THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS

THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS
E12



Keesokan harinya dirumah Lily dan Lia. Papa dan mama mereka sedang bersiap siap untuk pergi ke villa mereka.


"Mah apa masih lama lagi, kita udah mau berangkat cepat sedikit."


"Iya pah ini mama lagi mau kesana tunggu sebentar lagi."


Karena sudah menunggu lumayan lama jadi papa pun menuju ke kamar untuk melihat apa yang membuat istrinya terlalu lama.


"Mah kenapa lama sekali ayo berangkat nanti keburu siang." Ucap sang suami sambil berjalan kearah kamarnya.


"Ini pah retsleting mama nyangkut mama sedang berusaha menariknya tapi agak susah."


"Mana sini papa lihat" dia pun mendekat untuk memperbaikinya.


"Oo ini serahin ke papa aja biar papa perbaiki,"triiieet" (Suara retsleting) udah papa perbaiki ayo."


"Bagasi pah apa aku kelihatan cantik." Tanya istri sambil membuat pose yang seksi.


"Bluuuuss" otomatis wajah sang suami itu menjadi merah.


"Ayo mah nanti terlambat." Ucap papa sambil berjalan keluar dari kamar menghindari istrinya karena terpesona dengan tubuh sang istri yang sangat indah.


"Ih si papa bukannya di puji kek ini malah kabur, kan mama cantik pakek baju ini." Ucapnya sambil kembali berpose di depan cermin dan kemudian turun kebawah.


Saat berada dibawah mama menyuruh papa buat memasukkan kopernya kedalam mobil. Setelah selesai mereka pun naik ke mobil tetapi sebelum mereka masuk pak ahmat tetangga sebelah dateng menyapa mereka.


"Mau pergi pak ya kemana" tanyanya dengan sopan.


"Kami mau pergi ke villa pak"


"Ooh bakalan sepi dong kalau nggak ada bapak."


"Iya pak saya nitip rumahnya pak ya bentar"


"Iya bapak nggak usah khawatir."


"Kalau begitu kita berangkat dulu ya pak."


"Iya hati hati dijalan ya pak fadi."


"Permisi pak" kemudian mobil pak fadi pun melaju menuju ke villa.


Di villa kediaman pak fadi Lily dan Lia sedang bersiap siap untuk pergi bersepeda teman temannya menyusuri jalan pengunungan.


"Apa sudah beres?" Tanya Lia pada semua temannya.


"Bagaimana dengan sepedanya apa sudah di periksa tekanan angin dan remnya?"


"Udah beres semua aku sudah cek."


"Oke ayo pergi nanti kalau kesiangan mataharinya akan terasa panas bisa item nanti kami."


"Iya para tuan putri ayo kita berangkat"


Mereka pun pergi bersepeda bersama merasakan udara sejuk pegunungan yang menerpa di wajahnya. Mereka semua merasa sangat rileks dan seolah terhipnotis oleh hembusan angin yang pelan dan sangat menyegarkan.


Saat matahari hampir berada di atas kepala mereka dan jam pun menunjukkan pukul 11 mereka pun pulang menuju ke villa tapi sebelum mereka kembali mereka mampir di pasar untuk membeli beberapa jajanan.


Saat mereka sedang membeli jajan mereka mendengar orang pasar yang sedang bergosip.


"Kalian sudah mendengar tidak berita kemaren?" Tanya seorang pedagang kepada pedagang sebelahnya.


"Berita apa coba ceritakan"


"Ituloh katanya lagi lagi orang menghilang di gunung kali ini hilangnya lumayan banyak kalau nggak salah ada tiga atau empat orang, cuma satu orang dari rombongan mereka yang selamat, pak lurah mencoba bertanya kepada orang tersebut tapi dia sering kali berteriak ketika di tanya karena itu kemudian pak lurah memutuskan untuk membawanya kerumah sakit agr bisa membuatnya sedikit tenang dan dapat menceritakan semua kejadiannya."


" ih ngeri banget sih padahal baru kemaren ada yang hilang kali ini hilang lagi kayaknya tahun ini kagak bisa kita prediksi berapa banyak yang akan menghilang jadi sebaiknya kita jangan pergi ke sana untuk sementara sampai semua membaik."


"Lagi lagi mereka membicarakan tentang orang yang hilang memang benar adanya kah?" Ucap Zico pada Lia karena Lia yang lumayan tahu tentang itu dari pada yang lain.


"Kenapa kamu nanya sama aku terus aku nanya sama siapa, kalau memang kamu mau tau tanya aja pada mereka."


"Udah ribut amat abis ini kita mau kemana lagi kalau kembali ke villa bosan." Potong Leedo.


"Iya sih kalau di villa terus bosen amat."


"Nak kalau kalian mau bersenang senang di dekat sini ada sebuah tempat permainan yang baru buka bulan lalu apa kalian mau kesana?" Ucap pedagang jajanan yang berada di depan mereka.


"Di mana mbak"


"Di dekat toko baju ujung sana kalian pergi aja."


"Oh makasih ya mbak kami pergi dulu kalau begitu."


Mereka pun pergi ke tempat yang di sarankan pedagang tersebut. Begitu mereka tiba di sana mereka langsung mengantri di mesin capit. Setelah mesin capit mereka pergi ke tempat menembak lalu kemudian ke ring basket mereka hampir memainkan semua permainannya. Hari sudah sore dan mereka sudah memenangkan banyak hadiah kemudian mereka pun kembali ke villa.


[BERSAMBUNG]