
setelah melakukan perjalanan yang cukup lama matahari hampir tenggelam dan mereka baru saja keluar di hutan baru saja keluar dari hutan ,lagi dan lagi Wonder berulah sekarang ia meminta Agro untuk menemaninya pergi buang air besar " aduhhhh aku sudah tak tahan" ucap Wonder kesakitan memegang perutnya yang tak tertahankan itu "Itulah rasakan kan sudah aku bilang kalau makan jangan banyak banyak nah kan jadi kau keburu - buru buang air besar" sahut Avion kesal dengan kelakuan saudaranya yang selalu berulah itu" aku sekarang gak mau bantu kau untuk menemanimu lagi "
" Ngapain juga aku minta tolong sama kamu, mendingan aku sama Agro" jawabnya
" Agro kamu mau kan ya " bujuk Wonder dengan matanya yang berkilauan menunjukkan wajah melasnya
Melihat wajah wonder yang seperti itu membuat Agro menjadi iba " ya, iya deh" Agro mengiyakan
" Terima kasih banyak sekali Agro sahabat terbaik ku" Ujar nya menyanjung Agro
" Ya bukan apa apa , sekaligus aku mau membeli roti yang ada di dekat desa dan mencari penginapan " kata Agro
" Ooo begitu ya kalo gitu aku mau ikut aja sama kamu Gro " sahut Avion dari belakang mereka
mereka pun melanjutkan perjalanan ke desa terdekat , sesampainya disana ia Wonder dengan secepat angin langsung melesat menuju ke toilet umum untuk menyelesaikan masalah perutnya yang sudah di ujung tanduk
" Sekarang selagi Wonder menyelesaikan urusan nya ayo kita mencari penginapan yang ada disekitar ini dan membeli berbagai macam keperluan yang sudah hampir habi" Ajak Agro pada Avion mereka pun segera mencari penginapan
" Hey Gro disini ada penginapan yang mau menukar kulit singa yang kita dapat tadi " Teriak Avion mengajak Agro menunjukkan sebuah penginapan kepadanya
" Wah Alhamdulillah beruntung nya kita , baru saja mencari sudah ketemu " jawab Agro . Mereka pun segera menuju ke penginapan itu dan menemui pemiliknya
" Terimakasih Pak atas bantuannya menyewakan kita penginapan ini dengan menukar kulit singa ini " Ucap Agro berterimakasih dengan menjabat tangan " Dan ngomong-ngomong mengapa bapak membutuhkan kulit singa ini
" Yah karena singa ini seringkali menyerang warga desa yang sedang mencari kayu bakar di hutan dengan terbunuhnya singa ini kita bisa dengan aman mengambil kayu bakar dan bisa aku jadikan pakaian musim dingin dengan bulunya dan menjual nya" jawab Bapak itu dengan melihat kulit singa itu
" Oo begitu ya" sahut Avion " Pak saya mau tanya apa ada toko roti di desa ini"
" Toko roti ya" jawabnya mengingat- ingat " Ya ada satu di ujung desa ada seorang lelaki tua bersama istrinya yang menjual roti di sebelah pasar , kamu tinggal lurus saja dari sini tokonya ada di dipinggir kanan
" Terimakasih Pak " kata Avion
mereka pun berjalan menuju ke toko roti itu .Setelah berjalan cukup lama mereka pun sampai di depan toko roti dan segera memesan roti
" Pak saya mau pesan roti 10 biji ya "
" Ya anak muda" jawabnya
Setelah memperhatikan Agro dengan cukup lama ia menyadari bahwa ada tanda lahir hitam yang ada di kepalanya
" Jangan-jangan Anak muda ini adalah Demegot " Ucap nya dalam hati " Jika benar ia adalah seorang Demegot dia harus siap apa yang akan terjadi di masa depan anak muda ini akan menanggung derita yang sangat besar seperti yang ada dalam batu tulisan para ksatria"
" Ini anak muda pesanan mu," kata penjual roti itu memberikan dan juga memberikan sebuah kalung berliontin naga
" Loh kek ini apa " ucap Agro kebingungan perasaan saya gak pesan ini
" Sudahlah ini hadiah dariku simpan saja kalung ini kau akan membutuhkannya suatu saat nanti " jelas Bapak penjual roti itu " Dan disaat kamu dalam bahaya gosok lah liontin naga itu dan suatu keajaiban akan muncul"
Mereka kebingungan dan saling tatap-tatapan
" Sudahlah jangan bingung pokoknya simpan saja ini nanti kalian akan mengerti " kata Bapak itu memecah kebingungan mereka
" Ya Pak baiklah" Kata Agro mengiyakan " saya akan menyimpan kalung liontin naga ini "
Mereka pun pulang dengan kebingungan
" Menurut mu apa yang dikatakan Bapak itu benar " Tanya Agro
" Entahlah, tapi kamu sangat cocok dengan kalung itu" tanggap Avion menghilangkan rasa penasaran Agro
Mendengar perkataan Avion itu Agro sekali lagi memerhatikan liontin naga itu karena seperti pernah melihat nya tapi ia tidak tahu kapan " Kurasa aku seperti mengenal naga yang ada di liontin ini " ucap Agro dalam hatinya berusaha menjelajahi ingatan nya.
" Sudahlah ayo kita menyusul Wonder agar ia bisa cepat dan terburu-buru di toilet"
" Iya juga ini sudah sangat lama"
jawab Agro.
Mereka pun segera menuju ke toilet umum untuk menyusul Wonder
Mereka pun telah datang tepat di depan toilet Wonder
" Oi Wonder sudah belum lama sekali, kamu ini buang air besar apa mati" teriak Avion kesal
" Ya ya aku keluar " jawab Wonder dengan membuka pintu
" buru-buru amat dah"
" Ya iya lah kamu sudah setengah jam disini " jelas Avion
" Sudahlah ayo kita segera kembali ke penginapan dan segera beribadah " kata Agro memecahkan pertengkaran kucing dan tikus itu
Mereka pun menuju ke penginapan dan bertemu dengan pemilik penginapan
" Kalian ini kemana saja hari sudah mulai malam kalian baru kembali kesini," ucap Bapak itu
" Memangnya kenapa Pak kalau sudah mulai malam apakah ada sesuatu yang akan terjadi bila kita keluar saat malam telah tiba" tanya Agro kebingungan mengenai larangan pria itu
" Dikarenakan desa Vragen hari-hari ini sering terjadi penyerangan pada malam hari, entah apa yang terjadi para korban tiba-tiba diserang oleh bayangan hitam dan menderita bekas cakaran di perutnya " jelas Bapak itu dengan menunjukkan wajah ketakutan
" Apaaa " teriak Wonder "kemarin seekor singa sekarang bayangan hitam, mengapa lah di perjalanan kita kek gini amat " keluhan Wonder
" Sudahlah nikmati saja prosesnya jangan mengeluh, mengeluh tidak akan ada gunanya " nasihat Avion menenangkan Wonder " Kita juga mau sampai di pusat kota besok pagi sehabis fajar kita langsung melanjutkan perjalanan , makanya kalau dibangunin, langsung bangun biar cepat sampai"
" Ya Guru besar" sindir Wonder
" Hahahaha " tawa Wonder dengan Agro
" Ayo cepat masuk dan jangan pernah keluar rumah " tegas Bapak itu ketakutan seakan-akan bayangan itu adalah malaikat maut
Mereka pun segera masuk ke penginapan dan bersiap-siap tidur
disaat mereka tidur ada suara teriakan seseorang meminta tolong dan membangunkan Avion dan Agro
" Tolonnggg"
" Eh Avion apa itu " tanya Agro terjaga dari tidurnya
" Iya apa itu" jawab Avion" Ayo kita segera ke sana " yang dengan cepat mengambil panah legendaris nya untuk berjaga-jaga
" tapikan kita tidak diperbolehkan keluar ,apakah kau tidak ingat perkataan Bapak itu " kata Agro yang baru sadar akan pesan Bapak itu
" sudahlah lagi pula ada panah legendaris milik ksatria kan" jawabnya
" Iya benar juga " ucap Agro mengiyakan
" Sudahlah jangan membuang - buang waktu, ayo kita segera menolongnya " ujar Avion yang sedang tergesa-gesa
Mereka pun segera secepat kilat menuju suara itu