The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Forbidden Land



" Kukuruyuk " suara ayam membangun kan Avion


" Mereka masih tertidur sepertinya aku akan pergi menikmati suasana saja disekitar sini" ucapnya dengan berjalan keluar ia pun melewati sebuah danau yang sangat tenang dan berhenti sejenak di sana menikmati keheningan tempat itu dengan angin yang menderai-derai pohon, daun-daun berguguran terdengar kicauan merdu burung-burung disekitarnya menambah keheningan tempat itu


"Sudah saat nya aku menulis takdir yang telan ditentukan" ucapnya termenung menatap cerminan dirinya dalam air danau " Apakah aku bisa melakukan ini.... "


" Ada apa anak muda " ujar seseorang yang sontak membuat nya memalingkan wajahnya


" Tuan Arthur... " jawabnya dengan gelisah " Tidak ada apa-apa aku hanya termenung memikirkan apa aku bisa melewati ini semua, "


" Aku dahulu juga sama seperti dirimu, tak percaya diri, takut akan kegagalan, takut akan masa depan " jawabnya menatap langit " Namun aku sangat mengingat ucapan dari guruku bahwa besok adalah misteri , kemarin adalah kenangan dan hari ini adalah pemberian . Jangan biarkan dirimu dihalangi oleh kegagalan di masa lalu dan ketakutan akan masa depan, berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan mu kepadamu "


Ia pun hanya termenung menatap langit mendengarkan perkataannya


" Sekarang bagaimana apa kau sudah siap dengan takdir mu" ujar Arthur memecahkan keheningan


" Iya baiklah meskipun itu menyakitkan dan penuh luka aku akan melewati nya" ujarnya dengan mengepalkan tangannya membulatkan tekad


" Baiklah aku percaya padamu " jawab Arthur dengan memegang pundak nya


Avion pun segera berlari menuju ke rumah dan melihat teman-temanya yang telah bersiap


" Jadi aku telah bertemu dengan nya, Apa kau sudah membulatkan tekad mu" ujar Merlin yang sedang memasang pelana kudanya


" Bagaimana kau bisa mengetahuinya " tanya Avion sambil menghampirinya


" Aku dan Arthur mengetahui kau keluar dan duduk di pinggir danau, entah kau memikirkan apa, kau hanya termenung menatap air danau, Arthur yang melihatnya teringat akan masa mudanya yang keadaannya sama dengan mu ,tak percaya diri,takut akan masa depan " jelas Merlin dengan menatap wajahnya " Sekarang panggil teman-temanmu aku sudah menyiapkan kudanya "


Avion langsung menuruti perkataannya dan segera menemui teman-temanya mereka bertiga pun telah siap berangkat dan menaiki kudanya masing-masing


" Ini peta menuju Forbidden land dan ada satu hal lagi ,ingat kain Wol itu dijaga oleh sebuah Colossus Gaius yang berbentuk seperti ular" ujar Merlin memberikan secarik gulungan kertas kepada Avion " Kuharap kalian berhasil melakukan tugas yang sangat besar ini"


" Dan ini Avion ,busur Artemis gunakanlah sebagai senjata mu" ucap Arthur memberikan senjata nya dengan segera Avion langsung memakai Busur itu di belakang nya " Melihat kalian bertiga aku teringat akan kenangan ku bersama para Ksatria lainnya " ujar Arthur dengan menitihkan air matanya


" Kau bisa menangis juga rupanya orang tua " sahut Wonder menyeringai lebar


" Sudahlah ayo kita pergi " ajak Agro dengan memacu kudanya


Mereka berdua pun segera menurutinya dan memacu kudanya dengan sangat cepat layaknya seperti anak panah tak terasa hari sudah mulai gelap dan sampailah mereka di sebuah kaki gunung


" Untuk sekarang kita beristirahat disini saja " ujar Avion memberhentikan kudanya


" Akhirnya kita berhenti juga, pinggul ku sudah mulai mengeras " jawab Wonder dengan turun dari kudanya


" Kau terlalu berlebihan Wond, Wond" sahut Avion menggeleng-gelengkan kepala


" Ha.... ha... ha.. " tawa Wonder


" Hey kalian sudah cukup bercandanya" Gumam Agro mengalihkan perhatian" Kita harus memikirkan bagaimana caranya menuju Forbidden land kemungkinan besar kita akan mengalami pertarungan dengan Colossus Gaius kita harus memiliki rencana"


" Lalu apa rencananya " tanya Wonder


" Dasar kepala udang, " sindir Agro menyeringai lebar " Seperti yang dikatakan oleh Arthur dan Merlin Colossus Gaius berbentuk seperti ular raksasa maka dari itu kita harus menunggu waktu yang tepat saat ia berganti kulit, karena pada umumnya waktu ular berganti kulit ia akan berdiam diri itulah kesempatan kita untuk membunuhnya"


" Namun Gro jika kita tidak tepat pada waktunya ,ular itu bisa membunuh dengan mudahnya " seru Avion menggigit bibirnya


" Sudah tak perlu khawatir kan ada aku sang pahlawan " ujar Wonder membusungkan dada


" Jika begitu kamu akan menjadi umpan, kamu kan yang paling kuat diantara kita " sahut Agro menyeringai lebar


" Tidak....... " teriak Wonder memekakkan telinga


" Sudahlah jangan histeris begitu mungkin Agro cuma bercanda " ucap Avion memegang pundak Wonder " Iyakan Gro"


" Sudahlah Wond, kita pasti bertemu dengan monster itu saat ia sedang berganti kulit " kata Avion menepuk punggungnya " Bagaimana kalau kita makan saja "


" Mana..... " ujar Wonder sontak langsung bersemangat


" Giliran makanan saja kau bersemangat " sahut Avion


Mereka pun memakan roti yang telah di berikan oleh Merlin sebelumnya


" Loh Wond kau sudah tidur " ujar Avion menatap temannya itu


" Sudah ayo kita juga beristirahat " perintah Agro sambil berbaring di hamparan padang rumput


Mereka pun semua tertidur beralaskan rumput rumput yang sangat lembut dengan ditemani oleh bintang-bintang yang bertebaran suara gemericik air menambah keheningan tempat itu membuat mereka tertidur sangat lelap


...----------------...


Di keesokan harinya burung-burung berkicauan dengan sangat merdu


" Eh... eh apa ini" ujar Wonder merasakan air di pipinya " Clover ternyata kau " gumamnya dengan jijik menyentuh pipinya yang telah basah oleh air liur


" Ha.. ha.. ha.. " tawa mereka berdua


" Makanya jangan tidur melulu, masa kalah sama seekor kuda " ujar Avion menyeringai lebar


" Sudah ayo segera berangkat " sahut Agro menaiki kudanya


Mereka berdua langsung menurutinya dan memacu kudanya dengan sekencang-kencangnya setelah beberapa saat mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah desa sebelum menaiki kapal yang ada


" Sekarang bagaimana cara kita menaikkan kuda ini sedangkan uang kita saja tidak cukup untuk menyewa dua perahu sekaligus " tanya Wonder dengan menunjukkan koin emas yang mereka miliki


" Ya terpaksa salah satu dari kita harus menumpang ke perahu para nelayan " ujar Avion yang sontak membuat mereka melirik Agro


" Apa... lihat-lihat, " gumam Agro mengerutkan alisnya


" Oke.. begini saja dari kita bertiga siapa yang paling tua disini " ujar Avion


" Agro... " jawab Wonder menunjukkan jarinya


" Ini merepotkan tapi baiklah akan kulakukan untuk mendapatkan ikan segar dari hasil pancingan mereka" ucap Agro memalingkan matanya


" Baiklah kita berpisah disini " celetuk Avion " Ayo wond "


Mereka berdua pun menuju ke pelabuhan dan menaiki kapalnya


...----------------...


Avion dan Wonder pun menaiki kapal yang ia pesan sebelum nya


" Hey anak muda tujuan kalian ini ada dimana" ujar seorang pria berbadan besar itu dengan meneguk sebuah soda


" Kami ingin menuju ke Forbidden land," jawab Avion sontak membuat orang itu tersedak


" Apa... For.. Forbidden land, apa kalian serius "ucap pria itu dengan mata melebar " Apa kalian ksatria yang dikirim oleh Raja"


" Tidak, kami hanya orang biasa, saya dan dia dikirimkan oleh guru kami untuk mengambil kain Wol " jawab Avion menggelengkan kepalanya


" Kalian sungguh berani ya, bahkan para ksatria banyak yang berlarian pontang-panting meninggalkan pulau itu" ucapnya dengan melihat mata mereka " Tapi maafkan kami, kita tidak bisa mengantar kalian sampai ke pulau itu karena gelombang di sana sangat besar jika kami memaksanya bisa-bisa kapal ini hancur lebur terombang-ambing, tapi sebagai gantinya kalian akan kami antar di pulau sebelah dan selanjutnya kalian akan melewati jembatan yang ada di sana"


" Ya pak tidak apa-apa " jawabnya