The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Goa legenda



" Baiklah Wond , sepertinya kita bersama lagi " Ujar Agro " Untuk itu kita harus membagi waktu untuk menyiapkan semua peralatan yang diperlukan, bagaimana kalau kau yang mencari umpannya dan aku yang akan mencari ranting yang cocok "


" Siap.. Ayo perutku sudah berbunyi dari tadi


Mereka berdua pun berhasil melakukan tugasnya masing-masing


" Sekarang enaknya kita menangkap ikan dimana " ujar Agro


" Disana saja air sungai nya cukup tenang sepertinya terdapat banyak ikan disana " Seru Wonder dengan menunjukkan tempat yang dimaksud


" Kalau begitu ayo" Sahut Agro


Setalah beberapa kali melemparkan umpan


" Nah akhirnya dapat, lihat ini Wond" Ucap Agro dengan memperlihatkan ikan yang diperoleh nya


" Bentar tunggu aku dulu lihat saja tangkapan ku pasti lebih besar daripada punyamu


" Nah kan baru saja aku bilang kail pancing sudah bergerak, lihatlah kalau para ahlinya bermain, " kata Wonder dengan menarik kail pancing nya " Wahhh gawat ini sangat berat hey tolong Gro, aku hampir terseret "


" Ya sebentar aku akan ke sana, "sahut Agro


" Bersiap-siaplah ikan karena dua mesin tempur ini akan menangkap mu" Seru Wonder " Sekarang tarik,"


" Hyaaaa "


" Meskipun dua orang menarik ini tetap saja ini terasa berat " Keluh Agro putus asa


" Ayolah kita pasti bisa kerahkan semua kekuatan kita bagai bulan dan matahari" Tanggap Wonder dengan urat nadinya terlihat di lehernya " Satu... dua... tiga tarik... "


Tiba-tiba seekor monster gurita muncul dari permukaan


" Wahh gawat dia terlalu besar, kita harus melarikan diri sebelum kita yang menjadi makanan nya " seru Wonder panik dengan berlari


" Avion , Arthur, Merlin tolong kami.. " teriak Wonder


kemudian ia melihat seorang dari kejauhan berlari ke arah mereka


" Hey Wond, Gro mengapa kalian memanggilku "


" Sudah bercerita nya nanti saja sekarang kau harus ikut lari bersama kami dahulu" sahut Agro


" Hey Teman-teman lihat di sana ada gua, kita bersembunyi saja di gua itu"


seru wonder yang kebetulan melihat sebuah gua


" Baiklah, Ayo " mereka pun mengikuti perintah Wonder dengan segera mereka memasuki gua itu


" Ada apa memang nya sampai-sampai kalian ketakutan seperti ini" tanya Avion


" I... itu... tadi.. kami sedang memancing namun karena kehebatan ku aku mendapatkan seekor monster gurita raksasa dan kami pun segera melarikan diri agar tak menjadi santapan dari makhluk itu" jawab Wonder yang terengah-engah


" Sempat-sempatnya ia berbangga seperti itu " celetuk Agro


" Sudah biarkanlah kan dia seperti itu sejak dahulu " sahut Avion melerai mereka " Sekarang yang kita butuhkan adalah cara untuk mengalahkan gurita itu "


Setalah memikirkan ide cukup lama akhirnya Wonder berhasil memikirkan sebuah ide


" Bagaimana kalau kita memancing gurita itu kedalam bukit ini lalu seorang akan menancapkan sebuah benda tajam tepat di kepalanya" ujar Wonder


" Nah itu dia" jawab Avion " Jarang-jarang otakmu berkerja dengan baik"


" Iya mungkin baru dihidupkan " sindir Agro menyeringai lebar


" Ya tapi kita membutuhkan sebuah benda untuk menusuk makhluk itu " seru Wonder


" Mungkin di gua ini terdapat pecahan baru yang tajam " jawab Avion " Ayo kita cari "


setalah sekian lama mencari dan memasuki gua itu lebih dalam


" Hey ,lihat itu, bagaimana kalau kita menggunakan batu yang berwarna hitam itu" ujar Avion dengan menunjuk keatas


" Tapi bagaimana cara kita mengambilnya " tanya Agro


" Ya cara kita menggapai kita harus menggapai dengan cara anak tangga kau dibawah, Avion ditengah, Aku yang di atas " sahut Wonder


" Aku tidak percaya ide ini akan berhasil " celetuk Agro pesimis tak percaya diri


" Sudah coba saja " jawab Avion meyakinkannya


" Baik jika kalian sudah bicaranya ayo kita lakukan " ujar Wonder


Mereka pun mengikuti sarannya dan segera membentuk sebuah anak tangga dan Agro yang paling bawah


" Ayo cepat...berat ini" keluh Agro


" Ya sabar ini juga aku sudah mencobanya " jawab Wonder " Ayo patah lah batu sialan "


" Aku sudah tidak kuat lagi " ujar Agro


" Brukk " " aduhh punggungku " ucap Avion kesakitan


" Hey guys bagaimana dengan ku" gumam Wonder yang bergelantungan di langit-langit gua


" Tunggu dulu tetaplah bertahan sepertinya batu itu mulai retak menahan beban mu" jawab Avion


" Brukk... "


" Akhirnya benda itu lepas juga "celetuk Avion


" Sekarang kita mulai rencana mu" sahut Avion


" Mengapa harus kau yang menikam makhluk itu kenapa tidak Avion saja dia lebih berpengalaman dari mu" jawab Agro


" Sudahlah kasih dia kesempatan untuk menjadi pahlawan " celetuk Avion


" Baiklah ayo bertindak"


Mereka pun melakukan perintah Wonder yang sudah direncakan sedari awal dengan Agro dan Avion yang menjadi pengalih perhatian


" Hey gurita bodoh kesini " teriak Agro yang menarik perhatian dari monster itu


" Bagus... ikuti kami dasar gurita tak punya akal " gumam Agro dengan berlari bersama Avion


" Itu sudah dekat Gro gua nya sudah terlihat.. " sahut Avion


" Sekarang " teriak Avion dengan melompat ke gua itu


" Ya baiklah " jawab Wonder yang mendengar teriakan Avion dengan segera menikam gurita itu hingga beberapa kali " Hyaaa " suara auman "Aummmm" pun menggema didalam gua hingga batu-batu yang ada berjatuhan


" Awas berhati-hati lah jangan sampai batu itu mengenai kepala kita" gumam Agro


" Ya baiklah " jawabnya


" Bagus sepertinya Wonder berhasil mengalahkan gurita itu " ujar Agro


" Tapi tunggu dulu jangan tergesa-gesa biarkan sampai gurita itu tak bergerak " sahut Avion


Setalah sekian lama


" Ayo gro sepertinya gurita itu sudah kehilangan nyawanya " perintah Avion


Mereka menuju ke gurita itu


" Lalu dimana Wonder " ucap Agro khawatir


" Hey apa-apa kalian mencariku " sahut Wonder


" Itu dia, turunlah seperti monyet saja kau" tegur Avion yang melihat nya di atas pohon


" Nah akhirnya kau bukan seorang pengecut lagi sepertinya " ujar Agro


" Memangnya sejak kapan aku menjadi pengecut " sindir Wonder dengan menyeringai lebar


" Sudahlah kalian ini Ayo cepat kita panggil Arthur dan Merlin kita tidak mungkin membawa Monster gurita ini sendirian " gumam Avion


" Ayo bergegas lah kalian berdua, biarkan aku yang menjaganya "


Mereka pun hanya terdiam dan mengiyakannya


" Bagaimana bisa makhluk sebesar ini ada di sebuah danau dan seharusnya makhluk itu hidup di air laut bukan , makhluk itu bukanlah sebuah gurita biasa ukurannya sangat besar melebihi batas kewajaran bagaimana Wonder bisa membunuhnya dengan batu itu, sebentar aku akan mencari letak tusukan itu " ujarnya


" Nah inilah dia bekasnya , ini sangat aneh luka yang ada pada gurita ini sangatlah dalam dan pinggiran dari bekas luka itu seperti terbakar, apakah ini ada hubungan dengan kekuatan asli Wonder yaitu menyerap kekuatan sinar matahari dan melepaskan nya , jika memang begitu berarti Wonder tanpa ia sadari mengeluarkan kekuatan nya dan membuat batu itu menjadi sangat panas "


" Hey Avion ngapain kamu di sana " teriak Wonder dari kejauhan dengan bersama Arthur, Merlin dan Agro


" Tidak ada aku hanya melihat-lihat saja" jawabnya


" Oh Tuhan bukankah itu sesosok Kraken bagaimana kalian membunuhnya " ujar Merlin dengan terkejut sehingga bola matanya hampir keluar


" Kraken...... makhluk apa itu " tanya Agro


" Kraken adalah sesosok monster gurita yang sering berbuat onar panjang nya bisa sampai 10 kaki ia adalah musuh bebuyutan para bajak laut karena seringkali mengganggu saat sedang berlayar dan merusak kapal-kapal "


sahut Arthur menjelaskan" Bagaimana kalian bisa membunuhnya",


" Kita menggunakan batu dari gua itu "jawab mereka serempak


" Goa Dwarf " celetuk Merlin


"pantas saja kau bisa membunuhnya Goa Dwarf adalah Goa yang sangat aneh di sana bebatuan sangat lah tajam dan berwarna hitam seringkali digunakan sebagai bahan pembuatan pedang legendaris seperti pedang Durendaz milik raja pendiri kerajaan ini Tristan namun hanya orang yang beruntung saja yang menemukan Goa ini karena seringkali berpindah-pindah tempat"


" Tapi bagaimana kau sangat yakin bahwa Goa itu adalah yang kau maksudkan " tanya Avion


" Lihatlah itu, Goa Dwarf memilik pohon Great Basin tepat di atas nya " jawab Merlin dengan menunjukkan pohon yang ia maksud kan " Kalian berdua sangat beruntung seperti kalian memang di takdir kan sebagai penyelamat pohon Percival"


" Sekarang kumpulkan batu yang ada di Goa itu dan segera pergilah dari sini karena Goa itu tidak akan bertahan lama,biarkan Aku dan Arthur yang membawanya" perintah Merlin


" Memangnya kau cukup kuat orang tua" sindir Wonder " Gurita ini tidak berisikan kapas"


" Apakah kau lupa siapa aku, aku adalah seorang pemilik batu yang bisa memanggil arwah untuk membantuku " jawabnya dengan menyeringai lebar