
Setelah para panitia membereskan peristiwa kecubur tersebut lomba kembali di lanjutkan. Leedo dan Lily sufah menunggu nunggu pengumuman pemenang lomba tersebut. Setelah beberapa saat akhirnya panitia mengumumkan pemenang. Lia dan Zico juga ikut menontonnya.
"Baiklah pemenang lomba memancing akan kami umumkan." Ucap salah seorang panitia.
"Kita akan mulai dari juara tiganya dulu." Sambung panitia di sampingnya.
"Dan juara ke tiga jatuh kepada~a pak kifli selamat kepada pak kifli silahkan kemari untuk mengambil hadiahnya."
"Yah kupikir kandidat ku tadi, tapi nggak papalah masih ada juara pertama dan kedua." Ucap Leedo kesal sambil meninju telapak tangannya sendiri.
"Baiklah sekarang kita lanjut ke pemenang kedua."
"Ayo ayo sebut nama kandidat gue biar gue menang." Ucap Leedo yang tidak sabaran sambil memainkan jari jari tangannya.
"Dan juara pemenang kedua adala~ah adik kecil reza selamat kepada adik reza bisa jadi juara kedua ayo silahkan kemari."
"Yeeeahh akhirnya menang, baiklah Lily siap siap untuk mengabulkan permintaan aku." Ucap Leedo dengan tangan tersilang bangga akan dirinya.
"Ehh jangan kepedean dulu juara pertamanya masih belum di umumin, kalo gue yang menang ntar nggak ada yang bisa nurunin bahu lu yang udah naik ke atas langit itu." Ejek Lily dengan percaya diri karena yakin dia bakal menang walaupun tidak bisa menang setidaknya bisa menyindir Leedo dulu.
"Kita liat aja siapa yang takut."
"Selanjutnya inilah yang udah kalian tunggu tunggu, yaitu juara pertama."
"Ini panitia banyak bacot amat bukannya langsung umumin aja biar cepat selesai dan gue bisa menang dari si Leedo." Ucap Lily kesal karena Leedo ngompor ngomporin.
"Udahlah ngaku kalah aku akan meringankan sedikit beban dari permintaannya aku nantinya." Ucap Leedo ngomporin Lily.
"DIIAAMM!! Bikin hati tambah panas aja." Lily memukul kepala Leedo.
"Juara pertama jatuh kepada~aaaa, pak rudiii silahkan mengambil hadiahnya dan yang belum bisa menang jangan patah semangat kalian bisa coba lain kali."
"Yeeeaahh"
"Haaaaaah"
Seru Lily dan Leedo bersamaan tetapi dalam keadaan hati yang berbeda.
"Bagaimana dia bisa kalah sih padahal kan dia tadi lumayan jago mancingnya."
"Makanya jangan menilai orang dari luar aja tapi juga dari dalam biar nggak salah pilih dan sekarang kamu harus nepati janji kamu."
"Iya iya bawel banget emang apa yang kamu mau."
"Nanti aku bilang, kita pergi temui Lia sama Zico dulu."
Mereka pun pergi meninggalkan area perlombaan.
"Gimana perlombaannya seru."
"Seru sih kak tapi kalo aku menang pasti tambah seru." Jawab Lily kesal dan kecewa.
"Kalo menurut aku sih seru seru aja, mungkin seseorang kalah taruhan makanya mukanya jadi cemberut gitu."
"Makanya lain kali kalo nggak mau kalah jangan taruhan kan jadi rugi diri sendiri."
"Pancingan kita gimana kak apa ada yang gigit."
"Enggak ada dari tadi nggak ada ikan satu pun, kayaknya ikan di sini pada pindah ke sebelah deh."
"Ya udah kak kita pulang aja capek Lily nunggunya."
"Yah rugi deh kita datengnya."
"Kalo aku ada rugi ada untungnya juga sih lumayan dari pada bosen di villa terus."
"Ayo kita pergi"
Mereka pun pergi pulang dan sebelum Lia pergi dua menoleh lagi ke belakang untuk memastikan apa yang dia liat tadi. Dan benar saja penampakan tersebut muncul lagi dan seketika Lia sudah memahami apa yang terjadi tadi adalah memang ulah hantu tersebut. Namun Lia terlalu takut untuk akat bicara dan kalo bilang pun nggak ada yang bakal percaya. Kemudian Lia berbalik dan menyusul teman temannya yang udah di depannya.
[BERSAMBUNG]