
Setibanya mereka di villa tante dan yang lainnya udah menunggu mereka untuk sarapan.
"Hai pagi semua." Sapa om fadi dengan ramah.
"Pagi" jawab semua serempak.
"Pah, Zico cepat duduk sarapan mama mau ambil salad dulu di dapur." Ucap mama yang sibuk menaruh makanan di atas meja.
"Ayo Zico duduk."
"Baik om"
Mereka akhirnya mulai makan sarapan paginya.
"Oh ya pah tadi kalian pergi kemana, kok nggak bangunin mama."
"Ah tadi papa pergi jogging doang sama Zico, awalnya mau bangunin mama tapi melihat mama yang kelelahan papa jadi nggak tega."
"Terus kenapa papa nggak ngajak kami." Sahut Lily.
"Yah karena para tuan putri papa nggak sanggup lari jauh jauh makanya papa nggak ngajak."
"Tapi kan Lia bisa." Sahut Lia cetus.
"Aduh please deh papa cuma pergi jogging sama Zico apa yang perlu di ributkan sih."
"Kalau cuma pergi jogging sih memang nggak masalah tapi kalau papa bicara yang aneh aneh sama dia awas ya." Ucap Lia mengancam papanya.
"Aduh anakku yang satu ini kalau udah marah nyeremin banget kayak mamanya." Ucap papa dalam hati.
Setelah selesai makan papa dan Zico pergi mandi. Sedangkan mama pergi cuci piring kotor dengan Lia. Dan Leedo dan Lily membersihkan meja makan. Mereka bekerja dengan sangat harmonis bagai keluarga bahagia.
Ketika semua pekerjaan sudah beres, Zico, Leedo Lia dan Lily pergi berkeliling keliling melihat pemandangan pegunungan. Sedangkan yang tersisa di rumah hanya papa dan mama. Ketika anak anak sudah pergi mereka menuju ke perpustakaan. Di dalam perpustakaan mereka berbincang bincang.
"Mah benar apa yang mama bilang, salah satu prajurit kegelapan memang mengincar Zico bahkan bukan hanya Zico Leedo juga."
"Terus bagaimana bagaimana ini pah kita harus cepat cepat mulai pelatihan untuk Lily dan Lia."
"Tenang saja tadi pas pergi jogging aku udah pastiin dan udah ngeliat prajurit tingkat apa dia."
"Emang mama nggak ngeliat tingkatnya waktu kemaren."
"Eh kemaren mama langsung lari ke papa jadi lupa buat liat peringkatnya." Jawab mama yang menggaruk garuk kepalanya walaupun kepalanya tidak gatal.
"Haduuh mama mama capek deh, dia bukan prajurit yang tingkat tinggi tapi cuma tingkat rendah dan kalau papa liat kayaknya baru setahun ini dia di jadikan prajurit kegelapan."
"Ooh jadi ini urusan mudah jadi papa aja yang ngurus beginian kan tidak perlu ngeluarin banyak energi."
"Mama tuh ya kalau kayak gini semua di serahin ke papa." Ucapnya sambil menarik hidungnya mama.
"Aduduh sakit pa lepasin."
"Nggak mau mama terlalu nakal jadi harus di hukum."
Sementara itu, di sisi lain anak anak yang sedang berkeliling menikmati pemandangan indah.
"Hmm waah enak ya udara di sini, makin lama makin betah aja, cuman bosan kalau di villa terus terusan."
"Iya di sini udaranya bersih beda dengan di kota."
"Dari pada kita keliling terus bagaimana kalau kita pergi memancing pasti seru."
"Emang ada tempat memancing di sini?"
"Ada lah gue udah search semalam, ada satu tempat memancing dekat rumah pak lurah."
"Emang kamu tau dimana rumah pak lurah tau lah gue udah search semalam ini tinggal ikutin ayo pergi, tapi ini berbayar ya jadi bayar masing masing."
"Okey"
"Oh iya aku kak Lia yang bayarin ya, iya kan kak."
"Iya iya aku bayarin."
Kemudian mereka pergi memancing ikan di kolam.
[BERSAMBUNG]