THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS

THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS
Ep 16



Sebelum para reader membaca cerita ini tolong di like dulu ya bagi yang suka kalau nggak suka ya di like juga.....😁😁😁


Jangan lupa komentar dan jadikan favorit lalu kasih rate 5 ⭐ juga.....💙💙💙


Dan senantiasa memberi vote koin juga boleh ya karena itu sangat berarti buat aku.....🥰🥰🥰



Kalau mau di bantu share juga boleh biar banyak yang baca.....😘😘😘


Sampai disini dulu ya.....👋👋👋


***Okey lanjut ke cerita***


Setelah selesai makan papa memanggil Lia ke ruang baca karena ada yang ingin disampaikannya.


"Ada apa pah tumben papa mau bicara berdua dengan Lia."


"Lia apa kamu sudah tahu tentang lembah kegelapan?" Tanya papa yang sudah duduk di bangku tepat di hadapan Lia.


"Udah pah mama yang cerita tadi."


"Apa kamu tahu kenapa papa panggil kamu kesini."


"Aku~ apa karena simbol yang kami punya."


"Iya, ini menyangkut dengan simbol itu, kalian tahukan kalau mau menemukan lembah kegelapan dan mengalahkan makhluk yang bernama pheeca' kalian harus berlatih ilmu bela diri dan meningkatkan kekuatan simbol kalian." Tanya sang papa dengan wajah serius yang membuat Lia makin tegang karena ini pertama kalinya dia melihat raut wajah ayahnya yang seperti itu.


"Tahu pah" jawab Lia tertunduk.


"Jadi apa kamu mau berlatih ilmu bela diri."


"Li-Lia nggak tahu pah harus berbuat apa." Lia semakin tegang dan tidak tau harus bagaimana menjawabnya.


Kini papa berdiri dan berjalan menuju ke Lia.


"Tapi pah jika Lia gagal menyelamatkan lembah bagaimana?" Kini Lia mengangkat wajahnya menatap papanya.


"Nak kamu tidak usah takut ada papa yang akan senantiasa membantumu dan mama juga." Jawabnya menenangkan Lia.


"Kalau begitu aku mau pah."


"Itu baru anak papa tapi kamu harus bantu papa buat mengajak Lily juga yah papa nggak tega buat membujuknya nanti dia malah nangis kalau papa paksa." Dengan cepat raut wajah fleksibelnya berubah.


"Lia boleh nolak nggak pah." Jawab Lia yang jengkel dengan raut wajah papanya.


"Ayolah Yaya cayaaang bantu ppappa yya." Ucap papa dengan aegyo konyolnya.


"Iya iya iya Lia bantu tapi papa berhenti membuat ekspresi konyol itu bukannya imut Loa malah takut." Jawab Lia cetus.


"Apanya yang takut inikan imut aegyo kebanggaan Lily." Jawab sambil melakukan aegyo konyolnya lagi.


"Pah Lia kayaknya udah harus pergi deh buat bujuk Lily dah paaah." Lia kabur karena tidak tahan melihat tingkah laku konyol papanya.


Saat Lia hendak kekamar dia melihat Zico yang berdiri mematung dan matanya melihat ke arah atas. Lia memanggil manggilnya tapi dia tidak menyahuti kemudian Lia mendekatinya dan menepuk bahunya dan tiba tiba Zico pun tersadar.


"Kenapa Zic kok kamu berdiri mematung di situ apa ada sesuatu di situ." Tanya Lia sambil melihat ke arah atas.


"Mm nggak nggak ada kok kalau begitu aku pergi ke kamar dulu ya mau tidur aku udah mulai ngantuk." Jawabnya yang pura pura menguap dan pergi menuju ke kamar.


"Kenapa selalu kunti itu ngikutin aku, kemaren dia muncul di hadapannya Leedo terus dia mulai sering muncul sekarang apa aku beritahu Lia aja ya tapi kalau dia jadi takutkan nantinya jadi ribet ditambah ada om sama tante aduh serba salah jadinya lebih baik aku simpan sendiri aja dulu." Pikir Zico dalam hatinya.


"Kenapa tuh anak kayak habis liat setan aja." Ucap Lia yang kemudian pergi mencari Lily.


Mama melihat semua adegan tersebut dan mulai merasa cemas lalu dia menuju ke perpustakaan untuk memberitahukan kepada suaminya.


[BERSAMBUNG]