
Avion pun kembali ke penginapan dengan hanya membawa Wonder saja ia pun ditanyai oleh para rombongan
" Akhirnya Mereka kembali juga , aku dengar kalian menyelamatkan seorang wanita dari sesosok Monster berkepala banyak yang menggerikan
" Bagaimana kalian bisa tahu, itu semua" Tanya Avion
" Tadi ada seorang gadis yang memberitahu kami bahwa salah satu dari rombongan kami sedang dalam bahaya , kita pun khawatir karena pada saat itu hanya engkau, Wonder dan Agro saja yang tidak ada di penginapan kami mengira kalianlah yang dimaksud oleh gadis itu " jawab Orang itu
" Jadi benar kalian lah yang melawan monster itu"
" Iya benar kami lah yang melawannya "
jawab Avion
" Loh ada apa dengan Wonder sampai tak sadarkan diri dan mengapa hanya Kau dan Wonder yang kembali dimana Agro" tanya salah seorang rombongan itu
" Itu Agro masih dirawat di rumah seorang tabib karena masih sakit " jawab Avion
" Ada apa dengan Agro apakah ia terluka akibat serangan dari sesosok Monster itu" tanya Orang itu dengan khawatir
" Dia tidak terkena serangan dari monster itu namun setelah mengambil sebuah batu yang ada di atas kepala Hydra dia tak sadarkan diri "
" Syukur lah kalau hanya tak sadarkan diri " jawab Orang itu menghela nafas
" Tapi kau harus tidak terlibat lagi dalam masalah apapun bentuknya, karena kita disini hanya ingin berdagang dan itu semua demi keselamatan mu juga ,jikalau kau melakukan hal seperti itu lagi bisa-bisa kau di panggil oleh Raja dan menjadikanmu sebagai seorang prajurit " jelas nya
" Baiklah aku tidak akan terlibat lagi dalam masalah apapun " jawab Avion
" Beristirahat sekarang agar bisa berjualan besok "
Avion pun segera menuruti perkataan dan segera tidur , ditempat tidur ia memikirkan tentang hubungan tanda lahir berbentuk bulan dan matahari itu
" Ini sungguh aneh bagaimana bisa mereka berdua memiliki tanda lahir seperti itu apakah ada hubungannya dengan lagu yang dinyanyikan oleh orang misterius itu " katanya sambil mengingat-ingat lagunya
" Ya aku ingat setelah dia menyanyikan lagu yang misterius ia berpesan bahwa aku harus menjadi Matahari ku dan Bulan ku apakah itu artinya bahwa Matahari adalah Wonder dan Bulan adalah Agro "
" Ya bisa saja kemungkinan besar itu lah yang ia maksud kan"
" Tetapi apa yang ia maksud dengan Ksatria kegelapan "
Sudahlah sudah cukup aku memikirkannya lagipula itu hanya mimpi saja
Avion pun pergi tidur dan tidak memikirkan nya lagi
" Apa kah aku sudah tidur, Ya sepertinya begitu aku lucid dream lagi sepertinya kurasa ini tidak akan muncul yang aneh aneh lagi " Katanya dengan berbaring di hamparan bintang-bintang
" Haduhh lagi dan lagi suara itu lagi " ujar Avion kesal karena mendengarkan suara Harmonika lagi
" Aku harus menemuinya lagi"
Avion pun mengikuti asal suara itu
" Tunggu jikalau aku langsung menemuinya ia akan memberiku sebuah nasihat yang tidak jelas lagi"
ucap Avion " Aku akan memperhatikannya dari jauh saja"
" Sebuah harapan untuk masa depan
Percuma kalau diam saja
Akulah yang memutuskan ceritaku sendiri
Senyuman teman yang saling membantu satu sama lain akan memberi kekuatanku
Rasa sakit yang menusuk itu melukiskan takdir ini
Membalik semua keadaan jiwa baru yang telah bangkit
Mulai dari sekarang adalah tingkatkan berikutnya" Nyanyian orang misterius itu dan sekali lagi menutupnya dengan suara harmonikanya
Avion pun keluar dan menunjukkan dirinya" Sekarang apa lagi yang ingin kau sampaikan padaku"
" aku hanya akan memberikan mu ini saja" jawab orang misterius itu
" Apa ini " tanya Avion
" Ini adalah gelang yang aku kenakan saat masih muda dulu " jawab orang misterius itu
" Apa gunanya benda itu" tanyanya
" Usap lah benda itu sebelum kau tidur jikalau ingin bertemu dengan ku" jawab orang misterius itu
" Kurasa aku tidak akan menggunakannya " ujar Avion yang tak peduli dengannya
" Mungkin sekarang kau tidak membutuhkannya tapi suatu saat kau akan sangat ingin memakainya" ucap orang misterius itu " Baiklah sudah saatnya kau bangun ,bangunlah dari tidurmu dan lukis kembali takdir ku"
Sontak Avion pun terkejut dan terbangun dari tidurnya
" Wahhh tak terasa bangun-bangun sudah subuh aja" katanya dengan menguap dan segera beribadah kepada Tuhan
" Sudah bangun ternyata dia " " Kalau begitu ayo ikut kita mempersiapkan barang dagangan " ajak salah seorang
" Iya Pak ayo " Ia pun langsung menyetujui nya dan membantu mengangkat barang-barang dagang ke kereta kuda
Sesampainya di sana ia berjualan dengan penuh semangat
" Mari mari susu, sayuran segar-segar dari desa kita " ujar Avion berteriak dengan semangat
" Saya mau beli susu segarnya dua liter" kata Wanita itu
" Loh bukankan kau yang menyelamatkan ku dari Hydra tadi malam "
" Haduhh gawat dia menyadari nya " ucapnya dalam hati " Iya itu memang saya " Ujar Avion
" Terimakasih banyak atas pertolongan mu itu, Apakah kau baik-baik saja" tanya Wanita itu
" Iya aku baik-baik saja namun teman-teman ku sedang tak sadarkan diri sekarang " jawabnya " Tapi mereka tidak terlukai oleh Hydra"
" Ngomong-ngomong aku adalah cucunya Gandalf, Mona"
" Jadi kau Mona ya, namaku Avion " ujarnya " Ini sudah selesai pesanan mu"
Mona pun pergi pulang setelah menerima pesanannya
" Tunggu bukankah di Mona yang pernah aku temui waktu kecil dulu saat Agro menemukan pedang aneh" Ya kurasa memang dialah Mona yang dulu pernah aku temui, tapi mengapa ia sama sekali tak mengenal ku, mungkin saja ia melupakan nya, lagipula kita tidak pernah berbicara " " Sudahlah itu tidak penting, aku lanjut berjualan saja "
" Hah tak terasa sudah hampir habis saja dagangan ku ini, tinggal susu 1 liter dan 5 buah jagung" katanya dengan tersenyum lebar " Alhamdulillah lah, kalau begitu aku pulang dulu saja untuk menyadarkan Wonder di bawah terik matahari " Avion pun segera mengemasi barang-barangnya dan kemudian pulang
" Sudah sampai enaknya ,Wonder aku jemur dimana ya " Katanya dengan mencari-cari tempat yang cocok
" Ahh di belakang rumah ini saja, tempatnya cukup luas "
Setelah menjemur Wonder dengan cukup lama akhirnya ia tersadarkan
" Eh Avion bangunlah " ucap Wonder yang melihat Avion yang tertidur dengan duduk di samping nya
" Akhirnya kamu sadar juga " kata Avion
" Kalau begitu ayo kita makan dan segera pergi ke rumah seseorang untuk menjemput Agro" ajak Avion
" Ada apa dengan Agro, Apakah ia terluka karena Monster itu" tanya Wonder
" Tidak dia tidak terluka di hanya tak sadarkan diri sama seperti kau" jawab Avion " Sudahlah ayo kita makan "
" Ya kalau makan ,Wonder jangan disuruh ini ahlinya " ujar Wonder
" Haha baru juga sadar kau sudah membuat lelucon saja" kata Avion tertawa kecil