
Hai readers!!! Sorry kemaren nggak update sibuk jadi lupa tulis naskahnya....😅😅😅
Hari ini kita lanjutkan membaca ceritanya, dan biar aku semangat nulisnya like, vote, dan masukin ke favorit yahh....😘😘😘
Dan sorry ceritanya nggak horor horor amat tapi aku bakal bikin sehoror mungkin selama aku bisa jadi readers jangan kecewa yahh....😁😁😁
Dan kalau mau share boleh boleh aja kalau bisa bantu tipsnya juga boleh....😄😄😄
Sekian drama pengantar dariku ini sampai berjumpa di kolom komentar wassalam....😎😎😎
***let's go to the story***
Tak berapa lama mereka pun tiba di kolam tempat memancing. Mereka pergi ke panitia untuk membayar sewa perjam dan menyewa peralatan pancing. Setelah itu mereka memilih sudut untuk memancing.
Mereka melempar pancingnya kedalam kolam dan kemudian menunggu ikannya menggigit umpannya. Di sekitar mereka banyak orang lain yang memancing. Bahkan kolam sebelah sedang di adakan lomba memancing. Karena mereka terlambat datang jadi mereka tidak bisa berpartai lagi. Dan akhirnya memutuskan untuk memancing seperti biasa saja.
Lomba sudah di mulai mereka pergi melihat sekilas sembari menunggu ikan. Di sana penuh dengan para peserta dan penonton yang lumayan berdesakan sehingga mereka lumayan kesulitan untuk melihatnya. Lomba di ikuti oleh berbagai kalangan umur. Bahkan ada yang masih berusia sepuluh tahun. Panitia menjaga tempat lomba berlangsung agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Mereka hanya bisa melihat dari belakang karena lumayan susah untuk pergi ke barisan depan dan juga mereka harus menjaga pancingan mereka. Sebagian orang tidak menghiraukan pancingannya walaupun sudah ada ikat yang menggigit umpannya. Karena lomba di sebelah lebih seru.
"Wah lumayan rame ya di sini bahkan agak susah untuk bergerak maju ke depan." Ucap Leedo sambil meloncat loncat untuk melihat peserta perlombaan.
"Iya padahal kalau kita nggak terlambat mengetahuinya pasti kita bisa berpartisipasi juga, kan lumayan kalau menang bisa dapet hadiah." Ucap Lily yang berada di samping Leedo.
"Udah kita harus jaga pancingannya siapa tau nanti ada ikan yang menggigit malah terlepas nanti." Ucap Zico yang menuju ke pancingannya.
"Kakak aja yang jagain sekalian nitip punya Lily yah."
"Aku juga nitip yah, mau liat pertandingannya nih lumayan seru." Sambung Leedo yang berusaha menerobos masuk ke barisan depan.
"Udah kita aja yang jagain pancingannya biarin aja mereka pergi nonton." Tukas Lia menghentikan Zico untuk mengejar mereka.
"Wah datang cuma mau memancing tapi nggak nyangka bisa nonton pertandingan yang tak terduga ini, bisa di bilang keberuntungan yang tersembunyi bukan."
"Iya bener, aku juga nggak nyangka, aku nggak pernah liat pertandingan memancing sebelumnya."
"Lily mau bertaruh tidak."
"Bertaruh apa"
"Bertaruh tentang siapa yang memenangkan pertandingan ini kemudian jika aku menang kamu harus mengabulkan satu permintaan ku, dan jika aku kalah aku juga akan mengabulkan satu permintaan kamu mau?"
"Okey setuju tapi harus tepati janji kamu yahh."
"Okaey, kamu pilih siapa yang akan menjadi kandidat kebanggaan kamu dulu dan aku juga akan memilih satu."
"Aku pilih ya~ang paman itu yang pake baju biru dan topi hitam, udah banyak yang dia tangkep, dari lombanya di mulai."
"Kalau aku pilih yang anak kecil itu, dia tadi bisa dapet tiga sekaligus."
"Okey sekarang tinggal tunggu pengumumannya setelah tiga puluh menit."
Sejauh ini pertandingannya masih berjalan dengan baik dan lancar Lily dan Leedo masih seri. Sebentar lagi pertandingannya akan selesai dan panitia akan mengumumkan pemenangnya setelah di seleksi.
Sementara semua orang terfokus pada pertandingan yang diadakan tiba tiba ada seorang anak berusia sekitar empat belas tahun jatuh ke kolam. Anak itu berusaha berenang kepermukaan tapi di kakinya seperti ada yang menarik ke bawah semakin dia berusaha berenang semakin kuat dia tertarik ke bawah. Karena ketakutan anak itu berteriak meminta pertolongan. Panitia pun melompat ke kolam untuk menyelamatkan anak itu tapi karena tidak punya kekuatan lagi anak itu pun tenggelam, namun masih bisa di selamatkan.
Karena kejadian itu sementara pertandingan di hentikan. Banyak orang pergi untuk melihat kejadian tersebut. Sementara Lia dan Zico langsung berlari ke sana untuk melihat siapa yang kecebur ke kolam. Saat Lia memerhatikan ke air di kolam dia melihat penampakan di air yang memandang ke arahnya sambil tersenyum mengerikan lalu menghilang.
[BERSAMBUNG]