
Hello reader!!! Apa ceritanya menarik, kalau menarik jangan lupa like, vote dan masukan ke favorit........
Saya selaku author akan berbicara kepada reader setiap beberapa bab sekali jadi jangan bosan, saya dan karya saya akan senantiasa menghibur anda.......
Dan juga saya akan meningkatkan performa kerja saya agar bisa update selalu.......
Ah dan jangan lupa buat like dan jadikan favorit bagi yang belum serta dukung author biar bisa menjadi juara π₯ kalau bisa sih dikasih tip πππ
Sampai disini dulu saja salam kain putihπ»π»π»......
***Lanjut to the novell***
Setelah mereka semua selesai memetik apel, mereka berkumpul di tempat pemaketan. Mereka memilih beberapa apel yang segar untuk di timbang.
"Apa kalian udah memilih apelnya sini biar om masukin kekantong."
"Loh om kok apelnya nggak di timbang dulu."
"Nggak usah ini hadiah untuk kalian, lagian kalian kan udah mau membantu om buat petik apel."
"Nggak kok om kami cuma mau bersenang senang saja."
"Nggak apa apa ambil aja agap aja ini ucapan selamat datang."
"Nggak apa apa nih, jadi nggak enak sama om udah nyusahin om."
"Nggak nyusahin kok kalian udah om anggap keponakan sendiri, sekali sekali keponakan datang kan harus kasih buah tangan, kalo om nggak ngasih om jadi malu nantinya."
"Ya udah om kalau begitu kita balik ke villa dulu udah hampir siang."
"Oh baiklah pulang aja lagian om masih banyak pesanan yang harus di antar."
"Makasih yah om kami balik dulu"
"Mmm hati hati dijalan"
"Permisi om"
Mereka pun pulang ke villa, saat mereka pulang tak sengaja mereka melihat seorang wanita yang sedang bertengkar dengan anaknya.
"Ibu aku harus kembali ke puncak handphone aku ketinggalan kemaren."
"Enggak boleh apa kau tidak dengar ada orang yang hilang lagi di puncak, pokoknya kamu tidak boleh pergi kamu harus tetap di rumah."
"Tapi bu aku perlu handphone ku buat bekerja, aku akan pergi dengan temanku."
"Enggak boleh, kemaren buk mina pergi dengan rombongan dan dia menghilang baru kemaren dia bisa ditemukan, walaupun kita udah cari keseluruh gunung
tapi nggak ketemu dan sekarang tiba tiba di temukan bukankah itu aneh."
"Apa rumor katamu, jika memang rumor kenapa ini terjadi tiap tahun, pokoknya kamu nggak boleh pergi aku nggak mau kutukan gunung itu terjadi padamu."
"Apa kalian dengar apa yang ibu itu bilang tadi?" Tanya Lily kepada teman temannya.
"Sepertinya dia bilang tentang kutukan, kutukan apa emangnya."
"Entahlah aku juga kurang paham, udah dari pada kita peduli itu lebih baik kita cepat pulang aku lapar nih."
"Iya kita juga lapar, kita juga belum masak, nanti mau makan apa yah."
"Kita makan pangsit aja kedengarannya enak."
"Pangsit ya, boleh juga, kita makan pangsit dengan seafood gimana."
"Wow ide bagus aku mendengarnya saja udah lapar."
"Ayo cepat, makin cepat sampai makin cepat makan."
Dalam perjalanan pulang mereka membeli beberapa sayuran dan bahan bahan untuk memasak. Sesampainya mereka di rumah mereka langsung menyiapkan bahan untuk memasak. Karena Leedo dan Zico tidak tau cara memasak jadi Lily dan Lia yang bertugas memasak. Sedangkan Leedo dan Zico mencuci dan memotong bahan makanan.
"Berapa lama lagi sih aku harus nunggu, Aku udah laper banget." Rengek Leedo sambil menggigit sendok.
"Sabar dong dua puluh menit lagi baru matang"
"Kalo masih lama aku mandi dulu"
"Pergi aja"
Karena merasa gerah jadi Zico pergi mandi.
Tapi sebelum dia pergi mandi Zico menerima panggilan dari noval.
"Hallo noval ada apa kamu menelpon aku, apa liburan mu menyenangkan"
"Liburan ku sih lumayan menyenangkan, dengar dari om kalian liburan kepuncak ya?"
"Iya kita pergi dengan pacar kita"
"Ooh pantesan kamu nggak ngajak gue ternyata kamu pergi dengan Lia ciiiiee."
"Ih apa apaan sih udah gue mau mandi nanti kita bicara lagi sambil video call sama yang lain."
Kemudian Zico pergi mandi, setelah itu dia mengganti baju dan menuju keruang makan.
[BERSAMBUNG]