THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS

THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS
Ep 3



Hari dimana mereka pergi berlibur pun tiba. Zico dan Leedo pergi menjemput Lily dan Lia. Karena jarak dari rumah Lily dan Lia ke villa lumayan jauh jadi mereka berangkat pukul sebelas siang.


"Waaah pemandangan di puncak memang sangat indah." Ucap Lily sambil melihat sekelilingnya.


"Iya di sini sangat asri, udaranya pun sejuk." Sambung Leedo.


"Udah jam berapa sekarang Lia." Tanya Zico pada Lia yang berada di sebelahnya.


"Udah hampir jam enam, apa masih lama nyampeknya?"


"Bentar lagi kayaknya nyampek nih."


"Kok tiba-tiba jalannya berkabut gini sih aneh."


"Booom" tiba-tiba ban mobil mereka pecah.


"Eh eh kamu gimana sih bawa mobilnya Zic, cepat menepi."


"Ciiiiit" akhirnya mobil mereka berhenti di tepi jalan.


"Kayaknya bannya pecah, aku turun periksa dulu." Lalu Zico pun turun untuk memeriksa ban mobilnya.


"Gimana Zic apa masih boleh jalan nggak?" Tanya Lia lewat jendela mobil.


"Nggak bisa kayaknya kita harus dorong, tapi disini nggak ada bengkel bagaimana ini?"


"Apa ban serapnya ada?"


"Coba aku liat dulu di bagasi yah." Zico pergi memeriksa bagasi.


"Ada nggak kak, kalau ada cepat ganti bannya Lily takut disini udah mulai gelap."


"Ada kok, tunggu sebentar aku ganti dulu ban mobilnya."


Setelah tiga puluh menit Zico pun selesai mengganti ban mobil.


"Udah nih ayo kita berangkat lagi."


Sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereke, tiba-tiba selembar kain kafan jatuh di atas mobil mereka.


"Aaaaaahh!!! Apa ini" Lily berteriak sangat kencan.


"Ada apa Lily?"


"Kak ada kain kafan tolong singkirin Lily takut"


"Udah kakak singkirin"


"Hihihiiiiiihiihi" tiba-tiba terdengar suara kuntilanak menangis.


"Datanglah kemari bermainlah denganku" mereka mendengar suara yang tak jelas sumbernya.


"Kak kenapa seram sekali disini Lily takut." Lily semakin takut karena aura yang sangat mencengkam dan sangat sunyi.


"Kalian ada mencium bau darah nggak."


"Iya bau darah ada bau menyan juga"


"Aaaaaahh pocong-pocong, Zic pocong Zic tolong gue." Leedo melihat pocong di depan mereka.


"Kak cepat pergi Lily nggak mau lama lama di sini, Huhu Lily mau pulang kak." Lily mulai menangis karena ketakutan.


"Ayo kita pergi" kemudian Zico menginjak pegas mobilnya.


Tak berapa lama mereka pun tiba di villa.


"Kita sudah sampai ayo turun semuanya."


"Kak buka pintunya"


"Sini biar Lily yang buka"


"Triiiiiiit" tiba-tiba pintunya terbuka sendiri.


"Loh kok kebuka sendiri"


"Udah masuk aja nggak usah banyak mikir"


Mereka pun akhirnya masuk ke villa.


"Kak Lily mau pergi mandi dulu."


"Iya jangan lama ya kakak juga mau mandi"


"Zraaahh"


"Lalaallla nal sarang lalalaalala" Lily mandi sambil bersenandu menikmati air hangatnya.


"Aaaaaaaaahh"


"Ada apa Lily, kenapa kamu berteriak." Lia masuk ke kamar mandi dengan panik.


"Ka ka kak huhuhu aku liat pocong tadi disini kak Lily takut." Lily menangis karena ketakutan.


"Nggak papa sekarang ada kakak liat udah nggak ada, dimana pocongnya nggak ada kan.


"Tadi di kaca kak."


"Udah pergi ganti baju sana kakak mau mandi"


"Kak temanin Lily"


Karena Lily merasa takut jadi Lia menemani Lily berganti pakaian. Setelah Lily berganti pakaian dia pergi ke kamar Leedo.


"Tok tok tok" Lily mengetuk pintu kamarnya Leedo.


"Iya siapa" tanya Leedo sambil membukakan pintu untuk Lily.


"Ini aku, Leedo temanin aku makan yuk aku lapar." Jawab Lily yang berada di depan kamar Leedo.


"Baiklah ayo aku temanin, aku juga lapar."


Kemudian mereka pergi makan bersama. Di sisi lain Lia yang sedang mandi juga mengalami hal yang sama seperti Lily, di takut-nakuti.


Saat Lia sedang bercermin tiba-tiba dia melihat pocong di cermin. Lia sangat terkejut, tapi saat menoleh kearah pocong tersebut dia menghilang. Saat Lia kembali bercermin Lia melihat tulisan di cermin yang di tulis dengan darah "tidak ada tempat untuk lari" kata yang tertulis di cermin. Lia melihat sekeliling dengan panik tapi saat kembali melihat cermin tulisan tersebut hilang. Dan saat Lia mau menyikat gigi tiba-tiba airnya berubah menjadi merah. Lia ketakutan tapi dia ingat pesan ibunya sebelum dia pergi untuk menghadapinya jangan pernah kabur dan selalu berada disisi adiknya dan hati hati untuk tidak pergi ke perbatasan lembah kegelapan.


Dengan ketakutan Lia menggertak sekeliling tapi tidak ada jawaban. Setelah Lia selesai mandi dia menemui Zico.


"Zico buka pintunya ini aku Lia" serunya dari depan pintu kamar Zico.


"Ooh Lia ada apa kamu kemari ada yang kamu butuhkan?"


"Zic kayaknya piknik kita kali ini kita harus menyertai makhluk lain."


"Hah apa maksud kamu, coba bicara yang jelas."


Kemudian Lia menjelaskan semua kejadian yang dia alami dengan Lily.


"Jadi seperti itu kejadiannya tadi, aku setelah mandi langsung bergegas kesini, kayaknya ada sesuatu yang ada sangkutannya dengan perbatasan lembah ini, kita harus menyelidikinya besok."


"Perbatasan desa ini ya, bukankah itu di puncak sana, aku dengar dari penjaga villa kamu sih di puncak gunung."


"Di puncak, kalau begitu kita pergi kepuncak besok."


Setelah Lia berbicara dengan Zico, Lia pergi ke kamarnya. Karena sudah larut Lia pun tidur.


[BERSAMBUNG]