The Shadow Of Love

The Shadow Of Love
Mulai sekarang adalah tingkatkan berikutnya



" Apa kalian sudah selesai memilih senjata" teriak seorang


" Sudah " jawab mereka serempak


" Jika begitu segeralah kemari" gumam nya


Mereka pun mengikuti instruksi nya dan segera kembali ketempat latihan


" Kelihatannya semua memilih senjata yang berbahaya" celetuk Arthur " Seperti sebilah tombak, pedang dan belati" hanya seutas tali logam, linggis dan ember saja sepertinya yang ada di gudang, mengapa kalian tidak memilihnya "


" Ya kerena itu hanya benda yang tak berguna atau rongsokan saja" sahut Wonder


" Kalian tidak kapan akan membutuhkan sebuah ember yang bagus atau seutas tali logam yang kuat bukan? " Jawab Arthur


" Dengarkan baik-baik latihan kali ini karena kejelian dan kekuatan akan sangat dibutuhkan saat ini" ujar Arthur


" Ya betul kalian akan diberikan sebuah bendera sebagai tanda kerajaan kalian latihan kali ini


Kalian akan diberikan misi untuk mengumpulkan semua bendera termasuk milik musuh siapapun yang bisa mengumpulkan semua itu dan memberikannya kepada kami maka dialah yang berhasil memenangkan pertandingan ini " sahut Merlin menjelaskan dengan memberikan masing-masing bendera dengan berbagai warna dan corak yaitu dengan Wonder yang menerima bendera berwarna kan kuning cerah ,Agro yang mendapatkan bendera berwarna biru langit sedangkan Avion memperoleh sebuah bendera berwarna putih


" Ya baiklah,Aku akan memenangkan nya " celetuk Wonder yang mengacungkan tangan nya bersemangat seakan-akan ia yakin pasti akan menang


Mereka pun segera menempelkan bendera nya di bagian yang telah ditentukan


"Bagaimana cara ku mengambil bendera mereka sedangkan mereka menggunakan senjata yang sangat berguna dan berbahaya " ujar Avion dengan kebingungan memikirkan cara agar memenangkan pertandingan ini setelah beberapa saat memikirkan nya ia mengingat sesuatu yang diucapkan oleh Arthur


" Iya aku butuh tali logam itu untuk membuat simpul mengikat bendera itu dan menariknya dengan segera " ucapnya " Namun aku harus mengalihkan perhatian mereka berdua agar bendera ku tidak di incar mereka berdua "


Ia pun segera melakukan rencananya yaitu dengan mengadu domba Agro dan Wonder . Rencananya berjalan dengan lancar mereka berdua saling menyerang dan tidak memperhatikannya


" Baiklah kurasa ini waktu yang tepat " ucapnya dengan tergesa-gesa menuju gudang dan mengambil seutas tali


" Dimana tali itu " gumamnya terengah-engah setelah beberapa saat ia mencari


" Nah akhirnya ketemu" ujarnya sambil mengambilnya " Sekarang aku hanya perlu mengendap-endap dan mencurinya satu-persatu " Avion pun menyusup ke bagian musuh dengan mengendap-endap dan mencurinya setelah beberapa saat


" Ayo lah , tinggal satu saja , terikat lah bendera sialan " rintihnya " Nah "


" Wond kau sudah kalah serahkan bendera mu " ucap Agro dari kejauhan yang menuju kemari


" Gawat mereka telah selesai bertikai, aku harus segera pergi secepatnya " ujarnya yang langsung berlari dan melompat melewati Agro


" Hey bagaimana kau bisa mendapatkan bendera ku juga, " tanya Agro yang melihat semua bendera dalam genggaman Avion


" Rahasia " celetuknya dan langsung meninggalkan nya ia pun segera berlari namun Agro mengejarnya


" Wonder jaga dia, dia telah memperoleh semua bendera kita " gumam Agro dengan berlari


" Apa...,Aku tidak akan membiarkan mu pergi " jawab Wonder dengan mengangkat tombaknya


" Sialan, jika aku melawan mereka berdua sekaligus aku tidak akan memenangkan pertandingan ini" katanya dalam hati " Gunakan perisai... mu anak muda " terdengar suara misterius yang sontak membuatnya memandangi perisai nya " Iya aku akan melemparkan nya saja" " Splash " perisai itu mengenai tepat pada kakinya " Brukk" " Maafkan aku Wonder" ucapnya dengan meniggalkan temannya yang kesakitan


" Ini dia tuan Arthur aku berhasil memenangkan pertandingan " ucapnya dengan memberikan semua bendera yang ia dapatkan


" Kerja bagus anak muda " jawab Arthur


Setalah memberikan bendera nya ia pun segera berlari menemui teman-temannya termasuk Wonder yang kesakitan karena perisai lemparan nya


" Sialan kau Ion, sakit tau" sahut Wonder yang menyambar tangannya " Tetapi aku tidak apa-apa, aku kan seorang yang paling kuat disini "


" Halah.. lalu bagaimana kau bisa terjatuh tadi " sindir Agro dari belakang


" Ya.... karena aku mengalah pada nya saja, aku sudah bosan menang " jawab Wonder


" Bisa saja kau Wond, Wond " celetuk Avion


" Tapi kau cukup cerdik Ion kau mengadu kami, sementara kau yang memenangkan pertandingan ini dan cara mu menggunakan perisai yang seharusnya untuk berlindung kau malah melemparkan nya pada ku" ujar Wonder


" Tepatnya lebih cerdik darimu " sahut Agro menyeringai lebar


" Sudahlah ayo kita kembali ke tuan Arthur dan Merlin" ujarnya


Mereka pun menuju kembali ke tuan Arthur dengan diiringi candaan dan tawa


" Sekarang kalian semua sudah berhasil melakukan pertandingan ini, namun sayangnya Avion yang memenangkan pertandingan ini " ucap Arthur " Namun tidak masalah karena tujuan latihan kali ini hanya melihat keahlian dan kecerdikan kalian besok kalian semua akan mendapatkan hadiah "


"Benarkah... " jawab Wonder kegirangan


" Untuk latihan sekarang apa yang kalian dapatkan " tanya Merlin


" Saya " ucap Avion mengacungkan


" Ya kau Avion apa yang kau dapatkan "


" Bahwa kita harus bisa berpikir kritis dan tidak mudah dipecah belah oleh siapapun " jawabnya


" Iya betul sekali, tidak seperti Agro dan Wonder yang begitu mudah dialihkan pandangan nya dan melupakan tugas mereka " ujar Merlin


" He he he... iya " jawab Wonder dengan menggaruk kepalanya


" Mulai sekarang adalah tingkatkan berikutnya kalian akan dilatih seperti kami diajar oleh guru kami persiapkan diri kalian karena latihan ini sangat berat" ujar Arthur dengan mengerutkan kening menunjukkan wajah seriusnya" Sekarang kalian istirahatlah matahari sudah hampir tenggelam , nikmati waktu senggang kalian selanjutnya kalian tidak akan kami beri ampun"


...----------------...


" Gro, Ion kita bersantai di pinggir danau kemarin saja yok..." ajak Wonder


Mereka berdua pun mengiyakannya dan berjalan menuju ke danau mengikutinya.


" Bagaimana ya apakah kita cukup kuat untuk melewati latihan ini sendirian " ujar Avion memandang ke bawah


" Ya... pasti jikalau kau tidak kuat tenang saja ada seorang ksatria yang selalu membantu mu yaitu aku tentunya" jawab Wonder sambil membusungkan dadanya


"Tapi bila kita ingat-ingat sejak perjalanan kita menuju pusat kota selalu saja ada masalah entah itu dari Si pembuat onar atau yang lainnya... seakan-akan kita adalah ancaman " sahut Avion


" Iya " celetuk Agro menganggukkan kepalanya


" Apa ini memang takdir kita... " jawab Avion dengan memandang langit senja


" Meskipun ini sudah takdirnya, namun kita tidak boleh menyerah begitu saja ," ujar Wonder


" Tak terasa ya kita yang dahulu menikmati hidup dan duduk santai sambil bermain-main dengan Clover, Owi dan Srenk sekarang harus bermain dengan para monster dan menyelamatkan masa depan umat manusia " ucap Avion dengan berbaring menatap langit


" Waktu memang berlalu begitu cepat di dunia " sahut Agro