The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Perniagaan



Setelah kejadian semalam mereka pun bermain main seperti biasanya " Hey teman aku sudah bosan nih dengan permainan ini" kata Wonder yang menunjukkan wajah cemberut nya


" iya aku juga " kata Avion mengiyakan sedangkan Agro hany menganggukkan kepalanya saja


" Bagaimana kalau kita membuat markas persembunyian kita saja seperti rumah pohon gitu nanti kita bangun di atas pohon yang ada disana gimana lagian kan pohonnya juga cukup besar" kata Wonder dengan menjelaskan penuh semangat


" Ide bagus" jawab Avion dan mengacungkan jempolnya


" kalau kalian setuju aku ikut saja " kata Avion mengikuti temannya berdua yang penuh semangat itu" lagi pula kita juga bisa menaruh Owi disana dia akan suka"


" Baiklah semua sudah setuju ayo kita bagi tugas biar bisa cepat selesai "kata Wonder " Aku mengumpulkan kayu dengan Avion ,Agro kamu ambil Owi dirumah mu sekalian ambil perkakas yang dibutuhkan "


" Hmmm " kata Agro yang langsung menaiki Srenk dengan secepat kilat menuju rumahnya ." Sementara itu ayo kita kumpulkan kayu ,Avion" ujar Wonder Avion pun menuruti perkataan nya itu dan mengikuti nya kehutan. Setelah berhasil mengumpulkan kayu sebanyak-banyaknya ,beberapa saat kemudian mereka pun kembali ke pohon itu dengan membawa alat dan bahan yang mereka butuhkan beserta Owi si burung hantu " baiklah semua sudah disini , Agro kamu dan aku membuat rumah pohon nya dan biar Avion yang membuat kandang buat Owi " Ucap Wonder memerintah temannya lama kelamaan Agro mulai jengkel dengannya tapi Agro memaklumi kelakuannya karena sifatnya yang memang begitu sedari kecil


...****************...


dua jam telah berlalu "Akhirnya Sudah jadi juga ya " kata Agro " iya, kelihatan bagus juga " sahut Avion


" Ya iya dong inikan berkat kerja keras kita semuanya karena pekerjaan yang dilakukan bersama pasti akan lebih mudah " jawab Wonder merasa dengan penuh kebanggaan


hari- hari mereka berikutnya pun dipenuhi oleh canda tawa dan kebahagiaan bersama Owi dan Clover beserta Srenk .Sampai-sampai tak terasa waktu berjalan begitu cepat


10 tahun sudah mereka lalui dengan usia mereka yang menginjak 22 tahun


mereka seperti biasanya selalu datang ketempat mereka bermain dahulu yang kina telah menjadi rumah pohon yang begitu besar itu. Dan pada suatu hari Avion mengetahui bahwa akan ada kelompok pedagang desa yang akan menjual hasil tani dan kebunnya di pusat kota selama enam bulan. Seperti biasanya Avion dan Agro pun datang di rumah pohon yang mereka buat itu


" Dimana dia si Wonder itu belum datang juga ia " tanya Avion yang melihat hanya Agro yang bersamanya


" Ya biasalah dia pasti masih tidur di ranjang nya " jawab Agro dengan muka masamnya itu


" Sebenarnya aku mengajak kalian kesini untuk mengatakan sesuatu kepadamu " Kata Avion mengalihkan pembicaraan


" Kita kan sudah besar dan harus bisa mencari uang sendiri untuk kebutuhan kita, maka dari itu aku ingin mengajak mu melakukan perjalanan perdagangan ke pusat kota " Kata Avion dengan memegang pundaknya


" Boleh saja aku juga sudah bosan disini " celetuk Agro


"Aku juga ikut dong"


Ucap wonder yang dari tadi menguping pembicaraan mereka berdua dari bawah pohon


" Darimana juga datangnya si pelawak ini " Jawab Avion sambil memegang kepalanya


" Iya boleh lah kan kita tiga sahabat yang selalu bersama " ujar Agro memegang pundak kedua temannya setelah itu mereka pun izin kepada orang tua mereka masing-masing agar diberi keberkahan dalam perjalanan mereka


keesokan harinya Agro membicarakan perihal tentang perjalanan nya dengan sahabat nya untuk berniaga bersama rombongan desa nya


" Ibunda aku kan sudah besar dan seharusnya aku bisa hidup mandiri dan kebetulan teman ku Avion mengajak ku berdagang ke pusat kota .Maka dari itu aku perlu izin ibunda berniaga kekota sebalah ya bu doakan aku" Kata Agro dengan lembut dan sopan santun kepada ibunya mengharap ibunya mengizinkannya


" Ya nak doa ibu selalu menemanimu jaga diri baik baik ya"


Ucap ibunya sambil meneteskan air mata dan tersenyum


" sini ibu bantu mengemasi barang barang mu agar perjalananmu bisa berjalan dengan lancar dan ingat jaga nama baik keluarga kita" kata ibu menasehati nya sambil mengemasi barang-barang Agro


" Baik bu Agro akan berpikir dahulu sebelum melakukan apapun " jawab Agro dengan mata seperti berlinang air mata


" tidurlah yang nyenyak besok ibunda bangunkan kamu untuk berangkat waktu fajar nanti"


Agro pun menuruti perintah ibunya dan segera tidur Agro tanpa sengaja ia membasahi bantalnya dengan air mata


keesokan harinya ia pun bangun dan bersiap- siap untuk segera berangkat


" ini nak koin tabungan ibu kamu gunakan sebaik mungkin ya


Agro pun meninggalkan rumahnya dengan tersenyum dan mata berlinang


" Sampai jumpa bu jaga diri baik baik ya bu" Kata Agro sambil melambaikan tangannya


Agro pun bergabung bersama kelompok pedagang itu


di tengah perjalanan ia melihat temannya Avion dan Wonder


" Eh jarang-jarang kamu telat Avion" tanya Agro


" Iya gara dia si tukang tidur itu aku harus bangunkan dia yang lupa kalo sekarang berangkat nya " jawab Avion kesal melihat Wonder


" hehehe iya maaf lagian juga kan masih belum terlambat " ujar Wonder tertawa


" Eh Avion ngomong-ngomong jarak perjalanan kita seberapa jauh " tanya Agro


" Ya sekitar 200 km lah ya sekitar 1 minggu mungkin kita sampai nya" jawab Avion mengira ngira


" haaaaa jauh sekali mati deh aku kalo begini " teriak Wonder terkejut mengeluh


" gak gak akan mati " jawab Avion tertawa melihat kelakuan Wonder


setelah beberapa saat hari mulai gelap mereka pun beristirahat di sebuah hutan dan tertidur disana , pada saat tertidur Wonder tiba-tiba ingin buang air kecil karena ia takut ia pun mengajak saudaranya yang tertidur


" Avion bangun dong, temenin aku buang air kecil " buruknya sambil menepuk pundaknya Avion pun mencoba untuk menghiraukannya tapi lama kelamaan Avion pun menyerah dan menemani Wonder


" YA baiklah , ganggu orang tidur saja kau" ucap Avion kesal


Wonder pun buang air kecil dengan di temani oleh Avion


" sudah belum, lama sekali " teriak Avion pada nya


" Sabar lah baru aja kencing" jawabnya


di sayup-sayup hutan terdengar sebuah suara


" Suara apa itu " kata Avion penasaran ia pun mengikuti asal suara


" asal suaranya dari semak semak itu"


ucap Avion mendekati semak semak itu semakin dekat ia tiba tiba


" Hey Ngapain kamu" kata Wonder mengagetkannya dengan menepuk pundaknya , dan


" Ha ,Avion pun terkejut dan mengelus dadanya menahan amarah


" gak ada apa kok aku cuma menghirup udara segar " jawabannya dengan menenangkan dirinya


"Kalo begitu ayo balik ke tenda katanya kamu mau tidur " Ajak Wonder mereka pun menuju Ke tenda untuk tidur mereka pun tertidur di bawah permadani bintang bintang


tetapi Avion masih terpikirkan oleh suara itu yang sampai menggangu nya untuk tidur


" Suara apa itu tadi ya " kata Avion dalam hati " Aku masih penasaran, sudahlah gak usah kupikirkan mendingan aku berwudhu saja untuk menghilangkan rasa cemas ku, kebetulan ada mata air didekat sini " Avion pun berjalan menuju ke air mata untuk berwudhu namun di tengah jalan ia menemukan seorang kakek kakek tua diperjalanan


" Ngapain itu kakek kakek di tengah hutan begini " ia pun menemuinya


" Assalamu'alaikum ,kek ada keperluan apa kakek berjalan di tengah hutan malam malam begini" tanya Avion dengan berusaha bersikap baik pertama kalinya karena sebelumnya ia dikenal dengan orang yang sangat cuek dan tak peduli dengan sekitar nya namun jauh dilubuk hatinya kasih sayang begitu sangat besar namun belum pernah ia tunjukkan kepada orang banyak hanya teman baiknya saja yang mengetahui nya


" Waalaikumsalam Nak, sebenarnya kakek ingin pulang ke rumah kakek nak namun naas pengeliatan kakek agak buram yang menyebabkan kakek agak tersesat " jawab kakek-kakek itu


" Jadi begitu, sini biar saya antar bantu aja kek" ujar Avion menawarkan diri dengan sahaja


" Terimakasih banyak ya anak muda engkau memang baik hati, sebelumnya kakek tidak pernah melihat anak muda seperti kamu disini" ucap Kakek memuja bangga kepada Avion dan Avion hanya tersenyum mendengar sanjungan itu " Ya kek bukan apa apa kok , kalo boleh tahu rumah kakek disebalah mana ya " Tanya Avion


" Rumah kakek ada di sebelah air mata kamu ikuti saja pohon yang sudah kakek beri penanda di batangnya " kata kakek itu sambil menunjuk contoh dari penanda yang ia maksudkan


" Baiklah kek mari " kata Avion dengan lembut dan penuh sopan santun mereka pun berjalan menuju rumah si kakek setelah beberapa lama kemudian mereka pun sampai di tempat tujuan