
Sebelum membaca......
Jangan lupa like dan come novel ini serta dukung autornya......
***Let's go to the novel***
Liburan semester terakhir, lily dan lia ingin pergi berlibur ke villa keluarga mereka yang berada di puncak.mereka ingin berliber dengan pacar mereka yaitu Zico dan Leedo. Zico adalah pacarnya Lia dan Leedo adalah pacarnya Lily. Lily dan Lia meminta pacar mereka untuk mem-persiapkan apa yang mereka butuhkan ketika berlibur nantinya. Malam hari Lily dan lia sibuk mengemas pakaian merwka ke dalam koper.
"Lily kamu sudah mengemas semua pakaian dan barang yang kamu butuhkan ketika berlibur nanti." Tanya lia sambil mengemas kopernya.
"Hampir selesai kak." Jawab Lily singkat.
"Kalau udah selesai nanti kita turun ke bawah ya, aku mau nanya ke mama nanti."
"Mau nanya apa kak?" Tanya Lily sambil menoleh kearah kakaknya.
"Itu loh aku mau nanya soal lokasi villanya."
"Bukankah dulu kita pernah pergi sekali kenapa mau nanya lagi?"
"Kan dulu kita perginya waktu kita SD sekarang kita udah kuliah mana kakak ingat lagi." Jawab Lia sambil menutup kopernya.
"Oh iya aku lupa udah lama banget ya." Jawab Lily sambil tersenyum.
"Udah selesai belum ngemas pakaiannya kalau udah ayo ke bawah."
"Udah yuk"
Setelah selesai mengemas pakaian mereka, Lily dan Lia turun ke ruang makan. Mereka duduk sambil berbincang dengan mama mereka.
"Mah papa mana mah kok udah jam setengah delapan papa masi belum pulang."
"Papa baru aja pulang, tapi tadi pergi laga dengan pak farhan."
"Pergi kemana, emang papa nggak capek habis di kantor seharian, biasanya kalau pulang papa pasti minta Lily pijitin."
"Papa pergi ngopi entar juga balik."
"Oh iya mah villa kita yang di puncak itu di mana yah?" Tanya lia
"Villa kita, kenapa emangnya, kok tiba-tiba nanya soal villa?"
"Bukan apa-apa sih, cuma liburan semester ini kita mau pergi berlibur kesana di temani sama Zico dan Leedo bolehkan?" Jawab lia sambil makan buah yang ada di meja.
"Boleh-boleh aja sih, tapi benar di temani sama Zico dan Leedo, bukannya keluarga mereka mau pergi berlibur ke rumah keluarga besar mereka?"
"Mereka nggak pergi yang pergi cuma papa dan mama mereka dan juga siimuuuut chimchim. Jawab Lily dengan ekspresi lebay nya.
"Ooohhh, tapi apa yang kalian tanya tadi ya mama lupa."
"Iiihh mama kita tanya soal villa."
"Waduh kompak amat jawabnya emang kalau kakak beradik pasti ada aja kejutannya."
"Bukan kejutan tapi penyakit pelupa mama itu udah kebangetan." Jawab Lia.
"Okey udah kembali kelaptop(jawab mama dengan irama anehnya), villa kita ada di gunung bromo dekat dengan hutan mati nama kampungnya kalau nggak salah sih lembah kegelapan."
"Huh lembah kegelapan!! Kenapa nama kampungnya seram banget bikin bulu kuduk merinding dan tiba-tiba kenapa di sekeliling terasa dingin huhuhu." Lily ketakutan.
"Mah emang kenapa dinamakan lembah kengelapan." Tanya Lia sambil menarik kursinya mendekat karena penasaran.
"Di namakan lembah kegelapan karena memang disana terkadang siang hari terasa seperti hampir sore hari dan di waktu malampun sangat gelap gulita jadi karena itu, tapi kan sekarang udah modern udah banyak lampu kok disana."
"Untung kupikir disana memang menyeramkan syukurlah itu ternyata cuman dulu." Ucap Lily sambil menghela nafas panjang.
"Oohh papa pulang pah duduk sini pah samping Lily."
"Iya papa duduk samping Lily tersayang."
"Paah kita mau liburan ke villa di puncak boleh nggak please hmmhmm?" Pinta Lily dengan aegyo imutnya.
"Boleh untuk Lily tersayang apa saja boleh tapi harus ada yang nemanin."
"Ada kok yang nemanin."
"Siapa emangnya"
"Leedo dan Zico"
"Ini berlibur atau bulan madu hhuh?" Tanya papanya sambil mencubit hidung Lily
"Berliburlah tapi kalau bulan madu boleh juga sih hehehe." Lily tertawa dengan sangat aneh.
"Boleh sih tapi jangan nakal dengar apa yang Leedo dan Zico katakan."
"Iih papaang kok lebih pilih mereka dari anak sendiri."
"Karena papa percaya pada mereka makanya papa dulu setuju saat kalian pacaran kalau tidak udah lama papa tendang mereka."
"Huuu papa ngeri banget emang papa yang terbaik."
"Peluk papa dong kalau papa yang terbaik."
"Sebuah pelukan untuk papa tercayang."
"Iiih belajar dari mana papa bikin Lia merinding."
"Lia emang nggak imut kayak Lily." Jawab papa sambil melakukan aegyo konyolnya.
"Yaudah sini Lia mama peluuk biar Lia angyet."
"Loh mama kok ikut-ikutan konyol sih, udah Lia mau tidur."
"Lia cayang jangan lupa nyelimutin diyi biyay anyet ya." Ucap papa mama dan Lily kompak dengan aegyo konyol mereka.
"Iiihh lebih horor dari pada anabel mbah lebih baik aku pergi cepat."
Lia pun pergi ke kamarnya. Tak berapa lama Lily pun ikut bergabung dengan Lia di kasur. Lia dan Lily asyik bermain ponsel mereka tak lama kemudian mereka pun tertidur.
Saat Lily dan Lia tertidur papa dan mama mereka diam-diam menjenguk mereka.
Mereka menyelimuti Lily dan Lia denga n selimut dan pergi.
"Apakah tidak apa-apa membiarkan mereka pergi kesana." Tanya mama pada papa.
"Biarkan saja biar mereka tumbuh dewasa agar tidak ada lagi kenangan kelam mereka dulu." Jawab papa sambil memeluk mama.
[BERSAMBUNG]