
Keesokan paginya papa bangun pukul 5:30 pagi dan pergi mandi karena berkeringat habis kegiatan malam. Setelah selesai mandi dia melihat istrinya yang masih tertidur pulas, karena istrinya kelelahan habis kegiatan malam jadi dia nggak tega membangunkannya. Kemudian dia memakai baju olahraga lalu pergi ke kamar Zico dan Leedo.
"Toko tok tok"
"Zico apa kamu sudah bangun ini om." Sapanya di balik pintu.
Kemudian Zico bangun dan membuka pintu kamarnya.
"Oh om, ada apa om kok pagi pagi udah rapi aja." Jawabnya ketika melihat om fadi di hadapannya.
"Nggak cuma mau ajak kamu temenin om jogging, apa kamu mau?"
"Boleh om, tapi apa om bisa tunggu sebentar Zico cuci muka dan ganti baju dulu."
"Ya udah sana kalau bisa ajak Leedo juga boleh tapi kalau dia nggak mau juga nggak papa lagian ini masih terlalu pagi juga."
"Baik om kalau begitu."
"Om tunggu di depan rumah ya sambil pemanasan dulu biar nggak cedera nanti soalnya kan jalan gunung ada tanjakan agak ribet."
"Oh iya om kalau begitu."
Kemudian om fadi pergi ke depan dan Zico pergi membangunkan Leedo agar ikut mereka juga.
"Woi Leedo bangun, apa kamu mau pergi jogging."
"Emmhh apa sih kamu pagi pagi buta udah bangunin orang, tunggu sejam lagi baru aku mau jogging." Jawab Leedo dengan mata terpejam.
"Kamu emang nggak mau jogging nih, tapi kalau di temani sama om fadi masih nggak mau juga, kalau begitu aku pergi berdua sama om fadi aja." Kemudian Zico pergi ke kamar mandi.
"Tunggu!!! Tadi kamu bilang apa, jogging sama om fadi?"
"Hhmmmm"
"Ya udah aku ikut tapi pukul berapa sekarang?"
"Pukul 6 pagi."
"Apa!! Kayaknya aku nggak bisa pergi deh, aku baru tidur pukul empat tadi karena main game, kalau aku ikut nanti pas pulang udaha harus tidur sampek magrib kan nggak enak dilihat tante nanti dia pikir aku pemalas, tapi aku juga pengen ikut jogging dengan om."
"Om bilang kalau kamu nggak bisa ikut juga nggak papa dia bilang juga masih pagi jadi kamu kalau nggak ikut nggak apapa juga tapi kalau aku pergi sendiri kan jadi canggung kalau ada kamu kan lumayan ada yang bisa ngomong sama om."
"Kalau om bilang nggak apa apa berarti aku nggak jadi pergi kamu pergi aja sendiri aku mau lanjut tidur." Leedo menutupi dirinya dan kembali tidur.
"Eh tapi, ya udah deh cuci muka aja dulu kasian juga om nunggu lama." Kemudian Zico pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.
Setelah selesai mencuci muka dan mengganti baju dia pun keluar menemui om fadi.
"Iya om dia bilang kurang tidur semalam jadi nggak bisa ikut."
"Ohh nggak apapa ayo pergi sebelum matahari terbit."
"Iya om"
Mereka pun mulai berlari kecil mengitari jalanan di depan villa. Setelah tubuhnya teresa panas mereka mulai berlari agak cepat. Sambil berlari mereka berbincang bincang tentang pemandangan di sekitar. Walaupun remang remang tapi mereka bisa melihat pemandangan pagi yang lumayan indah. Dengan angin yang sejuk dan segar itu. Zico mulai terbiasa dengan om fadi dan merasa tidak terlalu canggung lagi. Lalu mereka berlari lumayan jauh hingga ke pasar.
Sesampai mereka di pasar matahari sudah terbit dan pasar udah mulai di penuhi oleh pembeli dan penjual. Mereka pergi beristirahat sejenak.
"Nih minum Zic om beli tadi di sana untuk menghilangkan haus biar bisa lanjut lari pulang ke villa."
"Oh makasih om."
"Oh iya, Zico ada yang om ingin tanyain sama kamu."
"Mau nanya apa om."
"Apa kamu pernah ngalamin hal hal yang aneh selama di villa waktu om tidak ada."
"Eummm" Zico bingung mau jawab apa.
"Udah ceritain aja ke om, om bisa maklumi kok."
"Iya ada, waktu itu aku lagi main game sama Leedo dan nggak sengaja ketiduran, aku mimpi kayak ada kuntilanak di atas aku yang mau ngajak aku main entah kemana."
"Kemudian bagaimana?" Dengan serius om fadi mendengar cerita Zico.
"Kemudian Leedo membangunkanku dan kuntinya hilang, tapi sejak hari itu dia ganggu aku terus bahkan Leedo juga melihatnya."
"Berarti betul apa yang mama katakan mereka memang mengincar Zico bahkan Leedo juga kena." Ucap om fadi dalam hatinya.
"Udah kamu tenang aja biar om yang urus itu, dulu juga om pernah mengalaminya karena itu om tanya, udah ayo pulang kita belum sarapan." Ucap om fadi dengan tangan yang mengulur ke Zico mengajaknya pulang.
Saat Zico memegang tangan om fadi, om fadi mencoba untuk melihat dengan mata batinnya prajurit kegelapan tingkat apa yang mengikuti Zico terus.
"Om kenapa om apa ada sesuatu di belakang Zico?" Tanya Zico karena melihat om fadi yang berdiri melihat ke arah belakangnya dan tidak bergerak.
"Oh nggak ada apa apa cuma om pikir tadi di sana itu apa rupanya cuma orang lewat." Jawabnya mencari alasan.
Kemudian mereka kembali berlari menuju villa.
[BERSAMBUNG]