
Di saat yang bersamaan Lia bermimpi dia berada di lembah yang sangat indah. Dia bisa melihat padang rumput yang hijau. Serta bunga sakura yang bermekaran berwarna pink muda yang di padukan dengan rerumputan yang menimbulkan suana tentram. Bahkan tak berapa jauh ada sebuah air terjun yang mengalir, dan disekitar air terjun tersebut tumbuh pohon mapel yang sangat indah.
Sambil menutup mata Lia merasakan ke nyamanan tersebut. Saat Lia membuka mata Lia melihat sesosok perempuan yang memiliki paras yang sangat rupawan duduk di atas pohon sakura. Lia menatap wanita itu, dia melihat di dahi wanita tersebut terdapat sebuah tanda bergambarkan sebuah kunci yang sangat misterus. Saat Lia termenung menatap wanita tersebut, wanita itu berbicara pada Lia.
"Apakah kau suka lembah ini?" Tanya perempuan tersebut.
"Anda siapa ?" Lia balik bertanya.
"Bukankah kau harus menjawab pertanyaan ku dulu baru balik bertanya, itu merupakan etika yang benar." Sambut perempuan itu.
Mendengar hal tersebut Lia tak bersuara dan memandang perempuan tersebut dengan waspada.
"Baiklah kalau begitu biar aku yang bicara, kau adalah Lia anak dari fadi setiawan dan emi yanti kakak dari Lily apa aku benar."
"Siapa sebenarnya kamu bagaimana bisa kamu tau tentang aku." Lia semakin waspada.
"Sekarang jawab pertanyaan ku dengan jujur apa kau suka lembah ini." Sambil melayang perempuan tersebut turun dari pohon dan mendekati Lia.
"Iya aku menyukainya cuma karena tempat ini indah." Jawab Lia sambil menjauhkan wajahnya.
"Apa kau ingin melindungi tempat ini?"
"Untuk apa aku harus melindungi tempat ini kan tempat ini nggak kenapa napa lagian aku nggak tau ini dimana."
"Karena kamu menyukainya maka kamu harus melindungi tempat ini."
"Kenapa harus aku."
Perempuan itu tidak menjawab pertanyaan Lia. Dia mendekat ke Lia lalu perempuan tersebut mengulurkan tangannya ke keningnya Lia dan keluar lah cahaya yang sangat menyilaukan mata. Lia tidak bisa membuka matanya. Setelah cahaya tersebut menghilang Lia pun membuka matanya dan melihat perempuan tersebut menghilang.
Kemudian Lia memeriksa keningnya di air terjun melihat sebuah tanda seperti kunci di keningnya yang menyala nyala.
"Gedebuk" Lia terjatuh dari tempat tidurnya.
"Aduh ssstt sakit sekali." Lia memengang kepalanya yang terkena kaki meja.
"Oh iya simbolnya." Lia teringat dengan simbol yang dia mimpikan tadi dan bergegas kedepan cermin.
"Haaaaah ternyata benar ada simbol disini."
"Aduh nggak bisa ilang lagi nih bagaimana cara menghilangkannya sih kalau yang lain lihat bagaimana nih nanti mereka pikir tato lagi." Pekik Lia dalam hatinya.
Tak berapa lama kemudian simbol tersebut perlahan pudar.
"Eh kok udah ilang tadi ada untunglah kalau sudah hilang."
"Ja-ja-jangan jangan mendekat pergi pergiiii." Tiba tiba Lily berteriak ketakutan.
"Lily Liliiiy bangun banguuun Lily." Lia mengguncangkan badan Lily yang sedang tertidur.
"Kaa-aak kaaak huuhuhuu" Lily yang terbangun mulai menangis.
"Nggak apa apa Lily ada aku disini kamu mimpi buruk ya." Lia memeluk Lily yang ketakutan sekujur tubuhnya penuh dengan keringat dingin.
Ketika Lily udah merasa tenang Lia bertanya kepadanya apa yang sebenarnya dia mimpikan.
"Tadi awalnya aku seperti berada di tempat yang sangat indah, tetapi setelah seseorang memegang dahi ku tiba-tiba tempat tersebut berubah menjadi tempat yang sering terjadi kematian. Lalu aku seperti ditemani oleh seseorang namun aku tidak tau itu siapa. Yang jelas di dahinya ada simbol kunci kami berdua diserang oleh seseorang yang aku tidak kenal wajahnya hitam nggak kelihatan tapi dia pakek kalung yang berbentuk sangat aneh. Dia ingin membunuh kami tapi teman itu menghalang pedangnya dan mengenai perutnya. Kemudian pria itu berniat membunuhku tapi kakak kemudian membangunkanku aku sangat takut."
"Mimpi ini hampir sama dengan mimpiku tadi tapi agak berbeda sedikit." Pikir Lia dalam hatinya.
[BERSAMBUNG]