The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Cahaya yang lahir dari kegelapan



" Kira-kira apa maksud dari ucapan makhluk misterius itu akankah kita akan menjalani pertualangan yang sangat berat ,apakah ada hubungannya dengan ucapan ksatria meja bundar " " jikalau ada hubungannya berarti kita lah cahaya itu, tapi ini sangat tidak mungkin bahkan kita saja berasal dari desa terpencil yang jauh dari manusia tidak mungkin kan kita memiliki darah ksatria meja bundar " " Iya itu sama sekali tidak mungkin , Sudahlah aku tinggal tidur saja daripada aku memikirkan masalah ini sendirian teka-teki ini terlalu mustahil dipecahkan dengan aku yang masih baru mengetahui tentang ini semua "


Untuk pertama kalinya Avion berhasil untuk melawan rasa penasaran nya dan segera tertidur disaat ia terbangun dari tidurnya ia mendapati nya sedang duduk dibawah naungan sebuah pohon beringin dan bulan purnama dengan bintang bintang yang bertaburan diatasnya menambah suasana kedamaian tempat itu sssayup-sayup terdengar nyanyian lagu dengan alunan musik harmonika


" Keberanian yang terpendam!


Keberanian yang berasal dari dalam dirimu


Menatap masa depan


Bertarung demi masa depan


Tiba-tiba kegelapan muncul saat ini


Disaat jiwamu tak goyah , akan menjadi kunci kemenangan


Langit yang jauh dan penuh bintang, mengirimkan banyak doa dan harapan


Seluruh dunia sedang menunggumu


Ksatria cahaya dalam kegelapan


Seluruh dunia percaya padamu anak kegelapan


Berjuanglah" dengan penutupan musik harmonika yang sangat menambah kesempurnaan lagu itu


Avion terkesima melihat penampilan Orang itu, " Permainan orang itu sangat sempurna


" Hey kau siapa sedang apa disini " Ujar Avion karena seperti melihat pantulan dirinya


" Aku adalah Kau , dan Kau adalah Aku " jawab nya


" Apakah aku sedang bermimpi " " Ini sungguh membingungkan ,"


" Tidak peduli apakah kau sedang bermimpi tetapi yang perlu kau ingat adalah Kau harus senantiasa menjaga Matahari dan bulan mu , itu saja pesan yang bisa aku sampaikan tetap lah berjuang demi melindungi apa yang kau miliki" ucap orang itu sambil menghilang bersama dengan cahaya bulan


" Apa maksudmu tolong jangan pergi jelaskan apa makna ucapan mu itu "


" Aku sudah tidak punya waktu lagi , kau akan menyadari nya sendiri dengan berjalan nya waktu dan petualangan yang menantimu " Ucapnya sambil tersenyum lebar dan hanya meninggal kan seberkas cahaya


Bersamaan dengan hilangnya Orang misterius itu ia dikagetkan oleh sesuatu


" Hey Avion bangunlah " Teriak Wonder didekat telinga nya , sontak Avion langsung terjaga karena nya


" Ya biasa aja bangunin nya " jawab Avion kesal


" Ya maaf lagian kamu tadi mengigau tidak jelas sih ya aku bangun kan" kata Wonder mengalah


" Iya ada apa Avion tidak biasanya kamu tidur lelap sampai-sampai mengigau seperti itu " sahut Agro " Ada apa Avion ceritakan pada kami "


" Nggak ada apa-apa, aku cuma bermimpi buruk " jawabnya " kalau begitu ayo kita segera bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan kita agar datang sebelum hari menjelang sore


Mereka berdua pun mengiyakan nya dan bersiap-siap untuk segera melanjutkan perjalanan


"Oi Gro apa sudah kau bawa semua nya barang-barang kita " tanya Wonder


" Memang nya siapa kau memerintah ku seperti itu, dan sejak kapan semut mengatur gajah" Canda Agro dengan menyeringai lebar pada sahabat nya itu


" Apa maksudmu.. " sahut Wonder


" Maksudnya adalah kau itu seekor gajah dan dia seekor semut " celetuk Avion menghentikan pertengkaran mereka sekali lagi


" Jadi begitu... " jawab Wonder


" Dasar otak udang " sindir Agro


" Sudahlah kalian berdua " ujar Avion " Ayo kita segera mengemasi barang-barang kita dan memastikan tidak ada yang terlambat dan setelah itu berpamitan "


" Baik pak kita mau melanjutkan perjalanan ke kota , terima kasih banyak telah menolong kami pak dengan mempersilahkan kami menginap disini dengan harga yang murah " kata Avion


" Ya nak hati-hati dijalan ya " " Keselamatan selalu bersama mu


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke kota dengan di iringi oleh candaan dan tawa mereka bertiga


Akhirnya mereka pun telah memasuki kota


" Akhirnya sampai juga , perjalanan yang penuh tantangan ini " kata Agro


" Wah ramai sekali disini beda sekali dengan di desa seperti kita sedang berada dalam dunia lain saja" Ucap Wonder melebih-lebihkan


" Terlalu berlebihan kamu Wond masa kayak di dunia lain hahaha " ujar Avion menyeriangi lebar


" Biasalah tukang pelawak " Sindir Agro


" Haduh belum apa-apa aku sudah di bully duluan ahahhaha " jawab Wonder


" Eh bagaimana kalau kita langsung ke pasar sambil melihat lihat tempat yang cocok buat kita berdagang nanti" ajak Agro


" Ya boleh juga ayo" Mereka pun mengiyakan


Mereka pun berjalan jalan melihat sekeliling dan tiba di sebuah pasar Avion melihat seorang wanita dengan pakaian yang tertutup sampai-sampai hanya matanya saja yang terlihat , Avion berusaha untuk menahan pandangan nya namun perasaannya seakan-akan memiliki pikiran sendiri sekali lagi ia memberitahu pada dirinya sendiri " Ingatlah Avion apa tujuan mu kesini, tujuan mu adalah untuk mendapatkan pengalaman berdagang dan memperoleh uang untuk merawat orang tua mu" " Kau tidak boleh mencintai seseorang disini "akhirnya ia berhasil mengalahkan perasaan nya sendiri


" Ada apa Avion apakah kamu menyukai wanita yang ada di sana itu "


goda Wonder yang sontak membuat wajah Avoin merah padam


" Ng...nggak...kok" jawabnya gugup


" Halahh kalau suka gak usah bohong juga kali itu wajah mu merah seperti cabai itu" kata Wonder


" Hahahahha" tawa Agro dan Wonder melihat kelakuan Avion


" Sudahlah ayo kita pergi disini ramai sekali" ujar Avion mencoba mengalihkan perhatian


" Ya ya ayo kita pergi sebelum wajah mu makin memerah " sahut Wonder


" hahahah"


Mereka pun keluar dari pasar itu dengan segera dengan wajah Avion yang memerah


" Ehh Ayo kita mencari rombongan dagang desa dengan mereka lah kita tinggal disini" kata Agro


" Iya juga kita sudah terpisah dari rombongan disebabkan oleh Wonder yang selalu ada saja tingkah nya" jawab Avion


" Lagi-lagi aku yang kena " gerutu Wonder


" Hahaha " tawa mereka berdua


" Eh Avion coba kamu lihat peta yang ada di ransel ku itu ada informasi dimana rombongan kita berada " Seru Agro


" Iya sebentar " " Ini dia " kata Avion dengan memberikan selembar peta kepada Agro yang tengah mengendarai kereta kuda


" Menurut peta ini penginapan kita ada di sebelah paling barat kota ini " kata Agro " Sedangkan kita berada di sebelah timur kota "


" Berarti perjalanannya masih cukup lama ya" ujar Avion?


" Ya sekitar tiga jam-an"


" Apaaa " teriak histeris Wonder


" Perjalanan lagi dan lagi"


" Sudahlah lebih baik kamu tidur saja biar terasa sebentar " ucap Agro


" Iya benar juga , lebih baik aku tidur " sahut Wonder


" Belum ada lima menit di sudah tertidur rupanya " kata Avion " Dasar tukang tidur "


3 Jam kemudian " Woy Wond bangun kita sudah sampai " ujar Agro dengan menepuk punggungnya tetapi Wonder tak kunjung bangun karena tak ingin menunggu lama Avion langsung menyiram wajah Wonder dengan air dan ia pun terkaget kan karenanya


" Byurrr"


" Woy ada apa " " Apakah ada bahaya "


" Nggak, gak ada apa-apa kok cuma Avion saja yang berusaha membangunkan mu" jawab Agro


" Avionnn" teriak Wonder


sedangkan Avion sudah berada dalam penginapan sedang mengobrol dengan para rombongan dagang desa


" Sudahlah ayo kita masuk" ajak Agro


Mereka pun memasuki penginapan itu dan mengobrol dengan orang yang ada di dalam