The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Suara Peniru mode ON



Kediaman Keluarga inti Albert


Pukul 19.40


Kakak Indra yang telah sampai tepat pukul 7 malam, menunggu untuk makan malam bersama dengan adik bungsunya Ira. Namun, sayangnya ia harus menunggu kepulangan adik bungsunya tersebut, yang sedari tadi tak kunjung kembali kekediaman.


Sepertinya adik bungsunya tersebut terlalu menikmati waktunya berada diluar, dan melupakan kepulangan kakaknya tersebut. Walau begitu kak Indra tetap menunggu Ira hingga kembali kekediaman, entah itu 15 menit, 30 menit atau 2 jam, kak Indra akan tetap menunggu Ira kembali kekediaman.


Kepala Pelayan Kenta : “Maaf tuan besar Indra, sepertinya nona muda Ira akan terlambat. Anda bisa makan malam terlebih dahulu, saya akan menyuruh pelayan untuk membawakan makan malam nona muda Ira secara terpisah.”


Kakak Indra : “Tidak perlu aku akan menunggu adikku kembali.”


Kepala pelayan Kenta : “Ta-tapi tuan besar??”


Pelayan Pridadi Kakak : “Jika tuan besar sudah mengatakannya, maka tidak perlu pembahasan lain bukankah begitu kepala pelayan??”


Kepala pelayan Kenta : “Baiklah, maaf atas kelancangan saya tuan besar.”


Tidak ada yang bisa menganggu gugat keputusan yang telah diambil kak Indra. Karena itu adalah keputusan mutlak. Jika keputusannya adalah menunggu, maka itu adalah jawaban dari pertanyaan tersebut.


Disisi lain..


Dalam Perjalan Pulang ke Kediaman Keluarga Albert


Petra  : “Percepat perjalan. Tidak ada waktu lagi.”


Sopir  : “tenanglah tuan Petra, saya akan mencari jalan tercepat.” (dengan wajah seringai mulai mempercepat kendaraan)


Dirinyaxx      : “uhm?” (merasa bingung)


*Catatan Sopir


Sopir yang diperkerjakan Ira bukan sembarangan sopir pada umumnya. Melainkan seorang pembalap tapi ia telah pensiun karena suatu alasan. Dan sebab dari itu tidak bisa melanjutkan karir pembalapnya. Ira pun memperkerjakannya sebagai guru mengemudinya (awalnya) dan menjadi sopir kepercayaannya. Bahkan telah mengikutinya sejak lama.


Usianya memang telah beranjak tua, tapi bakat mengemudinya tak terkalakan. Belum memiliki seorang anak maupun istri. Tapi memiliki adik perempuan yang ia cintai dan banggakan. Bahkan telah memiliki dua keponakan yang lucu dan hebat.


Dengan kecepatan penuh Petra, Dirinya dan juga Sopir kepercayaan yang dipekerjaan Ira tersebut. Melewati setiap kendaraan tanpa ada hambatan sedikit pun dan melaju dengan kecepatan penuh gas tanpa ada halangan.


15 menit kemudian...


Petra  : “Nona muda, kami telah tiba. Apa yang harus kami lakukan selanjutnya?” (menelpon)


Ira              : “Naiklah keatas, aku akan menunggu kalian dikamar. Lalu buat beberapa pelayan melihat Dirinya dan segera keatas. Mengerti.”


Bip. (telepon ditutup)


Ira yang baru saja mendapat telepon dari Petra, bahwa mereka berdua telah tiba di kediaman. Hanya perlu melaksanakan satu rencana lagi. Dan mereka akan segera bertemu dan bertukar tempat.


Petra yang menemani Dirinya untuk melindungi Dirinya. Berencana untuk memperlihatkan wajahnya kepada beberapa pelayan saja dan segera menyusul nona muda Ira.


Petra        : “kau hanya perlu menunjukan badanmu kepada beberapa pelayan, dan berjalan kekamar nona muda Ira. Aku akan menuntunmu dari belakang.”


Dirinyaxx     : “Baiklah aku mengerti, kau tidak perlu mencemaskan apa pun.”


Petra        : “huuff..(buang nafas). Kita lakukan dalam 3.2.1 ayo.”


Dirinyaxx     : “baik.” (sambil mengangukan kepala dan mulai mengerjakan misinya)


Petra pun mengawasinya dari belakang agar jika terjadi sesuatu ia bisa mengatasinya terlebih dahulu. Dirinyaxx pun mulai beraksi hanya memperlihat badannya.


Pelayan3      : “Salam nona muda Ira, anda sudah kem..balii??”


Dirinyaxx      : “kakak sudah berkeja keras. semangat untuk anda.” (suara peniru mode On)


Pelayan3       : “ahh.. terima kasih nona muda Ira.”


Pelayan kedua  dilewati...


Pelayan10     : “Salam nona muda Ira, anda telah sampaii??”


Dirinyaxx      : “Ya dan aku sekarang akan keatas.” (suara peniru mode On)


Pelayan10      : “baiklah nona muda Ira. Salam”


Pelayan dilewati...


Pelayan22    : “uhumm?? Sepertinya nona muda Ira telah kembali.”


Pelayan4      : “Apa..”


Pelayan22    : “Nona muda Ira sudah pulang ke kediaman.”


Pelayan4      : “Kalau begitu makan malam akan segera tiba.”


Pelayan22    : “Kau benar. Sebaiknya kita mulai bersiap.”


Pelayan dilewati satu persatu dari beberapa pelayan yang memberikan sapaan dan beberapa pelayan tidak menyapa hanya melihat dari kejauhan. Dan beberapa pelayan melihat dan menyapa nona muda Ira saja.


Pelayan 5 & 10      : “Salam nona muda Ira. (hanya memberi salam)


Dirinyaxx               : “salam untuk kalian juga.” (suara peniru mode On dengan motif pura-pura ramah terhadap pelayan)


Rencana memperlihatkan wajah Dirinyax pun mulai berhasil satu persatu dari beberapa pelayan melihat nona muda Ira. Dan mengetahui keberadaanya.


Petra        : “ayo keatas, nona muda Ira telah menunggu lama.” (sambil berbisik mengintruksi Dirinyax untuk segera keatas)


Ketika hendak ingin pergi keatas kekamar nona muda Ira. Ada salah satu pelayan yang menabrak Dirinyax. Laluu...


Dirinyax      : “auuw..” (suara asli keluar tanpa sadar)


Pelayan Icha : “auww maaf atas kelancangan saya. Eeh nona muda Ira?? Akhirnya anda telah kembaliii??”


Dirinyaxx     : “uhum?? Ya aku ingin kekamar sebentar.” (meniru suara nona muda Ira aktif)


Pelayan Icha : “Ta..pii tuan besar telah menunggu anda sedari tadi. Kita sebaiknya turun jika tidak..” (merasa khawatir karena tuan besar telah menunggu nona muda Ira sedari tadi)


Dirinyaxx     : “Jangan khawatir aku akan lekas turun setelah ini. Aku hanya perlu merapikan diri.” (meniru suara nona muda Ira On)


Pelayan Icha : “Astagaa.. nona muda aku benar-benar lupa. Anda harus merapikan diri dulu sebelum bertemu dengan tuan besar.”


Dirinyaxx     : “Kau sebaiknya turun dan ulurkan waktu untukku. Dan aku akan lekas turun setelah itu.” (meniru suara nona muda Ira aktif)


Pelayan Icha : “Baik nona muda Ira. Ta-tapi apakah anda tidak memperlukan bantuan saya??”


Dirinyaxx     : ”tidak, aku bisa melakukannya sendiri.” (mengelengkan kepala dan mendoro pelayan Icha untuk segera turun kebawa)


Pelayan Icha  : “Baiklah nona muda Ira, saya akan berusaha untuk mengulur waktu untuk anda. Salam” (turun kebawa melalui tangga)


Dirinyaxx  : “huuff nyariss saja.” (mengelah nafasnya)


Petra        : “apa yang kau lakukan lekas masuk kedalam.”


Dirinyaxx  : “aah baiklah.”


Dirinyaxx yang nyaris saja hampir ketahuan oleh orang lain. Untuk saja ia telah bisa meniru suara nona muda Ira dengan baik. Walau masih belum terbiasa tapi ia berhasil melakukannya.


Dirinyaxx dan Petra pun masuk kedalam kamar tidur nona muda Ira.


Ira              : “Akhirnya kau datang juga.”


Petra & Dirinyaxx  : “salam nona muda Ira. Maaf atas keterlambatan kami.”


Ira              : “Lupakan.. pasti kakak telah menungguku cukup lama.”


Hanter       : “nona muda Ira apa anda akan lekas turun kebawah?”


Ira              : “Tidak aku akan menunggu selama 2 menit baru akan turun kebawah. Kau, Hanter dan juga Dirinyaxx pasti tau dimana kalian harus bersembunyi, bukan? Ingat jangan sampai tertangkap oleh siapa pun dan jangan mereka melihat kalian bertiga, kalian mengerti?”


Hanter, Pater & Dirinyaxx  : “Baik nona muda Ira, kami mengerti.” (mengatakan secara bersamaan)


Ira              : “Bagus. Lewat dari belakang lukisan tersebut. Disana ada sebuah lorong yang akan langsung menunju keruang rahasia itu. Kalian tunggu aku kembali.”


Hanter, Pater & Dirinyaxx  : “Baik nona muda Ira.” (mengatakan secara bersamaan)


Dirinyaxx  : “Nona muda.. mereka telah melihat saya dengan penampilan seperti ini. Apa nona muda akan berganti pakaian dengan saya atau berubah menjadi sesuatau yang baru.”


Ira              : “Menurutmu??”


Dirinyaxx  : “ah.. maaf atas kelancangan saya nona muda Ira.”


Ira              : “Sudah lupakan, kalian segera pergi bersembunyi. Disana ada beberapa makanan yang telah aku siapkan untuk kalian. Dan aku akan keluar ketika kalian mulai memasuki lorong tersebut.”


Hanter, Pater & Dirinyaxx  : “Baik nona muda. Jaga diri anda dengan baik nona muda Ira, salam.” (mengatakan secara bersamaan)


2 menit kemudian..


Ira pun turun kebawah menghampiri meja makan. Yang membuatnya merasa lapar, karena belum memakan apa pun sedari siang hari. Dan Ia harus memainkan sebuah akting dengan sebuah drama perkakak adikannya.


Tuk..tuk..tuk (suara langkah kaki)


Ira    : “haa..haa..haaa (nafas terengah engah). Aku tidak terlambat bukan?”


Bibi  : “salam, nona muda Ira. Tidak sama sekali, makan malam segera kami sajikan.” (berbohong)


Ira    : “ah benarkah hehhe.” (percaya dengan kebohongan bibi)


Ira pun berjalan kemeja makan dan menemukan bahwa kakak pertamanya berserta pelayan pribadinya sudah berada disana. Yang entah sudah beberapa lama mereka menunggu.


Kakak Indra : “Apa jalan-jalan keluarmu begitu menyenangkan adikku?” (to the point)


Ira    : “ah.. hehehe aku menemukan sesuatu yang baru jadi melupakan waktu kakak.”


Kakak Indra : “Kemana pelayan pribadimu?”


Ira  : “..ngelek (menelan ludah). I-itu


aku menyuruhnya melakukan hal lain, jadi ia tak bersamaku.” (dengan nada suara


yang pelan menjawab)


Pelayan Pribadi kakak         : “Nona muda Ira. Tuan besar telah menunggu anda untuk waktu yang cukup lama."


Ira              : “ahh benarkah (wajah memulas). Maafkan aku kakak.” (dengan suara lembut meminta maaf)


Dalam hati Ira “Siapa juga yang peduli berapa lama kakak menunggu, toh salah sendiri datang tiba-tiba dan pergi tak kunjung kembali.”


Kakak Indra     : “CUKUP. Kau pergi jangan menganggu waktu makan malamku bersama adikku.” (dengan wajah dingin dan tatapan tajam menatap)


Pelayan Pribadi Kakak         : “Maafkan saya tuan, salam untuk anda tuan besar dan nona muda Ira.” (membungkuk untuk memberi salam dan berjalan keluar meninggalkan meja makan)