
Saat Zico baru duduk dan ingin makan, Noval kembali menelponnya tapi kali ini dia video call.
"Eumm Noval nelpon nih sini cepat duduk." Lalu Zico menyuruh mereka semua duduk berdekatan dan kemudian mengangkat telponnya.
"Hei Noval bagaimana kabar mu apa baik baik saja." Ucap mereka semua dengan serempak.
"Hai aku baik baik saja, apa liburan kalian menyenangkan?" Tanya Noval penasaran.
"Eung liburan kami sangat menyenangkan kami pergi ke puncak dan ke kebun apel dan sekarang kami makan pangsit dan seeeaaafoood eum enaknya muantep." Lily memamerkan perjalanan mereka dan makan siang mewah mereka bahkan dia tidak sadar saat dia berbicara air liburnya muncrat kemana mana.
"Nov lihat Nov lobster goreng masakan Lia." Leedo mengarahkan handphone yang di pegang Zico ke arah lobster goreng yang keemasan.
"Sial rugi gue nggak ikut kalian ke puncak, gue juga mau makan masakan koki Lia yang sangat hebat." Gerutu Noval sambil menggigit sapu tangan yang basah karena air liurnya menetes melihat makanan lezat buatan Lia.
"Noval gimana loh di LA sana" tanya Lia kepada Noval sambil memotret hasil karya seninya.
"Yaaaaah kayak biasanya jadi tahanan rumah nggak kemana mana." Ucap Noval yang sudah terbiasa dengan orang tua yang sibuk.
"Kenapa!! Apa kakakmu mengacau lagi"
"Dia bukan hanya mengacau tapi juga menyiksa gue dia bahkan menceramahi gue selama sejam kemudian gue di kurung nggak boleh keluar rumah bahkan dia menempatkan bodyguard di depan dan belakang rumah takut gue kabur." Ucap Noval dengan wajah geramnya.
"Yang sabar ya walaupun kakak mu begitu tapi dia sayang kamu cuma dia nggak mau kamu manja sama dia." Lily mencoba menenangkan Noval yang di bakar amarah.
"Iya sih walaupun bikin tensi meledak tapi gue bisa rasain kalau dia nggak mau gue kena masalah. Awalnya gue mau kabur dan terbang menemui kalian tapi pas dengar dia merasa khawatir dengan gue jadi ku batalkan niat ku kabur juga bakalan ketangkep."
"Loh pokoknya sabar aja kalau lo berulah nanti bisa gawat apalagi ditambah pamanmu yang serakah itu kakak mu mati matian mempertahankan perusahaan kamu dan juga mama papa mu."
"Iya aku ngerti kok tapi setidaknya sekali aja dia bersikap baik aku tidak akan pernah mengeluh lagi, emang segitu sulitnya kah buat dia."
"Mungkin bagi kamu itu hal yang sepele tapi bagi sebagian orang sangat sulit untuk dilakukan."
"Iya sama kayak aku dan Zico dulu, tapii~ kapan kita selesai mendengar keluh kesah mu itu kami laper belum makan dari tadi dengar loh ngerocoooot mulu sampek keroncongan perutku dengarnya." Sela Leedo dengan wajah memelas karena kelaparan.
"Dasar Leedo sialan bukannya menghibur malah mengundang kemarahan." Bentak Noval kesal.
"Ooh iya pak maaf kami lupa kalau nggak boleh telponan malam malam saya matikan pak, maaf Noval kami di tegur sama pak satpam." Ucap Leedo asal asalan mencari alasan karena malas ngeladenin Noval.
"Huh akhirnya bisa makan juga dari tadi dengar si mante ngerocot mulu." Leedo makan dan di tatap oleh Lily Lia dan Zico.
"Ada apa kalian tidak mau makan sebelum dingin nanti nggak enak lagi."
"Apa kamu nggak punya hati kasihan Noval." Tegur Lily kesal.
"Dulu punya tapi sekarang udah enggak karena hatiku sudah dicuri kamu." Jawab Leedo cetus sambil mengedipkan matanya kearah Lily.
"Dasar tukang gombal tiap hari ngegombal tak penat ke." Ucap Lily dengan muka memerah karena malu.
"Iya nih sehari nggak gombal bisa mati ya, bosan aku dengarnya." Lanjut Lia membenarkan Lily.
"Kak Lia memang nggak mau dengar aku gombal tapi sebenarnya kak Lia mau dengar Zico gombal tapi malah mancing di hubungan kami." Sindir Leedo.
"Siapa yang mau mendengar dia ngegombal." Jawab Lia sambil memalingkan muka merahnya.
"Sudah cepat makan kita masih banyak pekerjaan, aku pergi ada urusan." Zico pun berlalu.
"Alasan bilang aja mau menghindar, dasar sikap arogannya memang nomor satu gue angkat tangan." Gerutu Leedo kepada Zico yang pergi meninggalkan meja makan.
Setelah selesai makan Lia dan Lily mencuci piring kotor. Kemudian pergi mandi dan berbaring untuk tidur siang, tak berapa lama mereka pun terlelap.
Di kamar sebelah Zico dan Leedo sedang asyik main PUBG bareng. Mereka bermain sambil berbaring dan bermalas malasan.
Saat sedang asyik bermain Zico merasa ada sesuatu di kepalanya. Dia menarik nariknya tapi tidak ada apa apa kemudian dia bermain game lagi. Tapi dia lagi lagi merasakan seperti ada rambut panjang di kepalanya. Tapi ketika dia mencoba mengambilnya tidak ada apa apa. Kemudian Zico pun mendongak ke atas, alangkah terkejutnya dia melihat penampakan kuntilanak yang menyeramkan. Dia hampir berteriak tapi dia tidak bosa mengeluarkan suara bahkan susah untuk bergerak. Kunti tersebut memandang Zico dengan mata yang mengeluarkan darah dam tenggorokan terkuak dan banyak ulat berwarna hitam keluar dari lehernya. Zico sangat ketakutan tapi tidak bisa berbuat apa apa. Kemudian kunti tersebut semakin dekat Zico, Zico menutup matanya karena takut. Lalu miss K itu berkata "ayo kemari datang dan bermainlah dengan ku hiiihihihihihiiiii". Setelah itu tiba tiba Zico terkejut dan mendapatkan Leedo yang sedang berusaha membangunkannya.
"Zic Zic bangun Zic ZICO!!! bagaimana kamu bisa tidur saat kita hampir menang, gara gara kamu ketiduran kita malah kalah." Ucap Leedo kesal sambil menunjuk ke arah telpon genggamnya.
"Ohh akuh ketiduran yah." Jawab Zico dengan nafas terengah engah karena ketakutan.
"Kamu kenapa sih padahal cuma tidur tapi kayak habis lari maraton, apa tidur membuat kamu sangat capek. Kurasa karena kamu terlalu sering menggunakan otakmu makanya tidur pun bermasalah."
"Apaan sih kamu, aku cuma mimpi lagi lari maraton terus pas hampir menang kamu datang ngagetin jadi medali emasku pun menghilang."
Zico menyangkal semua pertanyaan yang di lontarkan oleh Leedo. Karena kalau Leedo tau yang sebenarnya dia pasti akan menghebohkan se isi villa.[BERSAMBUNG]