
RUANG BELAJAR **BELAKANG**
Kak Albert yang biasanya menghabiskan waktunya diluar ataupun berada dibar milikinya. Namun kali ini berbeda, ia berada diruang belajar, sedang memegang sebuah buku sambil membaca buku dari halaman kehalaman selanjutnya, sambil menikmati tehnya. Sembari menunggu adik kecilnya datang.
Ira : “huff apa yang sebenarnya terjadi? Tidak seperti biasanya kakak menungguku. Biarlah toh pasti bakal keluar.”
Ira yang memandang kakaknya dari luar, merasa sedikit aneh dengan tingkah kakaknya tersebut. Dan memutuskan untuk masuk kedalam kamar sembari menunggu makan malam tiba.
PUKUL 18.00
Makan malam pun tiba. Ira pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan. Namun ia merasa penasaran dengan kakak ketiganya dan bertanya-tanya dalam pikirannya apakah kakak masih menunggunya diruang belajar atau telah beranjak pergi keluar.
Dan memutuskan untuk memastikan kembali keberadaan kakaknya tersebut, yang berada di ruang belajar belakang dekat dengan pepohonan dan bunga-bunga didekatnya. Dan...
Ira : “Kakak ... masih menungguku kenapa” (berbicara dalam hati dengan khawatir dan perasaan bersalah karena telah meninggalkan kakaknya sendirian disana)
Ira yang melihat kakaknya masih berada disana, tanpa sadar masuk kedalam ruang belajar tersebut.
Tok..tok..tok (suara ketukan puntu)
Kak Albert : “...:” (hanya fokus dengan bukunya)
Ira : “ohoo apakah ceritnya seasik itu, tanpa peduli keberadaanku ini kakak?”
Kak Albert : “uhumm.. my sister heyy sorry, kakak terlalu fokus dengan buku fiksi ini.”
Ira : “Buku fiksi?”
Kak Albert : “aah.. jangan pedulikan hal itu. Bagaimana sekolahmu hari ini Ira? Apakah menyenangkan.. oya bagaimana dengan teman-teman sekolahmu apakah mereka baik padamu?”
Ira : “ah.. ya.. sangat menyenangkan kakak. Soal teman, hari ini aku bertemu dengan kevin. Sepertinya ia memutuskan untuk berada sederajat denganku dan tidak ingin berpisah dari kita hehhehe” (merubah nadanya 180%)
Ira yang merasa cemas, karena tiba-tiba saja kakak bertanya mengenai teman-temannya dan juga bagaimana keadaan sekolahnya. Dan mencoba untuk tetap tenang dan terkendali.
Kak Albert : “Benarkah.. ta.pi..” (tiba-tiba ucapan kakak dipotong)
Kepala Pelayan Kenta : “Salam tuan muda Albert dan nona muda Ira. Maafkan menganggu perbincangan anda tuan muda ketiga dan nona muda Ira. Makan malam telah disiapkan, apakah anda akan turun sekarang?” (menyelah pembicaraan tuan muda ketiga Albert)
Kak Albert : “...” (kak Albert memandangi kepala pelayan dengan tatapan tajam)
Ira : “eeh.. kepala pelayan kapan anda kembali?” (mengalihkan pembicaraan)
Kapala Pelayan Kenta : “Saya telah kembali, ketika nona muda Ira tiba dirumah sore hari tadi.”
Ira : “aah benarkah hehhe aku tidak mengetahuinya sama sekali. Kalau begitu ayukk kita makan malam kakak.”
Ira yang tau betul dengan ekspresi kakaknya yang sekarang. Namun ia tidak ingin ada perdebatan sehingga Ira berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
Kak Albert : “Baiklah.. TAPI ... jika kau melihat aku bersama dengan adikku maka jangan pernah MENGGANGGU WAKTUKU, apa kau mengerti?"
Kepala Pelayan Kenta : “Baik tuan muda ketiga, maaf atas kelancangan saya.”
Ira : “uhum?”
Kak Albert : “Tidak apa-apa ayuk kita pergi makan malam adikku.” (sambil mengulurkan tanggannya menarik Ira untuk lekas keruang makan dan mengelus rambut Ira seperti biasanya)
Ira : “Kakakk.. rambutku akan rusak tauu..”
Kak Albert : “hehhe rambut sehalus ini tidak akan rusak. Karena pemiliknya sangat cantik dan menawan. Dan pemiliknya tersebut adalah my sister my love.” (dengan senyuman licik mengelus kepala Ira dan mencubit pipinya yang mengemaskan tersebut)
Ira : “kakak.. uhuum.".(dengan pipi yang dibuat tembem seolah merasa kesal)
Kak Albert : “baiklah.. hehhe”
Malam itu kecangungan antara kak Albert dan kepala pelayan Kenta berakhir. Dan makan malam yang disiapkan oleh bibi sangatlah enak dan beberapa makanan yang dibuat bibi adalah makanan favotirku dan kak Albert.
Makan malam pun berakhir dengan begitu ceria. Kakak yang memberikan tebak-tebakan dan lelucon ditengah makan malam. Membuat makan malam yang biasanya sepi menjadi begitu terang seperti sedia kala.
PAGI HARI
PUKUL 02.30..
Kak Albert : “keluarlah kau terlalu berisik.” (dengan ekspresi yang dingin dan tatapan yang tajam)
Kepala Pelayan Kenta : “... maaf atas kelancangan saya tuan muda Albert. Namun ... anda tak perlu mengkhawatirkan nona muda Ira. Ia pasti bisa mengerti, mengapa anda mengambil tindakan seperti ini.”
Kak Albert : “Laluu bagaimana dengan orang yang selalu berada dibalik meja itu tanpa perasaan, tanpa simpati dan tanpa ekspresi yang selalu saja memerintah tanpa mengkhawatirkan adiknya. Ahh.. pasti ia tidak peduli dengan keberadaan anak-anaknya. Yaa itu pasti bahkan ia telah berubah sejak saat itu.”
Kepala pelayan Kenta : “tuan muda Albert, anda tak perlu risau mengetahui tuan bes...”
Kak Albert : “cukup dengan oceanmu. Pergi dari sini sekarang!!!” (dengan ekspresi menakutkan seakan ingin mengahabisi seseorang)
Kepala Pelayan Kenta : “baik tuan muda ketiga, tapi saya hanya bisa mengatakan jika ...”
Kak Albert : “...” (diam tanpa merespon)
Kepala Pelayan Kenta : “Tuan besar tidak pernah menyepelekan hal sekecil apa pun. Tuan besar hanya ingin melindungi nona muda Ira, yang suatu hari nanti pasti akan menjadi target mereka tuan muda ketiga.” (dengan ekspresi yang serius dan ditegaskan)
Kak Albert : “hahh ...” (bertatapan mata dengan kepala pelayan Kenta)
Kepala pelayan Kenta dan kak Albert saling bertatapan tajam, hingga kakak menyerah untuk tidak lagi merasa cemas dan khawatir dengan hal lain.
Kepala Pelayan Kenta : “tapi, tuan muda ketiga.”
Kak Albert : “Aku tidak akan membangunkannya. Tenanglah aku hanya akan memberikan kecupan selamat tinggal dan akan pergi setelah itu.”
Kepala Pelayan Kenta : “... baik tuan muda Albert, salam.”
KAMAR TIDUR IRA
Kak Albert : “huufff.. (tarikan nafas yang sangat panjang) Maafkan kakak Ira, yang tidak bisa memberikanmu apa pun, bahkan saat ini kakak tidak bisa melakukan apapun untuk menjagamu dan melindungi dengan aman.” (merasa sedih dan khawatir)
Dengan suara yang begitu lembut, namun perasaan yang sedih karena harus meninggalkan adik tersayangnya(Ira) untuk beberapa tahun lamanya. Walaupun begitu Kak Albert berharap adiknya bisa mengerti alasan kami melakukannya, dan baik-baik saja tanpa keberadaan kami kakak-kakaknya disampingnya.
Kepala Pelayan Kenta : “Tuan muda Albert pesawat anda telah siap berangkat. Pilot Charles yang akanmenerbangkan pesawat lioXP anda tuan muda ketiga.”
Kak Albert : “Baiklah aku mengerti.” (sambil memandangi adiknya tersebut dan memberikan kecupan didahi untuk terakhir kalinya)
Kak Albert pun lekas pergi dari kediaman keluar inti Albert. Dan memberikan pesan kepada Kepala Pelayan Kenta, bibi dan juga salah satu pelayan pribadi Ira (Icha) untuk menjaga dan melindungi adik tercintanya. Dengan mempertaruhkan nyawa kalian untuk menjaga adik yang dicintai keluarga Albert tersebut.
**PUKUL 06.00 **
KAMAR TIDUR IRA
Pagi yang begitu indah, namun langit yang tidak begitu indah, membuat petanda bahwa akan ada sesuatu yang terjadi. Dan sesuatu yang terjadi itu adalah hal yang sangat tidak baik.
Tok..tok.. tok(suara ketukan)
Pelayan Icha : “nona muda.. sudah waktunya untuk bangun, anda akan terlambat untuk berangkat kesekolah.”
Ira : “uhumm lima menit lagi Icha..”
Pelayan Icha : “Tidak bisa nona, jika anda tidak bangun sekarang anda akan benar-benar terlambat.”
Ira : “Hoamm.. baiklah. Aku akan mandi terlebih dahulu.”
Pelayan Icha : “baiklah nona muda, saya telah menyiapkan air mandi untuk nona muda bisa mandi segera.”
Ira : “Baiklah aku akan segera mandi dan lekas turun kebawa.” (dengan badan yang masih mengantuk mengucek mata dan beranjak turun dari kasurnya)
Kamar Mandi...
Ira yang sedang mandi dalam kamar mandi. Memikirkan apa yang akan ia lakukan, apakah ia akan menghabiskan waktunya bersama dengan kakaknya, atau ia mengajaknya keluar bersama. Karena Ira sudah lama tidak keluar bersama dengan kakaknya tersebut, karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Ira pun berpikir untuk mengajak kakaknya berjalan-jalan bersama disuatu tempat, lalu pergi ketempat makanan yang dimana ia baru temui. Walaupun baru ia temui, rasa makanan tersebut serasa makanan rumahan yang sangat nikmat dan enak. Serasa ingin membawanya pulang kerumah dan ingin memakannya untuk hari esok dan esoknya.
Dan pergi kediaman lama Keluarga Albert yang berada di dekat bukit, untuk melihat pemandangan langit yang indah. Namun ia harus mengatur jam pulang sekolahnya dan juga jam jalan-jalan bersama dengan kakaknya tersebut.
Ira pun selesai dengan mandinya, lalu berganti pakaian dengan seragam sekolahnya dan lekas turun kebawah untuk sarapan pagi bersama dengan kakaknya.