itu atau....."


Setelah beberapa waktu ia merasa kebingungan dan memandangi pemandangan yang begitu indah di atas dengan bintang-bintang yang bertaburan akan dan sinar bulan purnama menambah ketenangan akhirnya ia mendapatkan jawaban pertanyaan yang ia lontarkan pada dirinya sendiri


" Ya baiklah aku akan menemui nya lagi meskipun ia membuat ku semakin bingung akan perkataannya namun aku juga sangat merindukan alunan lagu dan permainan harmonika nya" ujarnya dengan menggosokkan gelang yang ada di lengannya"Jika begitu aku harus segera tidur"


Setelah beberapa saat kemudian


" Seperti nya aku sudah berada didalam dunia mimpi , " ucapnya


" Ada apa kau disini anak muda " celetuk seseorang


" Dimana kamu ," gumamnya


" Lihatlah keatas" jawab orang misterius itu


" Bagaimana kau bisa sampai ke atas sana " tanyanya yang melihatnya sedang bersantai di atas salah satu bintang


" Ini bukan dunia nyata kita hanya sedang berada dalam mimpimu saja ,kau bisa melakukan apapun yang kau mau cobalah terbang kesini "jawab orang misterius dengan tersenyum lebar


" Bagaimana caranya" ujarnya kebingungan


" Mudah.. bayangkan saja kau mempunyai kekuatan terbang maka kau akan segera melayang" celetuk orang misterius itu


" Iya baiklah jika begitu akan ku coba" ucapnya dengan menutup matanya dan setelah beberapa saat kakinya tidak lagi menyentuh tanah ia pun membuka matanya dan mendapati dirinya sedang melayang


" Iya benar aku bisa melayang" jawabnya


" Sekarang kemari lah" serunya


" Whusss "


" Ini begitu menyenangkan ," celetuknya sambil mengelilingi bintang bintang dengan kegirangan


" Apakah sudah cukup kau bersenang-senang" tanya orang misterius itu dengan menyeringai


" Iya aku sudah puas" jawabnya


" Sekarang mengapa kau menemui ku " tanya orang misterius


" Aku kemari menemui mu ingin menanyakan sesuatu tentang pengembara matahari terbenam dan saingannya"


"Jadi tentangnya ya, pengembara matahari adalah seorang yang cukup baik kurasa, tidak ada yang istimewa dari nya dia hanya seorang pejuang cahaya ," jelasnya


" Bagaimana kau bisa tahu, " tanyanya yang mendapati keanehan karena informasi itu hanya diketahui oleh sahabatnya saja ,sedangkan ia mengetahuinya


" Ya karena...itu sudah bukan rahasia lagi kurasa semua orang mengerti tentang nya, kau akan mengetahuinya dengan berjalan nya waktu " jawabnya " Sudahlah jangan membahas hal yang telah lampau itu hanya menghambat perkembangan mu dan tidak ada gunanya " gumamnya dengan nada yang agak sedikit dinaikkan


" Ya baiklah aku tidak akan memaksamu untuk menjawab pertanyaan tentang masa lalu " jawab Avion yang sadar akan naiknya emosi orang misterius itu " Aku baru ingat...., aku belum mengetahui namamu, beritahu padaku agar memudahkan ku dalam memanggilmu "


" Panggil saja aku Ankaa... " celetuk Ankaa " Tapi kau bisa menganggap ku sebagai guru mu atau bahkan ayahmu"


" Ya baiklah lah.. sekarang ku anggap kau sebagai guruku saja... " jawab Avion dengan tersenyum lebar " Tapi aku masih menginginkan sesuatu darimu "


" Apa.. itu " tanyanya


" Akan ku turuti kau wahai anak mudah" ujarnya dengan mengeluarkan sebuah harmonika dari sakunya


ia pun segera memainkan alat itu dan menyanyikan sebuah lagu penuh makna


" Meski aku seorang diri aku akan selalu melindungi mu


Aku akan selalu ada di sampingmu


Meski seperti apapun sulit nya , seperti apapun menyakitkannya


Aku yakin garis akhir itu dekat


Janganlah menyerah tetap kuat, Lampaui batasanmu


Tak peduli berapa kali kau jatuh, Bangkit lah lagi


Meraih impian yang jauh dialam semesta


Galaksi yang bersinar di langit malam


Bentangkan sayap mimpi yang ada di dada mu


Isilah dirimu dengan cahaya, berdiri bertarung lah dan pertahanankan keadilan


Jalan yang terus berlanjut ke masa depan


Aku akan terus maju bersama mu


" ucapnya dengan nada yang sangat menyentuh hati dan membakar jiwa ,ia pun perlahan-lahan menghilang dengan seberkas cahaya yang berterbangan bagai bulu yang berhamburan


Bersamaan dengan lenyapnya orang misterius itu


Avion pun terbangun dari tidurnya dan disambut oleh Kokokan ayam


" Sekarang sudah selesai ya " ucapnya dengan mata yang berbinar-binar


" Sudahlah sekarang aku harus segera bersiap-siap sambil membangunkan Agro dan Wonder" ujarnya yang berjalan menuju ranjang Agro dan Wonder


" Wond, Gro bangunlah" serunya dengan menepuk bahunya


" Sudah pagi ya " jawab Agro dengan mengusap-usap matanya yang masih mengantuk


" Wond bangunlah" gumam Avion dengan menepuk bahunya tiba-tiba Agro yang merasa kesal karena Wonder tak kunjung bangun dari tidurnya ia langsung mendorong Wonder hingga terjatuh dari ranjangnya


" Brukk..." " Aduhh... punggung ku " rintih Wonder kesakitan


" Sudah jangan berakting ayo cepat mandi sana " perintah Agro


" Ya baiklah tapi lain kali ya jangan seperti ini bangunin nya itu sangat menyebalkan asal kau tahu" sahut Wonder melirik tajam dan langsung meninggalkan Avion dan Agro


" Kau terlalu keras kepadanya Gro " seru Avion


" Sudah biarkanlah lagipula tingkah laku Wonder hanya seperti anak kecil saja , dia harus segera bersiap-siap akan peperangan dan harus segera merubah sikap dan tindakannya menjadi dewasa " tutur Agro dengan nada yang tak menyenangkan


Mereka pun pergi menyusul Wonder dan segera membersihkan dirinya ,


" Apa kalian sudah siap untuk latihan berikutnya" Sahut Arthur yang menunggu mereka didepan


" Ya tentu saja kami sangat siap ,apa kau tidak melihatnya" sindir Wonder dengan menyeringai


" Latihan kali ini adalah latihan individu kalian tidak diperbolehkan bekerja sama namun sebaliknya kalian akan bermusuhan " sahut Merlin dengan nada serius " Kalian akan diberikan sebuah senjata untuk kali ini pergilah ke gudang dan carilah barang yang kalian perlukan di sana"


Mereka pun bergegas menuju gudang dengan tergesa gesa


" Aku akan memilih senjata terbaik" teriak Wonder dengan berlari meninggalkan kedua temannya


" Bukan senjata yang menentukan kemenangan tapi pemegangnya yang menentukan " sahut Agro menyusul Wonder


Setelah beberapa saat mereka pun sampai di gudang bawah tanah tuan Arthur


" Apa-apaan ini " celetuk Wonder yang terkejut dengan mata yang melotot " Disini hanya ada barang rongsokan yang berserakan di mana mana "


" Sudahlah terima saja mungkin ini tantangan nya" sahut Avion menenangkan Wonder


Mereka pun memilih barang rongsokan yang ada di sana dengan terpaksa


" Aku akan menggunakan ini saja" celetuk Wonder yang memegang sebuah tombak yang telah tumpul dan berkarat


" Aku ingin memilih apa untuk ku gunakan , Aku menggunakannya saja " ujar Agro yang memegang sebuah pedang yang sangat tipis namun rapuh


Sedangkan Avion masih kebingungan mencari senjata yang cocok untuk nya


" Ya sudahlah terpaksa hanya tersisa perisai ini saja dengan sebuah belati kecil