
Sebelum para reader membaca cerita dibawah harap di like dulu ya dan masukin favorit.....💙💙💙
Jangan lupa komen juga dan kasih rate 5....... ⭐⭐⭐⭐⭐
Dan tolong bantu vote juga kalau bisa sumbang koin juga boleh.....😁😁😁
*****
"Dia adalah leluhur kita yang pertama kali memiliki simbol dan dia juga yang pernah menyelamatkan lembah, baiklah mama balik ke kamar dulu kalian beristirahatlah." Ucap mama dan kemudian beranjak keluar kamar.
Setelah mereka mendengar semua cerita mamanya, mereka pun duduk terdiam.
"Kak menurut kamu apa yang mesti kita lakukan, apa kita harus melatih ilmu bela diri kita?" Ucap Lily yang mulai merasa cemas akan apa yang di beritahukan oleh mamanya.
"Aku juga nggak tau harus gimana yang jelas kita ikuti alurnya saja asal berhati hati maka akan baik baik saja." Jawab Lia kemudian memeluk adiknya.
Sedangkan sang mama yang pergi ke kamarnya memberitahukan pada sang papa. Papa yang sudah tidak sabar menunggu kabar apa yang akan dibawakan oleh sang istri. Begitu istrinya masuk papa langsung menarik dia lalu bertanya apa yang di katakan oleh kedua anaknya.
"Bagaimana apa berhasil apa yang mereka katakan?" Ucap papa yang sudah menunggu jawaban.
"Tentu~ bagaimana ya ngomongnya agak susah." Mama mulai mengakali papa yang tegang sedari tadi.
"Kenapa apa tidak berhasil apa perlu papa yang maju, atau kita bicara terus terang aja?" Tanya papa yang makin dibuat panik oleh jawaban dari mama.
"Gimana ya~ mama jadi bingung." Mama makin menikmati raut wajah papa yang terlihat cemas itu.
"Udah bicara aja papa udah siap mendengar yang terburuk."
"Bhwuaaaahahaha." Mama tertawa histeris karena sudah tidak bisa melihatnya lagi.
"Loh kenapa ketawa bukannya bil." Papa yang akhirnya mengerti menghentikan omongannya.
"Ekspresi wajah papa tadi benar benar lucu banget mama udah nggak sanggup menahannya." Ucap mama lalu menyapu air matanya yang keluar karena tertawa.
"Emang lucu gitu hihihi biar mama puas." Tambah papa yang kesal akan akal akalan istrinya itu.
"Aku tidak tahu akan selucu ini lain kali aku ingin menjahili papa lebih sering lagi." Ucap mama yang sangat puas akan reaksi suaminya.
"Terus gimana apa berhasil."
"Yah berhasilah masa gagal sih, kalau Emi Yanti yang turun tangan semuanya beres." Gerutunya sambil mengangkat kedua bahunya menyombongkan diri sendiri.
"Emang gimana sih cara konyol Emi Yanti yang selalu gagal itu bisa berhasil." Ejek papa.
"Yeee iri ya nggak boleh tau."
"Emang sesenang itu ya bisa mengalahkan Fadi Setiawan."
"Pasti orangnya hebat sampe sampe yang bisa ngalahin dia aja bisa sebangga itu."
"Emang lumayan hebat tapi kalah sama yang IQ nya lebih rendah hihihi." Ejek mama.
"Udah coba beritahu papa apa yang mama pake sampe sampe berhasil." Ucapnya sambil memperbaiki ekspresi wajahnya yang kesal tadi.
"Awalnya susah banget mama masukin topik pembicaraan saat mama mau singgung sedikit demi sedikit tapi Lia bahkan nggak ada respon."
"Terus"
"Terus ya terpaksa aku memperlihatkan simbol yang aku miliki dan pura pura nggak tau aja."
"APA!!"
"Kenapa sih pah heboh banget."
"Kamu kan tahu kalau mereka belum ketemu sama leluhur bakal bisa gawat nantinya."
"Tapi kan yang penting berhasil."
"Iya tapi terlalu beresiko mama ini bikin papa jantungan aja."
"Udah slow mereka udah lihat dan udah tahu dan nggak bisa pake ilmu pelupa ingat juga karena mereka memiliki simbol juga jadi selanjutnya papa yang urus ya bagian mama udah beres."
"Iya juga sii~iih tapi, huuh ya udah deh biar papa yang urus nanti papa akan bicara sama Lia." Ucap papa pasrah.
"Mama bosan apa mau main." Ucap mama dengan raut wajah nakalnya.
"Main apa."
"Terserah" ucapnya di telinga papa.
"Bagaimana kalau maiin eummm catur aja siapa yang kalah harus bayar tagihan listrik bulan depan."
"Ih papa mah nggak peka."
"Apanya yang nggak peka main catur dengan taruhan kan lebih seru lagian Farhan nggak di sini jadi papa nggak bisa main catur nah untung ada mama jadi mama aja yang temenin papa main."
"Udah mama mau masak aja males ladenin papa."
Dengan kesal mama pun pergi masak kedapur untuk memasak menu makan malam.
[BERSAMBUNG]