THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS

THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS
Ep 4



Keesokan harinya mereka pergi mendaki puncak gunung. Mereka pergi sambil membawa perlengkapan karena mereka akan berkamping di atas puncak. Karena mereka tidak tau jalan menuju puncak, jadi mereka pergi dengan penjaga villa yaitu pak hafid.


Setelah berjalanan selama dua jam Lily dan Leedo mulai merasa kelelahan.


"Apa masih jauh puncaknya, aku sangat lelah berjalan sambil bawa ransel, berat banget." Leedo mengeluh kecapean.


"Oi jalan saja jangan mengeluh, mendengar keluhanmu menbuat kami semakin lelah."


"Kak Zico, kita istirahat aja dulu, Lily juga capek nih."


"Boleh kita istirahat tapi cuma tiga puluh menit, kalau kelamaan nantinya bisa terlambat kita nyampeknya."


Kemudian mereka beristirahat sebentar dan melanjutkan kembali perjalanan mereka. Tapi sebelum mereka melanjutkan perjalanan Lia tak sengaja melihat sesuatu.


"Aaaaaaaahhhh apa itu" Lia berteriak karena ketakutan.


"Ada apa Lia" tanya Zico yang berada di depannya.


"I-itu tu di situ kalian lihat sendiri" Lia menunjuk kearah sampingnya.


Mereka semua melihat kearah yang di tunjuk oleh Lia dan menemukan sesosok mayat perempuan yang mengenakan baju kemeja putih dan celana jeans yang sudah sangat lusuh tak berapa jauh dari mereka.


Pak hafid pergi memeriksa mayat siapa itu, begitu pak hafid melihatnya dia langsung mengenali mayat tersebut. Dia adalah buk mina yang sudah lama menghilang. Dia menelpon temannya yang tinggal di sekitar gunung untuk bergegas kesana dan menyuruhnya untuk membawa tim sar dan beberapa perlengkapan penyelamat.


Setelah menunggu selama dua puluh menit, teman pak hafid pun tiba dengan membawa beberapa anggota tim sar penyelamat.


"Ada apa hafid, kenapa kau menyuruhku membawa tim sar kesini, apa ada yang terluka?" Tanya teman pak hafid yaitu pak salim dengan nada terengah-engah karena menaiki gunung dengan membawa beberapa perlengkapan penyelamat


"Begini tanpa sengaja kami menemukan mayat, dan sepertinya itu adalah mayatnya buk mina yang menghilang tahun lalu." Ucapan pak hafid.


"Apa pak dimana kau menemukannya?"


"Tersangkut di semak belukar, kalian cepat urus mayat itu bawa turun dari gunung, saya harus mangantar mereka dulu kepuncak kemudian saya kembali lagi." Suruh pak hafid pada pak salim.


Setelah mayatnya dimasukkan kedalam kantong mayat beberapa tim sar dan pak salim pun turun gunung, sedangkan sebagian lagi menutup tampat kejadian untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Kemudian pak hafid, Zico, Leedo, Lia dan Lily melanjutkan perjalanan mereka menuju puncak.


Setelah satu jam lebih berjalan mereka pun tiba di atas puncak gunung mereka mulai mencari kayu bakar dan membuat tenda. Setelah selesai membuat tenda pak hafid pergi menuruni bukit untuk menyelesaikan perkara mayat yang di temukan sebelumnya.


Zico mulai membuat api unggun dan memanggang beberapa marsmello.


Leedo bertugas memasak barbeque daging dan sosis.


Lily dan Lia menyiapkan karpet untuk alas duduk dan menyiapkan beberapa selada dan kentang bakar dari orang yang berkemping di sekitar mereka.


Setelah semuanya selesai mereka pun mulai duduk untuk makan, mereka makan sambil berbicara.


"Wow barbeque enak sekali, siapa yang masak?" Tanya Lia kepada teman temannya.


"Ya jelas siapa lagi kalau bukan yang terseksi Leedo." Jawab Leedo dengan bangga.


"Woooow cool"


"Oh ini, ini di beri sama bibi di kelompok kemping yang ada di sebelah sana itu. Tadi kami membantu mereka buat membuat apa unggun karena mereka lupa bawa korek api jadi kami bantu mereka lalu kami diberi ini. Bibi itu sangat baik bahkan nawarin kami buah tapi udah kami makan buahnya enak banget."


"Emang buah apa?"


"Buah apel rasanya manis banget mereka bilang itu dari kebun mereka kalau kita mau datang saja kata mereka."


"Emang di mana kebunnya dekat dengan villa kita nggak."


"Dekat kok tepat didepan villa kita."


"Kapan kapan kita pergi kesana ya."


"Okey"


Setelah mereka makan mereka mulai bermain permainan ludo. Siapa yang kalah harus menerima hukuman. Setelah bermain beberapa putaran, Lily menjadi juara pertama, Lia juara kedua dan Leedo menjadi juara ketiganya sedangkan Zico harus dihukum karena dia kalah.


"Okey Zico yang kalah harus menerima hukumannya, menurut kalian hukuman apa yang akan kita beri?"


"Kalau aku bagaimana kalau sentil di jidatnya." Saran yang Lily berikan.


"Aku lebih baik tendang di paha."


"Ouuw ya kalau tendang di paha besok aku nggak bisa turun bukit karena paha ku sakit."


"Tendangan paha memang terlalu beresiko nanti kita juga ikutan rugi harus bawa barang tambahan karena dia nggak bisa bawa. Bagaimana kalau tamparan jidat aja kan nggak terlalu beresiko tapi juga lumayan sakit setuju?"


"Setuju" jawab Lia dan Lily dengan serempak.


"Aku mulai duluan ya satu dua "piiaak"(suara tamparan yang sangat keras hingga membuat Zico terjatuh)."


"Aaww sakit banget, bagaimana sih kamu mukulnya seharusnya hitung sampai tiga dulu baru pukul."


"Okey aku mengerti sini kupukul ulang."


"Enak aja kamu udah mukul sekarang giliran Lia dan Lily yang mukul."


"Loh kok gitu tadi kamu bilang salah ya di ulanglah biar benar."


"Nggak ada nggak ada, selanjutnya Lia."


"Okey aku pukul satu dua tiga "piaak" kamu nggak papa aku nggak sengaja nggak papakan."


"Nggak Lily"


"Yap Lily akan nyerang satu dua tiga "piiiaak"( Zico terjatuh untuk kedua kalinya karena pukulan Lily) ups sorry kak nggak papakan Lily nggak bisa kontrol tenaga."


"Nggak apa apa kok kakak baik baik saja."


Setelah asyik bermain mereka pun pergi tidur.


[BERSAMBUNG]