
Setalah beberapa saat terombang-ambing di lautan akhirnya mereka berhasil mendarat di seberang pulau
" Selamat datang di pulau Socorro " tertulis di papan kayu yang menempel di pohon kelapa
" Akhirnya kita sudah sampai perutku sangat menderita ditengah lautan besar,baiklah ayo kita segera melanjutkan perjalanan ini" Ajak Wonder dengan berjalan
" Kemana " tanya Avion tersenyum
" Ya tentu saja ke Forbidden land, Ion Ion" jawab Wonder, menggelengkan kepalanya
" Bagaimana caranya.. " ujar Avion menaikan satu alis nya
" Ya tentu dengan mengikuti peta yang dibawa Agro..........." jawabnya menghentikan langkahnya " Tidak.... " jerit nya menyadari bahwa Agro tidak sedang bersamanya
" Sudah-sudah jangan panik, kita hanya perlu menunggunya saja" ucap Avion menenangkan nya sambil menepuk-nepuk pundaknya " Kita beristirahat di sana saja " menunjuk sebuah pohon kelapa besar
Setalah beberapa saat menikmati angin sepoi-sepoi dan angin tropis menyentuh pipinya membuat mereka tertidur lelap
"Hu ha hu ha hu" suara bernada tinggi dengan diiringi oleh gemeretakan kaki pria dewasa
" Woy woy ada apa ini , lepaskan kita, apa kalian tidak tahu kami ini seorang ksatria " gumam Wonder yang mendapati dirinya telah ditandu secara terbalik dengan kaki dan tangan yang diikat
" Tidak ada gunanya Wond mereka tak mungkin mengerti bahasa kita kurasa pria-pria itu adalah penghuni asli pulau ini" sahut Avion memerhatikan sekelilingnya dan tepat pada saat itu ia melihat seorang Elf berdiri di ranting pohon menatapnya
Mereka pun di tandu oleh para pribumi itu sampai ke hadapan seorang laki-laki tua berpakaian kulit singa dengan memegang tombak dan memiliki ukiran di tubuhnya yang sedang berbicara bersama orang-orang yang disekitarnya
" Sekarang bagaimana ini Ion" ucap Wonder gemetaran dengan keringat sekujur tubuhnya sampai-sampai seperti orang yang sehabis selesai berenang
" Ya bagaimana lagi kita akan dijadikan sup sepertinya " ujar Avion tersenyum kepadanya
" Jangan gitu dong Ion, ini gak lucu " rengek Wonder dengan mata melebar
...----------------...
Tiba-tiba sebuah anak panah melesat mengenai salah satu pribumi itu membuatnya langsung terjatuh "Brukk" dengan tumbang nya salah satu dari mereka menyebabkan kegaduhan diantara sekumpulan pribumi itu , Mereka pun sedang menyiapkan senjata mereka untuk melancarkan serangan balik meninggalkan Avion dan Wonder sendirian mereka pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk melepaskan talinya
" Haduhh tali apa sih yang dipakai para pribumi itu tanganku sampa sakit" gerutu Wonder sambil melepaskan tali itu
Tiba-tiba seorang pria bertopeng kayu dengan ukiran yang khas muncul di hadapan mereka bersenjatakan pedang ia langsung melepaskan tali itu dan menyuruh mereka segera mengikutinya dengan lambaian tangan. Avion dan Wonder tak ingin melewatkan kesempatan ini langsung berlarian pontang-panting keluar dari sana selesai sudah dirasa cukup jauh mereka pun berhenti di sebuah pohon yang sangat besar
" Kamu ini sebenarnya siapa, dan mengapa engkau menyelamatkan kami bahkan kami saja tak mengenalimu " tanya Avion yang masih terengah-engah . Orang itu pun langsung membuka topeng nya
" Agro.... " seru Avion dengan mata melebar" Tapi bagaimana bisa kamu mengetahui bahwa kita telah diculik oleh para pribumi"
" Sudahlah masuklah dahulu " ujar Agro dengan memasuki sebuah lubang di pohon itu
" Wahh diluar dugaan ku pohon ini sangat besar dan sangat indah sampai seperti sebuah rumah sungguhan" ujar Wonder dengan mulut menganga dan mata yang hampir keluar. Di sana terlihat seorang Elf berkulit putih berpakaian hijau seperti daun dan berdiri di hadapan nya
" Tidak ikhlas " sindir Wonder dengan menyeringai lebar dan memalingkan wajahnya
" Sudahlah kalian berdua, tapi kami sangat berterima kasih kepadamu Elrond, kukira kau tidak memperdulikan kami dan hanya melihat kita tersiksa" ujar Avion sedikit menundukkan kepalanya
" Aku tidak akan menolong mu jika kalian tidak memiliki tujuan yang sama dengan ku, " gumam Elrond dengan tatapan tajam " Bukan kah kalian ingin mengalahkan Colossus Gaius dan mengambil Kain Wol suci "
"Iya benar, tetapi mengapa kamu ingin mengalahkan Colossus Gaius" tanya Avion dengan mengerutkan keningnya
" Dahulu kala banyak Elf yang hidup disini termasuk keluarga ku kita hidup damai disini namun semua itu sudah berakhir sejak kemunculan makhluk sialan Dormin kami pun bertarung melawan Dormin dengan manusia yang pada akhirnya menyebabkan kematian banyak Elf dan manusia, awalnya kita masih bisa bertahan setelah peperangan itu namun dikarenakan rumah kami yang sangat dekat dengan Forbidden Land atau penyegelan Dormin membuat kami harus bertarung melawan semua orang yang ingin mendapatkan kekuatan Dormin dan membuat nya bangkit kembali ,lambat laun para Elf mulai berguguran akhirnya hanya tersisa aku disini sendirian "ujar Elrond dengan mata memandang kebawah
" Kasihan sekali kau, pasti tidak enak menjadi satu-satunya yang terselamatkan dari bangsa mu" sahut Wonder dengan mata yang berkaca-kaca " Tapi kau bisa menjadi anggota keluarga kami " ujar Avion dengan memegang pundaknya memecahkan suasana
" Iya benar itu! " sahut Wonder mengusap air matanya
" Jikalau sudah, acara aktingnya ayo segera tidur dan beristirahatlah " ucap Agro sambil memanjat pohon menuju tempat tidur
" Jangan dihiraukan dia memang begitu sedari dahulu " bisik Wonder melirik nya
Mereka pun segera memanjat pohon dan segera beristirahat batang pohon kayu yang bergesekan menimbulkan suara yang sangat khas membuat mereka semakin mengantuk dan segera tertidur pulas
...----------------...
Keesokan harinya mereka pun terbangun dari tidur lelapnya dengan suara kicauan burung
" Eh... eh apa ini, Aduh.. aduh " rintih Wonder kesakitan
" Ha... ha... ha.. " tawa mereka menggema didalam pohon itu
" Makanya tidur mulu, rasakan burung pelatuk itu " sindir Agro menyeringai lebar
" Fred sini, " ucap Elrond dengan bersiul memanggil burung itu segera burung itu terbang dan bertengger di pundaknya
" Dasar burung sialan, ku potong baru tahu kau" gumam Wonder menatap tajam mengepalkan tangannya seketika burung itu ketakutan bersembunyi di balik Elrond
" Sudah-sudah ini semua salahmu sendiri " ucap Avion menenangkannya " Sekarang ayo segera melanjutkan perjalanan "
Mereka segera menuju keluar menaiki kudanya dan memacu nya dengan cepat,
" Akhirnya kita sampai di old stone bridge " ujar Elrond menghela nafas melihat jembatan itu
" Wah panjang sekali jembatan itu sampai-sampai ujung nya tak terlihat mata " gumam Wonder dengan mata melebar terpukau
" Terlalu melebih-lebihkan kamu Wond "ucap Avion menyeringai lebar
" Sudah ayo segera kita lanjutkan " sahut Elrond dengan memacu kudanya