
Sebelum para reader membaca cerita dibawah tolong di like, vote dan juga komentarnya yah....
Karena itu sangat berarti loh bagi saya...
Agar saya semangat nulisnya....
Dan tolong di share yak biar banyak yang baca dan kalau mau di promo juga boleh... 😁😁😁
Nanti kalau berkesempatan saya bikin beberapa kuis biar seru.....
Okey ayo lanjut baca letcheu gooo....
*****
Kemudian lama kelamaan simbol itu pun menghilang secara perlahan dan ketika sudah menghilang secara total mereka akhirnya menuju ruang makan.
Saat sedang makan Zico bertanya kepada Lily dan Lia.
"Lia Lily!!"
"Eum ada apa" jawab mereka serentak.
"Menurut kalian apa bener kalau di gunung ada kutukan?" Tanya Zico.
Sejenak Lily dan Lia saling bertatap muka dan kemudian Lia menjawab pertanyaan Zico.
"Kenapa kamu tiba tiba tanya pertanyaan itu."
"Entahlah aku juga nggak tau tiba tiba teringat dan jadi penasaran."
"Kurasa sih nggak ada kalau memang benar ada kutukan dan kutukan tersebut terus nyari tumbal, nggak mungkin cuma orang yang sendirian pergi ke gunung yang menjadi tumbal, aku pernah baca di buku buku horor kalau hantu yang nyari tumbal itu tiap tahunnya pasti tumbal nya meningkat terus." Jawab Lily sambil memasang tampang serius dan sedikit bumbu aktingnya.
"Emang cara hantu itu nyari tumbal tuh kayak gimana sih." Tanya Leedo yang mulai merasa ketakutan bulu kuduknya udah berdiri dan dia merasakan aura dingin di sekitarnya.
"Dalam buku tersebut tertera bahwa mereka mencari tumbal itu pakai perantara manusia dan ada juga yang mencarinya langsung." Jawab Lily dengan nada horor agar membuat Leedo semakin takut.
"Te-terus ka-kalau yang cari langsung tuh kayak gimana co-coba je-jelasin ke aku." Ucap Leedo ketakutan sambil melihat ke arah cermin di dekat pajangan yang mengarah ke dirinya.
"Dengar sini bar kujelaskan secara detail." Lily menyuruh mereka semua duduk berdekatan agar lebih tambah horor.
"Pertama tama orang tersebut sering melihat penampakan, terus penampakan tersebut sering ngajak dia main dan terus mengikuti kemana pun dia pergi kemudian terakhir dia ngajak teminin dia jadi hantu." Ucap Lily.
"Ka-kalau yang-yang berdiri terus dibelakang kita itu gimana." Ucap Leedo sambil melihat ke arah cermin yang terlihat penampakan hantu di belakangnya yang sudah stay berdiri dari tadi.
"Itu artinya kamu sudah di targetkan menjadi tumbal berikutnya." Ucap Lily sembarangan yang tambah membuat Leedo takut.
"Aaaaaaaaa hantuuuuu" teriak Leedo yang ketakutan dan akhirnya pingsan.
"Hei hei Leedo bangun kok malah pingsan sih ni anak tadinya baik baik saja." Gerutu Lia sambil mengguncangkan tubuh Leedo.
"Bagaimana ini Zic!! Apa kita bawa ke rumah sakit aja yak." Kata Lily yang mulai merasa cemas.
"Kan aku nggak sengaja aku cuma bercanda tadi masa dia nganggap serius sih." Lily membela dirinya.
"Phiiaak" sebuah tamparan mendarat di wajah Leedo.
"Lily kenapa kamu menamparnya bagaimana kalau makin parah nantinya."
"Kak aku kan cuma mau membantu dia supaya terbangun, lagian dianya kayak akting jadi ku tampar saja siapa tau dia bangun."
"Dia pingsan juga gara gara kamu tau nggak sih."
"Coba siram pake air siapa tau mungkin berhasil." Ucap Zico.
"Emang bisa?"
"Kalau nggak di coba mana tau."
"Iya juga sih"
"Udah cepat pergi ambil air."
"Iya"
Kemudian Lily pergi buat ambil air di keran.
"Bryuuuur" Lily menyiram segayung air ke wajahnya Leedo dan akhirnya Leedo pun tersadar.
"Waaaaah dingin sekaliii." Ucap Leedo yang terbangun dari pingsannya dan merasa kedinginan karena air yang Lily siram.
"Kenapa kamu siram segayung!!!" Ucap Zico dan Lia hampir bersamaan.
"Tapi caranya berhasilkan buktinya tuh dia udah bangun jadi nggak ngerocot lagi okey." Ucap Lily sambil menunjuk nunjuk ke Leedo.
"Iya sih!!! Terserah kamu aja dia juga pacar kamu." Kata Zico sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Udah bicaranya kita harus cuci piring kotor dulu dan kamu Leedo sana pergi ganti baju dulu biar nggak masuk angin nanti." Perintah Lia.
"Temenin gue dong Zic gue takut pergi sendiri."
"Yaelaaah udah umur berapa sih kamu masih takut aja."
"Udah temenin aja Zic daripada masuk angin ribet nanti jadinya."
"Iya iya aku temenin tapi jangan lama lama."
Akhirnya mereka semua pun bubar untuk mengerjakan tugas masing masing.
[BERSAMBUNG]