
Dalam perjalanan pulang, Leedo dan Zico berbincang tentang kesan mereka saat mengunjungi rumah pacar mereka. Karena mereka asyik berbincang dan bercanda bersama jadi Zico tidak terlalu focus pada jalan, yang hampir membuat mereka menabrak seekor kucing hitam.
"Hei bagaimana tadi aku, apa aku terlihat keren?" Tanya Leedo pada Zico yang sedang nyetir.
"Keren pantatmu, tadi kau sangat lucu, jika aku melihat ekspresi wajahmu saat itu, itu hampir membuatku pendarahan di perut karena menahan tawaku." Jawab Zico sambil memukul kepalanya Leedo.
"Ooo apa-apaan kamu ini, emang kamu tidak ingat bagaimana ekspresimu saat itu, seperti sedang berada di ruangan perjodohan, padahal kita sering menemui mereka ketika berada di kantor papa, "om tadi kami dateng sambil nganter Lily dan Lia." apaan dengan nada suaramu kamu bahkan tidak dapat bertingkah dengan normal." Ejek Leedo sambil menirukan suaranya Zico.
"Terus kamu apaan hah, "baik tante", suara kamu bahkan lebih mirip suara anjing megonggong."
"Kamu ini benar-benar, ooh ooh ya ya lihat kedepan kau akan menabrak seekor kucing."
"Kucing apa, waaaah."
"Ijak remnya", "Ciiiiiiiiittt" suara rem mobil berdencit dan kemudian mobilnyapun berhenti.
"Oou ya bagaimana kamu nyetir tapi tidak melihat jalan, bagaimana kalau kamu menabrak kucing tadi, oouu sepertinya aku akan kena sial dan dua sembilan hari kedepannya sepertinya aku harus banyak beramal agar terhindar dari masalah seperti ini." Keluh Leedo karena ketakutan.
"Woi apa yang kau ngerocot dari tadi, emang kau anak umur berapa masih percaya tahayul seperti itu huh, tapi aneh jalan ini jarang ada hewan lewat karena pembatas jalannya tinggi bahkan mustahil untuk melompatinya kecuali hewan setingkat kambing baru bisa lolos."
"Oong kau benar tapi aneh juga kenapa harus kucing hitam membuatku takut saja, cepatlah jalan bentar lagi nyampek rumah nggak baik lama-lama disini membuat bulu kudukku merinding." Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Setelah nyampek rumah Leedo dan Zico langsung menuju kamar mereka.
"Ya!! Leedo menurutmu apa yang menanti kita di liburan nantinya, apakah sesuatu yang sangat menakjubkan."
"Kamu ini ngerocot apalagi sih, aku lelah aku mau mandi dan tidur badan ku semua sakit gara-gara kucing sialan itu."
"Aku tidak lihat aku mau pergi mandi."
"Tapi tahayul yang kau bilang tadi ada benarnya juga mungkin, oh bagaimana kalau kucing itu berhantu dan dia akan mengikuti kita dan menghantui kita nantinya karena hampir membunuhnya untuk kedua kali." Zico mulai menakut-nakuti Leedo.
"Eeyyy jangan bilang begitu kalau benarpun anggap aja nggak pernah terjadi, udahlah aku mau mandi nanti kalau dengar ocehan aku jadi nggak jadi mandinya."
"Kenapa nggak jadi."
"Karena aku takut emangnya kenapa." Leedo pun berlalu menuju kamar mandi.
"Ooo pergilah hati-hati lihat kiri kanan atas belakang mungkin ada kucing hitam, aku mau tidur sebentar."
"Ziii~co Ziii~co datanglah datanglah eeooong eeoooong." "Ttthhaaahh hahhah hah hah apa maksud dari mimpi tadi."
"Ooi Zic aku udah selesai mandi kalau kamu mau mandi pergilah"
"Ooo aku datang." "Zzrrraaahh zrraaaahh"
"Apa maksud dari mimpi tadi, sepertinya ada beberapa kejanggalan didalamnya, bagaimanapun aku akan menemukannya jika pergi ke hutan tempat mimpi itu." Pikir Zico dalam benaknya.
Setelah selesai mandi Zico pun beranjak ke tempat tidur dan langsung menuju ke dunia mimpinya.
[BERSAMBUNG]