THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS

THE MYSTERY OF THE VALLEY OF DARKNESS
Ep 13



Sebelum para reader membaca ceritanya tolong di klik likenya dulu ya dan masukin favorit....😘😘😘


Jangan lupa votenya plus rate 5 kalau bisa kasih koin juga boleh....🥰🥰🥰


Okey sampai sini dulu ya....


*****


Sesampainya mereka di villa mereka melihat bokap dan nyokapnya Lily dan Lia yang sudah berada di villa.


"Loh mah kok mama udah dateng katanya bukan besok baru mau berangkat."


"Papaaa Lily rindu sama papa." Ucap Lily sambil berlari ke arah papanya dan memeluknya.


"Mama mau dateng cepet aja lagian dirumah nggak ada kerjaan papa juga nggak sibuk jadi dateng awal." Jawab mama yang sedang berjalan kearah mereka.


"Iya kan ada kita jadi tambah rame." Sambung papa yang sedang mengelus elus kepala Lily.


Leedo dan Zico yang baru masuk langsung menyapa mereka dan menyalim tangan kedua orang tuanya Lia.


"Ya udah aku mandi dulu gerah habis bersepeda tadinya." Ucap Lia sambil mengibas ngibaskan tangannya karena kepanasan.


"Iya mandi gih bau banget mama udah nggak tahan bau asem." Kata mamanya yang sedang memegang hidupnya di sebabkan bau badan mereka yang menyebar keseluruhan ruangan.


"Lily kamu juga mandi sana bau nanti nempel sama papa lagi baunya."


"Ya papa, Lily mandi dulu."


"Udah cepat sana tunggu apalagi." Ucap papanya sambil mencubit pipi Lily yang imut itu.


"Kalau begitu kami pergi mandi juga ya om tante abis keliling tadi jadi keringetan." Kata Zico kemudian bergegas menuju ke kamar untuk mandi dan di ikuti Leedo di belakangnya.


Karena yang lain udah pergi jadi mereka pun menuju kamar mereka. Di dalam kamar mereka berbicara tentang bagaimana caranya agar Lily dan Lia memberitahu semua yang terjadi saat mereka tidak ada.


"Mah bagaimana kalau mama pergi cari tahu sama Lily dan Lia." Kata sang papa kepada istrinya.


"Bagaimana cara mama menyinggungnya agar mereka tidak curiga pah?"


"Pertama mama pergi pura pura nanya tentang liburan terus pelan pelan mama coba nyinggung ke tujuannya tapi jangan langsung ke intinya."


"Tapi kalau nggak berhasil gimana?" Ucap mama dengan raut wajah cemas.


"Kalau nggak berhasil nanti papa yang maju dan jika nggak berhasil juga biar papa pake jurus ampuh papa ki Lily pasti dia akan buka mulut." Jawab sang papa dengan bangga.


"Jurus ampuh apanya palingan ngasih duit terus nanya mama juga bisa kalau pake jurus itu."


Kemudian mama pun pergi ke kamar Lia. Sesampainya di depan kamar dia menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya setelah itu dia masuk ke dalam. Di dalam kamar dia melihat Lia yang sedang asyik bermain ponselnya.


"Lia sedang apa?" Tanya mama membuka topik pembicaraan.


"Eh mah ada apa, apa mama butuh sesuatu?" Jawab Lia sembari membetulkan posisinya dari tidur ke posisi duduk.


"Enggak ada apa apa kok cuma mau bicara aja sama kalian, oh ya Lily mana?"


"Lily lagi mandi bentar lagi selesai kok."


"Bagaimana liburan kalian seru?"


"Sejauh ini sih seru seru aja."


"Oh iya tadi saat mama baru dateng mama dengar ada orang yang hilang ya." Mama mulai memancing Lia.


"Iya tapi Lia nggak tau siapa dan nggak mau nanya Lia takut."


"Hhmm untung aku dengar tadi dari pak hafid kalau nggak bakal bingung mau ngomong apa." Ucap mama dalam hatinya.


"Emang kapan hilangnya?"


"Lia juga kurang tau mah kalau soal itu."


"Oh iya apa kamu ada mengalami mimpi buruk?"


"Loh kok mama tau" jawab Lia sambil memegang pundak mamanya.


"OMG keceplosan" ucap sang mama dalam benaknya.


"Nggak kan mama cuma nanya soalnya dulu waktu nenek kamu masih ada dan mama masih tinggal di sini mama pernah mimpi buruk ketika ada orang yang hilang." Jawab sang mama dengan keringat dingin.


"Oh gitu ada sih cuma mimpi biasa "kecuali mimpi yang kemaren aneh banget"(suara hati Lia)." Jawab Lia lalu melihat ponsel kembali karena ada pesan yang masuk.


"Kalau cara ini nggak berhasil aku harus pake plan b agar bisa tau tapi terlalu beresiko bagaimana kalau mereka belum ketemu, ah masa bodoh yang penting gue tau." Pikir mama dalam benaknya.


Kemudian dia menutup matanya dan berusaha untuk menunjukkan simbol di dahinya. Simbol itu pelan pelan muncul dan akhirnya sepenuhnya terlihat.


Lily yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat simbol di dahi sang mama.


[BERSAMBUNG]