The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Cyclops sialan



Mereka berlatih dengan Arthur dan Merlin selama dua bulan lamanya tiba-tiba di suatu hari


" Kalian semua bangunlah " Teriak Merlin membangun kan sontak langsung membuat mereka menuruni tangga secepat kilat


" Ada apa tuan " tanya Avion


" Ada bahaya di desa Vragen sekawanan Cyclops datang menyerang " ujar Merlin panik " Arthur sudah dahulu pergi kesana dengan busur Artemis "


" Sekarang kalian bersiaplah secepat mungkin ambil masing-masing pedang kalian semua " Gumam Merlin dengan segera mereka langsung mengambil pedangnya masing-masing


" Sekarang ayo naiklah kuda ini" perintah Merlin


Mereka pun dengan secepat angin langsung memacu kudanya menuju desa Vragen


" Semoga saja kita tidak terlambat " harap Merlin mengerutkan kening dengan nada khawatir


" Haduhh gawat , desa itu sudah porak-poranda seperti ini " ujar Avion


Mereka pun mengelilingi desa Vragen untuk mencari seorang yang selamat


" Itu di sana ada seorang yang tertimpa bangunan" ucap Agro dengan menuju ke sana dan diikuti oleh semua teman-temannya kemudian membantunya dengan menyingkirkan benda yang menimpa nya


" Apa kau baik-baik saja tuan " ucap Wonder


" Kau ini masih saja bertanya " gumam Agro


" Aku tidak apa-apa, tapi Ksatria itu sedang dalam bahaya.. " rintih pria itu dengan suara parau


" Dimana dia " tanya Avion


" Di..dia melawan para monster itu sendirian di selatan desa Vragen " ujar pria itu


" Ayo kita segera ke sana" ucap Avion sambil menunggangi kudanya dan memacunya secepat mungkin


" Hey para monster menjijikkan bersiaplah para Ksatria telah datang " Teriak Wonder yang langsung menjadi pusat perhatian para kawanan monster itu " Pergilah kau Avion selamat kan tuan Arthur " perintahnya


" Tapi... "


" Sudahlah aku bisa mengnangani nya bersama Agro dan Merlin " sahut Wonder dan Avion pun langsung bergegas memacu kudanya melesat seperti anak panah


" Baiklah Gro mari kita mulai permainan nya " ujar Wonder dan Agro hanya menanggapi nya dengan menganggukkan kepalanya " Iya baiklah "


Mereka pun langsung bertarung dengan sangat sengit


Avion sempat melihat kebelakang untuk memastikan bahwa teman-temanya baik-baik saja


" tuan Arthur..... " teriak nya dari kejauhan


" Ada santapan lagi sepertinya ha.. ha. ha " ucap Cyclops dengan tertawa menggemakan tempat itu


" Bukan aku yang menjadi santapan tapi kau makhluk sialan yang akan menjadi daging cincang " teriak Avion dengan mengeluarkan pedangnya yang berpendarkan cahaya biru


" Ahhh.... aku takut ksatria itu akan membunuhku ha...ha....ha" sahut Cyclops menggelegar memekakkan telinga dengan tertawa sinis kepadanya ucapan itu membuat wajah Avion menjadi sangat merah dan langsung melancarkan serangan bertubi-tubi kepadanya


" Rasakan ini, Hujaman bintang Phoenix " ucapnya melesat seperti kilat memberikan beberapa tebasan padanya


" Ahhh sepertinya ada yang memijat ku" celetuk Cyclops itu dengan merenggangkan bahunya


" Apa....mengapa bisa seperti ini " ucapnya kebingungan melihat itu Cyclops langsung melancarkan serangan nya kepada Avion


" Sekarang terima ini dasar manusia sampah" gada itu langsung menghantam Avion secepat kilat menimbulkan angin keras menderai pepohonan sangat keras hingga dia terpental jauh dari sana


" Hey makhluk lemah Ayo serang lah aku, jika kau cukup berani " ujar Arthur dengan menembakkan beberapa anak panahnya berlari menuju Cyclops itu melindungi Avion


" Tuan.... " rintihnya dengan suara parau


" Sudah pulihkan dirimu dahulu dan sebisa mungkin berlarilah dari sini " perintah Arthur


" Siapa yang kau panggil lemah... ha, Aku adalah Cyclops terkuat...... " Gumam Cyclops menggema memekakkan telinga. Pepohonan mendesir didorong oleh gelombang kejut tak kasat mata.melemperkan semua benda-benda disekitarnya tiba-tiba ia menjadi sangat besar dan menunjukkan wujud aslinya berusaha menangkapnya


Namun dengan kelincahan nya Arthur menembaki nya seperti hujan badai dan salah satu anak panahnya menembus salah satu matanya " Ahhhhhh" teriak Cyclops itu memekik kesakitan memegangi matanya


" Dasar manusia sialan ,Aku tidak akan bermain-main lagi " Gumam Cyclops itu dengan mengambil gada nya dan mengayunkan nya dengan cepat bahkan tak dapat dilihat mata


" Rasakanlah ,itu balasan akibat macam-macam dengan ku" ucap Cyclops itu setelah salah satu serangan nya mengenai Arthur dan ia terpental jauh mencoba untuk bangkit


" Sekarang siapa yang lemah sialan " giam Cyclops itu menggenggamnya


" Tentu saja kau " sahut Arthur dengan meludahinya


" Tidak menerima kekalahan ya, aku akan meremukkan tulang-tulang mu satu persatu " jawab Cyclops itu dengan meremas nya dengan kuat


" Ughh" rintih Arthur kesakitan


" Ha..ha...ha.." tawanya melihat Arthur menjerit kesakitan selesai meremukkan semua tulang-tulang nya Cyclops itu membuangnya seperti sampah


" Tuan Arthur.... " Teriak Avion yang melihat kejadian itu sambil berlari menuju Arthur yang tidak berdaya


" Nak aku sudah tidak tahan, pergi selamat kan dirimu " rintih Arthur dengan darah yang keluar dari mulut nya


" Tolong tuan bertahan lah " ujar Avion tanpa sadar meneteskan air mata melihat Arthur yang tergeletak tak bernyawa


" Hhhhaaaa" Teriak Avion menggemakan seluruh kerajaan semua yang ada disekitarnya langsung rata dengan tanah dan Cyclops itu juga hampir terseret oleh angin kencang yang dikeluarkan nya " Energi apa ini besar sekali " keluh Cyclops itu sedang berusaha menahan dirinya agar tidak terjadi


" Suara apa itu " ucap Wonder yang mendengar suara itu "apakah mereka berdua baik-baik saja "


tiba-tiba langit hitam datang bersama badai petir


" Kau akan membayar nya makhluk sialan " ucapnya dengan mata yang terbuka lebar dan berpendar cahaya biru disekitarnya


" Dia seperti berubah menjadi orang lain aku harus segera melarikan diri dari sini" ujar Cyclops ketakutan dengan aura di sekitar nya


" Mau melarikan dari mana kau makhluk menjijikkan kau belum membayar semua yang telah kau perbuat " gumam Avion dengan tatapan kosong dan suara bernada parau


" Kau pikir dengan perubahan mu itu bisa.." belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Avion dengan cepat langsung melancarkan beberapa serangan nya yang sangat cepat


" Sinar Bintang menusuk dada " dengan gerakan yang sangat cepat ia memotong tangan nya membakar luka yang terkena sabetan pedang itu


" Ahhhhh" lengkingan monster itu kesakitan memekikkan telinga " Dia seperti mayat hidup matanya hanya berisi hasrat untuk membunuhku saja ,Kekuatan yang ku miliki jauh di bawahnya " ucap Cyclops pucat itu dengan berlari tunggang langgang bercucuran darah belum sempat ia melangkah Avion langsung melancarkan serangan nya


" Bintang pembakar harapan " dengan pedangnya yang mengeluarkan api biru membakar tubuh makhluk itu,


" Kau adalah iblis..... " rintih Cyclops itu


" Ini adalah hukuman dari dosa yang kau perbuat, karena aku adalah seorang Ksatria aku akan mengakhiri mu dengan terhormat


" Tusukan binatang Pegasus " teriak Avion yang langsung memenggal kepala Cyclops itu


" tuan Arthur... " rintih nya dengan menuju ke tubuh Arthur yang tergeletak dengan tertatih-tatih " Brukk" Ia terjatuh dan tak sadarkan diri