The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Orang Misterius



Mereka pun menyaksikan kekuatan dari batu milik Merlin tiba-tiba sebuah asap tebal menyelimuti mereka saat ia membacakan sebuah mantra


" Arise the stone spirits are calling you "


ucapnya dengan kemunculan sebuah tangan tengkorak dari bawah tanah menambah kengerian tempat itu


" Sudah.... cukup..cukup lakukan ini lain kali , tunggu sampai kita meninggalkan kalian " sahut Wonder ketakutan yang seketika menggagalkan Merlin menyelesaikan mantra nya


" Ada apa murid ku apa kau ketakutan hahaha.. " sindir Merlin dengan tertawa melihatnya


" Sudah lah Wond Ayo kita pergi kau membuat malu kami saja " gumam Agro


Mereka pun pergi memasuki gua Dwarf untuk mencari batu-batu yang ada di sana


" Kita cari saja batu yang dapat kita jangkau untuk mempercepat waktu" seru Avion


" Bagaimana kalau kita menggunakan batu yang tadi kita peroleh untuk memecahkan batu-batu lainnya " saran Agro


" Ya ide itu cukup bagus, biarkan aku yang mengambil nya di luar, kalian tunggulah disini" jawab Avion dengan berjalan keluar dari gua


" Itu dia batunya " ujarnya dengan berlari ke arah batu itu dan mengambil nya


" Ini dia Teman-teman " ucap Avion yang tampak seperti keberatan dengan batu itu


Mereka yang melihat itu langsung membantunya


" Jadi Ayo kita mulai rencananya dengan cepat dan segera menyantap Kraken " seru Wonder dengan penuh semangat


Setelah mereka mengumpulkan batu dengan waktu yang cukup lama


" Sudahlah sudah cukup sampai disini saja lagi pula batu yang kita dapatkan sudah cukup banyak " ujar Wonder yang tampan kelelahan dan menderita kelaparan " Ayo kita angkat batu-batu ini keluar gua sebelum matahari tenggelam " perintah Wonder


" Baiklah Wond kami tahu kau sudah lapar sedari tadi, kembalilah sekarang bersama Agro biarkan Aku saja yang mengangkat semua sisa batu-batu ini " jawab Avion


" Lah mana bisa begitu jika kami pulang kau juga harus kembali bersama kami " sahut Wonder


" Sudahlah bukankah kau kelaparan, mungkin tuan Merlin dan Arthur sudah menyiapkan gurita bakar kita dan ini juga tidak berat" celetuk Avion


" Ya baiklah bila kau memaksa, Ayo gro kita kembali " tanggap Wonder dengan mengajak Agro dan berjalan kembali ke rumah Arthur


" Sekarang tinggal aku sendiri lagi sudah Ayo kumpulkan batu nya lagi "


katanya sambil memasukkan batu ke dalam goni


" Hey anak muda mengapa kau disini " ucap seseorang yang ada di belakangnya


" Apa kau tidak melihatnya aku sedang mengumpulkan batu gua ini " jawab Avion " Tunggu sebentar bukankah aku sendirian disini , lalu siapa yang bertanya padaku tadi " ia pun memeriksanya dengan menengok kebelakang namun tak ada seseorang di sana " Tidak ada siapapun disini ini sangat aneh, mungkin aku sedang berhalusinasi akibat kelelahan "


" Tidak nak kau sedang tidak berhalusinasi ini nyata" jawab suara misterius itu terdengar lagi


" Tunjukkan dirimu, jangan jadi pengecut " bentaknya


" Aku akan menunjukkan diriku namun aku ingin agar kau tidak menceritakan nya kepada siapapun "jawab suara misterius itu


Tiba-tiba kabut asap tebal memenuhi gua itu dan terlihat seorang pria berjanggut menujunya


" Siapa kau " tanya Avion


" Lucu... sekali kau anak muda , apakah kau tidak mengenaliku" jawab orang misterius itu


" Sudah, jangan basa-basi aku tidak mengetahui siapa kamu " gumam Avion yang berwajah merah itu namun orang misterius itu tetap bersikap tenang


" Tak perlu marah wahai anak muda aku hanya seorang pandai besi biasa tujuan ku kesini adalah untuk memberitahukan kepada mu bahwa kau telah memasuki Gua milikku dan itu tidak gratis, kau tahu itu bukan? " ujarnya dengan menyeringai lebar


" Lalu dengan apa aku harus membayar nya " tanya Avion


" Tak perlu membayar kau hanya akan bertarung melawanku jika kau menang maka ambillah batu-batu itu dan pedang yang kau pegang lalu jika kau yang kalah maka kau harus mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini bagaimana setuju" jawabnya dengan menawarkan kesepakatan pada Avion


" Baiklah aku terima tantangan mu" celetuk Avion


" Sekarang ambilah ini " ujarnya dengan melemparkan sebilah pedang" Baiklah apa kau sudah siap "


" Ya "


Mereka pun bertarung sangat sengit namun Avion terlihat sedikit terpojok kan oleh nya


" Haduhhh sialan orang ini begitu kuat dan gerakan nya sangat cepat sampai-sampai aku belum melancarkan serangan apapun,jika aku teruskan pertarungan ini maka aku akan kalah, aku harus mempunyai rencana untuk mengalahkan"


ucapnya dalam hati sedangkan Orang itu terus menyerangnya dari segala arah " Ada apa anak muda apa kau kelelahan "


Namun pada saat ia melihat bayangan yang dimiliki nya Avion mendapatkan ide


" Yah matahari, aku bisa menggunakan matahari untuk membuatnya kesulitan melihat namun aku harus bisa membuatnya tak sadar dan tepat didepan matahari " ucapnya dalam hati


" Ini waktu yang tepat " dengan cepat ia langsung mengarahkan pedang nya ke leher orang misterius itu dan menandakan bahwa ia telah memenangkan pertandingan


" Sepertinya aku kalah lagi seperti dahulu ya Alexander " jawab orang misterius menyerah dan teringat akan kenangan nya dahulu


" Alexander siapa itu namaku Avion bukan Alexander " sahut Avion


" Iya aku tahu itu namun kau sangat mirip dengan Alexander sahabatku sekaligus sainganku " ujarnya


" Lalu bagaimana dua orang sahabat bisa menjadi saingan sekaligus " tanya Avion


" Sebenarnya kami bukan dari bumi melainkan dari luar angkasa " katanya


" Ha luar angkasa apa itu, apa yang kau maksudkan apakah itu sebuah nama kerajaanmu " Seru Avion


" Hmm dasar manusia ," sindirnya dengan menyeringai lebar " Sudahlah kau tidak akan mengerti bila aku jelaskan, tapi intinya kami tidak berasal dari tanah yang sekarang kau pijak ya seperti bintang yang kau lihat di langit-langit saat malam hari nah kami berasal dari salah satunya"


" Oo.. jadi begitu banyak aku paham... lalu bagaimana kalian bisa sampai disini bukankan itu sangat jauh... dan bagaimana cerita kalian bisa sampai saingan " ujar Avion dengan pertnyaan beruntun


"Pertanyaan bagus iya memang kita berada sangat jauh dari sini atau kami menyebutnya bumi kami bisa sampai kesini dengan kecepatan tercepat yaitu kecepatan cahaya mungkin itu agak aneh bagimu, sederhananya kami bergerak seperti cepatnya sinar matahari datang kesini , dan untuk pertanyaan bagaimana aku bisa menjadi saingan sahabatku sendiri, bersiaplah untuk mendengarkan karena ini lumayan panjang " ucapnya


" Ya aku akan mendengarkan dengan seksama " jawab Avion