
Mereka pun makan bersama dan segera bersiap
" Baiklah kalau sudah selesai makannya, ayo kita segera pergi orang itu pasti sedang menunggu kita seseorang" ajak Avion
" Memangnya ada apa sih Ion" tanya Wonder
"Sudahlah ikut saja denganku kau akan segera mengikutinya " jawabnya
Tanpa bertanya lagi Wonder langsung mengiyakannya " Baiklah"
Mereka pun berangkat dengan segera
" Ion kita naik kereta kuda saja itu lagipula keretanya nganggur nggak ada yang memakainya " bujuk Wonder
" Alasan saja kamu ,bilang saja kalau kamu malas untuk berjalan kaki" kata Avion " Ya sudah kalau begitu demi menghemat waktu"
Kemudian mereka pun berangkat akhirnya setelah beberapa saat Avion dan Wonder sudah sampai di tujuan nya
" Mengapa kita berada di depan rumah tua ini Ion" tanya Avion
" Sudahhh masuk saja "jawabnya dengan mengetuk pintu
" Tok tok tok " "Assalamualaikum tuan apakah anda di rumah "
" Ya masuklah " jawab seseorang
Mereka pun memasuki rumah itu
" Jadi dia sudah sadar ya si Matahari " ujar orang itu " Perkenalkan namaku adalah Merlin Verzan tabib terkenal di kota ini panggil saja aku Merlin
" Orang ini aneh Ion ayo kita pergi saja " bisik Agro
" Sudahlah aku juga cukup aneh bagiku" jawabnya
" haa apa begitu tega kau mengatakan itu" ucap Wonder dengan histeris
" Sudahlah jangan drama lagi" sahut Avion
" Yap" Sontak wajah nya langsung berubah " Hey apa yang kalian bisikan " tanya Merlin
" Tidak ada kok pak" jawab mereka serempak
" Sudah sekarang kalian ikutilah aku " ucap Merlin
Avion dan Wonder pun mengikutinya kesebuah kamar dan terlihat Agro yang masih lemas berbaring di atas kasur itu"
Melihat itu sontak mereka terkejut dengan apa yang dihadapannya " Apa yang telah kau lakukan padanya, kau orang tua pasti yang melakukan ini semua, "
ujar Wonder
" Hey Wonder jaga ucapan mu dialah yang merawat Agro sampai ia tersadarkan " bentak Avion
" Sudahlah jangan bertengkar, lagipula aku juga tidak tersinggung atas perkataan nya ini adalah hal yang wajar bagi seorang matahari yang mengkhawatirkan bulannya " ucap Merlin
" Sekarang bila kau sangat menginginkan dia sembuh letakan tanganmu di kepala Agro dan bayangankan kekuatan mu engkau salurkan padanya seperti sungai yang mengalir "
" Apa yang kamu maksudkan aku saja hanya pemuda biasa bagaimana aku bisa menyalurkan kekuatan ku bahkan aku saja tidak memilikinya " jelas Wonder
" Sudahlah Wond ikuti saja perkataan nya " sahut Avion
Wonder pun segera menuruti perkataannya dan meletakkan tangannya kemudian ia berusaha untuk membayangkan kekuatan yang mengalir seperti air yang disalurkan nya kepada Agro dengan menutup kedua matanya. Tiba-tiba seberkas sinar muncul ditangannya dan semakin lama sinar itu maka semakin kuat
" Ahhh silau sekali " gerutu Avion
" Ya memang sangat silau karena ini berasal dari sinar matahari yang tersimpan di dalam tubuh nya"
Setelah beberapa saat kemudian cahaya itu mulai meredup dan bersamaan pada saat itu Agro kembali sehat seperti semula
" Lihat itu Agro sudah sadar, Hey Wonder buka matamu " teriak Avion
" Syukurlah kalian berdua selamat " ucap Avion dengan memeluk mereka berdua erat-erat
" Entahlah dia juga seperti itu saat aku bangun, mungkin dia habis makan makanan basi" jawab Wonder
" Hemmm melihat kalian bertiga seperti ....." sahut Merlin terharu
" Seperti apa katakan kami " ujar Wonder
" Iya jangan buat kami pulang dari sini dengan membawa rasa penasaran " tanggap Agro
" Iya Baiklah jika kalian memaksa, Aku melihat kalian teringat akan masa laluku bersama dengan Percival, Khafid dan Drake" jawabnya dengan mata berkaca-kaca
" Ceritakan pada kami tentang mereka bertiga" tanya Agro penasaran dengan nama-nama asing itu " Ya pak mohon ceritakan kami tentang masa lalumu bersama Percival, Khafid dan Drake"
" Dahulu kala kami tidak mengenal satu sama lain kami dipertemukan saat sedang mendaftar menjadi prajurit kerajaan untuk menghancurkan kekuasaan Dormin yang telah menindas kami dan membuat onar . Sebelumnya kami tidak seakrab yang orang-orang kenal. Kita berkenalan satu sama lain pada saat berada dalam satu kelompok untuk melakukan misi agar bisa menekan kekuasan Dormin di sebelah timur kota . sejak saat itu pertemanan kita terjalin begitu erat ,kami tidur di tenda yang sama dan bercerita tentang masalah masing-masing sampai tertidur. Kemudian pada setelah bertahun-tahun menjadi pejuang kerajaann kami berempat diangkat pangkat nya menjadi ketua pasukan kami ditugaskan untuk membunuh Medusa yang telah menjadikan para panglima sebelumnya menjadi patung,
" Bukankah Medusa itu tangan kanan Dormin " sahut Avion yang sadar dengan perkataan yang pernah ia dengar tapi entah dimana
" Iya itu sekarang, tetapi dahulu Medusa hanya seorang wanita terkutuk saja , masih banyak monster- monster yang lebih ganas darinya yang sekarang telah mati saat pertarungan terakhir semua bangkai itu telah diawetkan didalam kerajaan-kerajaan kalian bisa melihat nya, dikarenakan Medusa telah melarikan dan menyelamatkan dirinya mungkin dia sudah mendapatkan kekuatan baru , karena para makhluk-makhluk itu akan bertambah kuat seiring dengan bertambahnya usia mereka "
" Lalu apa yang selanjutnya kalian lakukan untuk melawan Medusa, dan mengapa Medusa masih bisa hidup sampai sekarang, bukankah kalian mendapatkan misi untuk membunuh nya " tanya Wonder menyeriangi lebar
" Itu semua karena kebaikan Khafid jikalau dia tidak memberi ampun kepadanya saat itu mungkin kepala Medusa sudah terpajang didinding kerajaan,"
" Antara bodoh dan terlalu baik " sahut Wonder menyeringai lebar menaikan alisnya
" Khafid bukanlah orang bodoh! ia melakukan ini semua karena pada saat itu Medusa hanya seorang anak kecil saja yang telah terkutuk karena melawan ibunya " bentaknya dengan menunjukkan wajah merahnya
" Medusa menceritakan pada kami bahwa ia menyesali perbuatan yang telah dilakukannya namun ia mengatakan bahwa penyesalan tidak ada gunanya , Khafid yang melihat itu mungkin ia merasa tersentuh melihat Medusa kami yang tak ingin membantah Khafid pun hanya bisa menurutinya karena ia yang paling bijaksana diantara kita bertiga. Kami mengira Medusa telah berubah seutuhnya namun setelah kematian Khafid ia kembali kejalan kegelapan "
" Jikalau kau dulu seorang panglima mengapa tuan sekarang menjadi tabib "
tanya Avion
" Singkatnya setelah kami berhasil menumbangkan beberapa monster kami mendapatkan misi terkahir sebagai seorang Pemimpin Pasukan untuk berlatih keahlian bersama seorang penerus cahaya yang ada di puncak Mountain of Worship yang ada di Land of Light "
" Ha? Land of Light dimana itu aku tak pernah mendengarnya" tanya Agro
" Wajar jikalau kalian tidak mengetahui nya karena Land of Light adalah pulau rahasia yang peta menuju nya hanya dimiliki oleh para Raja "
" Kami diberi oleh Raja salinan peta itu, dan sekarang sudah kami kembalikan setelah melakukan misi untuk menjaga kerahasiaannya "
" Mengapa pulau itu sangat dirahasiakan apakah ada sesuatu di sana? " ujar Avion dengan pertanyaan beruntun
" Karena untuk menjaga keselamatan para Orang terpilih untuk bisa berlatih dengan aman tanpa gangguan dari Dormin dan antek-anteknya" jawabnya
" Lanjutkan kisah tentang apa yang kalian dapat kan di sana" tanya Agro
" Kau begitu penasaran ya anak muda ,baiklah aku akan melanjutkan nya, Kami berlatih bersama dengan guru Finchen kami dilatihnya sampai-sampai kita hampir tiada karena beratnya latihan yang diberikan namun beratnya latihan tidak akan menyurutkan tekad kami, kita selalu meyakinkan satu sama lain bahwa kita bisa melewati ini semua demi masa depan umat manusia ,setelah bertahun-tahun kita mendapatkan hadiah sekaligus latihan terakhir yaitu menguasai batu lima orbnica yang diberikan olehnya. Kami berempat tidak memilih batu itu namun batu itu yang memilih kita memang sedikit aneh namun itu lah yang terjadi baru itu seperti memiliki hatinya sendiri,
Percival mendapatkan batu berwarna Zamrud , yang bernama Agamos ( Time Stone)
Drake mendapatkan batu berwarna merah darah yang bernama Zapton ( Power Stone)
Kahfid mendapatkan batu berwarna biru laut disebut dengan Grench ( Mind Stone)
Dan aku mendapat batu berwarna putih seputih tulang bernama Aprience ( Life Stone )"
" Lalu batu yang satunya lagi dipakai oleh siapa tuan Merlin? " tanya Agro
" Batu yang satunya lagi atau Verogh ( Illusion Stone ) dipegang oleh adik dari Percival yang membuntuti kami sampai kesini " ujarnya
" Enak sekali dia tidak perlu menjadi prajurit langsung menjadi seorang panglima, memangnya siapa namanya" ujar Wonder dengan iri hati dengan orang itu
" Arthur dia yang paling termuda diantara kita meskipun dia yang termuda ia cukup kuat di antara kita"
" Apa kekuatan dari batu yang kau peroleh itu "
" Aprience memiliki kekuatan untuk menyembuhkan luka sekaligus memberikan energi kepada pasukan dan memanggil arwah para prajurit yang telah gugur untuk membantu kita Maka dari itulah aku menjadi seorang tabib karena batu itu bukan untuk bertarung namun untuk memberi energi dan menyembuhkan luka mereka , awalnya aku sangat tidak menyukai Aprience dan seringkali tidak menggunakannya karena aku mengira bahwa batu itu tak berguna namun pada suatu peperangan kita mengalami kekalahan telak, banyak prajurit yang kesakitan termasuk teman-temanku disaat itulah pertama kali aku menggunakan Aprience sejak kejadian itu perspektif ku tentang batu itu benar-benar berubah drastis aku menyadari bahwa batu itu sangat penting dan berguna selama nya tetapi pada saat itu aku belum bisa memaksimalkan kekuatan Aprience dan memanggil arwah dalam jumlah besar , butuh waktu yang sangat lama bahkan lebih lama dari latihan kita sebelumnya untuk mengendalikan batu itu dan mempergunakannya semaksimal mungkin.