
Ira yang masih memikirkan apa yang akan ia lakukan bersama dengan kakak ketiganya tersebut (kakak Albert). Keluar dari kamar dengan perasaan yang begitu bahagia dan ekspresi yang begitu ceria dan cerah. Turun melalui tangga dan...
Ira : “Selamat pa.gi. eeh.” (dengan wajahnya yang ceria tiba-tiba menjadi pudar karena melihat meja makan yang tidak biasa)
Kepala Pelayan Kenta : “Selamat pagi nona muda Ira. Sarapan telah siap anda bisa makan selagi hangat.”
Ira : “ahh baiklah.” (dengan ekspresi yang kecewa menjawab perintah kepala pelayan)
Dalam hati Ira Apa kakak pergi dari pagi? Kenapa tidak sarapan bersama dasar uhupp.. dasar kak klanang meninggalkanku uhuup.. ya itu adalah kebiasaannya. Keluyuran keluar bersama dengan teman-temannya. Tapi kenapa tidak berpamitan denganku. Menyebalkan.
Kepala pelayan Kenta yang mengetahui ekspresi yang keluar dari wajah nona mudanya Tersebut, yaitu sedang mengkhawatirkan tuan muda ketiga (kak Albert). Mencoba untuk memberikan sedikit dukungan semangat dan hiburan.
Kepala Pelayan Kenta : Tuan muda Albert telah pergi tadi pagi nona muda Ira. Dan menitipkan pesan kepada kami, untuk menjaga nona muda Ira dengan aman dan nyaman selagi ia pergi. Dan memberikan kecupan didahi ketika nona tertidur.”
Bibi : “Tuan muda ketiga pun memerintahkan kami untuk membuat kue coklat karamel kesukaan nona muda.”
Ira : ahh huup.. hahhahaha baik.. baiklah.. terimakasih bibi dan juga kepala pelayan kenta. Aku mengerti maksud kalian terima kasih untuk tetap berada disini. (dengan ekspresi yang terkejut dan tertawa lepas karena terkejut dengan perilaku tiba-tiba dari bibi dan juga kepala pelayan kenta)
Ira pun bersiap-siap untuk berangkat kesekolah seperti biasanya. Walau perasaannya yang sempat murung, namun telah kembali ceria dengan dukung dan perhatiaan yang didapatnya membuatnya kembali tersenyum kembali.
Walaupun begitu sikap, perilaku dan ekspresi biasanya Ira kembali seperti semula. Seperti seseorang yang cuek dan tidak begitu peduli dengan apa yang terjadi.
SEKOLAH KESATRIA LETNA
Dalam Kelas...
Guru bahasa : “Baik anak-anak. Pelajaran pertama kita adalah bahasa, apa kalian sudah mengerjakan tugas yang ibu berikan minggu kemarin?”
Seluruh siswa : “Sudah bu.” (mengatakan bersamaan)
Guru bahasa : “Baiklah kita akan membahasanya sekarang.”
Seluruh siswa : “Baik bu.” (mengatakan bersamaan)
Pelajaran bahasa pun dimulai dengan baik dan berakhir dengan baik juga.
Bel istirahat
Kireng.. kiringg.. kring
Isabel : “Kevin. Mau makan bersama dikantin? Kami akan pergi kebawa untuk menyicipi makan mie ayam buatan ibunya Robert.
Kevin : “ehmm.. buatan ibunya Robert. Maksudmu warung mie ayam milik ibunya?”
Isabel : “Yapss betul.”
Kevin : “ahh se.per.tinya (sambil memandangi Ira yang hanya membaca novel didekat jendela kelas) tidak aku akan makan siang bersama dengan Ira.”
Kevin : ahh se.per.tinya (sambil memandangi Ira yang hanya membaca novel didekat jendela kelas) tidak aku akan makan siang bersama dengan Ir... ”
Rara : Isabell ayuk aku sudah lapar.. Kevin juga sebaiknya kita turun kebawa dari pada menunggu seseorang untuk DIKASIHANI. (menyela pembicaraan kevin sambil menyindir Ira)
Kevin : “Eeiyy apa maksudmu Rara?”
Rara : “uhmm kau ti-tidak tauu.”
Isabel : “RARA.” (nada bicara yang ditinggikan)
Rara : “ah iya maaf maaf. Ayuk kita kekantin bersama Kevin.” (Rara terkejut dengan teriakan Isabel langsung mengalihkan pembicaraan)
Didalam sekolah Ira diangap anak yang sangat begitu dikasihani, karena beberapa rumor yang tersebar mengatakan bahwa ia itu anak buangan dari keluarganya. Sehingga tidak pernah makan makanan enak dan hanya meminta-minta saja.
Bahkan ada rumor yang mengatakan, jika keluargnya telah meninggalkannya seperti seorang yang kumu. Bahkan ada yang parah mengatakan bahwa ia adalah anak yang tidak sah, ia lahir dari seorang ibu yang rendah (pelayan).
Walaupun begitu dengan sikap Ira yang sekarang ini, ia sangat berbeda. Keceriaan, kebahagiaan, senyumannya telah memudar, dan berganti menjadi begitu dingin, cuek dan perkataannya setajam pisau.
2 Bulan Berlalu...
Sekolah Negeri Mukti 1
Bastian : “Akhirnya festial yang akan diadakan satu minggu kedepan sudah hampir terselesaikan. Oiya Sara bagaimana dengan tamu undangan sekolah dari luar?”
Sara : “Kalau itu ketua tidak perlu cemas. Aku sudah mengundang sekolah Kesatria Letna untuk datang. Dan mereka mengatakan bahwa ada sekitar 30-40 siswanya yang akan ikut berpartisipasi.”
Bastian : “Hahhaha seperti dugaanku. Kau pasti bisa melakukannya dengan baik Sara. Arigato”
Bastian : “Hehhe baik baik festival minggu depan aku akan membuatnya lebih muda dan simple. Dan kau akan menjadi ketua panitianya hahaha, bagiamana Sara ide yang cemerlang bukan hahhaha.”
Sara : “....” (dengan ekspresi datar memandang ketua OSIS)
****************
Lestia : “Jangan pikirkan ucapan ketua osis kita itu Sara, ia memang seperti itu sejak ia berjabat menjadi ketua.”
Sara : “ahh kau benar kakak.”
Lestia : “Tapi ngomong-ngomong Sara bagaimana kau bisa mengundang sekolah Kesatria Letna? Padahal sekolah kita ini sudah mengundang mereka beberapa tahun terakhir untuk berdamai, tapi mereka menolak dengan mentah mentah.”
Sara : “hahha tenanglah kakak sekarangkan sekolah mereka sudah membuka celahnya untuk kita.”
Lestia : “Kau benar Sara hahha apa yang telah aku khwatirkan.Terima kasih Sara, berkatmu kita bisa menjalani hubungan yang sudah lama pudar ini.”
Sara : “ehem iya sama-sama kakak.”
Festival valentine sudah lama direncanakan, akan segera diadakan dalam beberapa minggu lagi. Salah satu tamu undangannya adalah sekolah Kesatria Letna, yang merupakan sekolah Ira, Kangmin dan juga Kevin.
Beberapa tahun yang lalu (perkiraan 5 lalu) hubungan sekolah Kesatria Letna dan Sekolah Negeri Mukti 1 tidak baik, dan memutuskan untuk tidak saling berkerja sama kembali. Dan kejadian tersebut belum diketahui penyebabnya.
Hanya beberapa rumor yang beredar, bahwa sekolah Negeri Mukti 1 melakukan pengelapan dana sekolah, bukan jutaan tapi miliyaran, dan ada juga rumor yang mengatakan bahwa siswa unggul dari Kesatria Letna dibunuh. Dan pelaku belum ditemukan, namun bukti kuat mengarah pada salah satu siswa saingannya yaitu Sekolah Negeri Mukti 1.
Ya semenjak ada kejadian kasus yang cukup besar, dan cukup masuk kedalam berita terdahulu hingga menjadi trending topik dimana-mana. Sejak itulah hubungan kedua sekolah tersebut terputus, namun karena sekarang adalah Kangmin yang juga merupakan ketua osis disekolahnya, menyetujui undangan yang beberapa minggu lalu dikirimkan nonda Sara kepadanya dirumah.
Dibalik kisah keberhasilan dan perjuangan Sara mengundang Sekolah Kesatria Letna...
Beberapa minggu lalu...
Kediaman Keluarga Kangmin
Tok..tok..tok (suara ketukan pintu)
Sara : “Kau sepertinya sibuk Kangmin.”
Kangmin : "Ohh.. Nona Sara. Apa yang membuat anda datang berkunjung ke kediaman kami nona"
Sara : “ahh bukan apa-apa aku hanya ingin memberikan ini. Yaa sekaligus meminta bantuanmu.”
Kangmin : i-ini, bukankah ini festival valentine sekolah anda? Apa yang ingin anda lakukan dengan ini?
Sara : yaa itu pasti menjadi pertanyaan pertamamu, dan aku pun tak tau mengapa aku bisa berada disini sekarang.”
Kangmin : “...” (hanya mendengarkan sambil memperhatikan surat undangan yang diberikan Sara)
Sara : “mengenai hal itu ... kau pasti tau hubungan sekolah kita ini memang sudah tidak baik. Aku sangat heran dengan mereka waktu kalau ingin ada pertingkaian maka tidak usah membawa nama sekolah dan juga membawa report kan bikin susah saja.
Kangmin yang hanya mendengarkan ocean Sara sedari ia tiba dikediamannya. Merasa Sara hanya ingin menjalin hubungan antar dua sekolah ini untuk kebaikan kedua sekolah. Walaupun begitu itu akan sulit dihadapinya sebagai ketua osis.
Kangmin : Ya kau benar sekali nona Sara. Tapi sayangnya saya tidak bisa membantu anda dengan undangan ini.
Sara : ya aku paham akan hal itu tap..” (pembicaraan disela)
Kangmin : “baiklah nona Sara jika anda bisa memahaminya, saya minta maaf tidak bisa membantu anda kali ini.” (menyela pembicaraan dengan cepat)
......(keheningan beberapa detik dan suasana berubah menjadi begitu cangung)......
Sara : “... tapi apa kau tidak tau, itu hari valentine hari kasih sayang, orang-orang mengartikannya sebagai hari kasih sayang antar teman, pacar, suami atau pun anak.”
Kangmin : “mengenai hal tersebut, ya saya mengetahui hal tersebut nona Sara. Tap...” (pembicaraan disela)
Sara : “TAPI. Apakah kau tidak mengerti hari valentine itu seperti apa bukan, Kangmi? Jika kau memahaminya, pasti kau mengerti apa yang kumaksudkan Kangmin. Haaahh.. (mengelah nafas) Jika Ira ada disini, pasti ia akan lebih paham akan hal ini. (menyela pembicaraan kangmin dan mengubah nada bicaranya menjadi seirus)
Kangmin : ...uhumm? (Kangmin hanya mendengarkan apa yang Sara ucapkan namun ia juga bingung dengan ucapanya)
Sara : Baik.. baik baiklah maafkan atas kelancanganku, tuan Kangmin. Tapi cobalah untuk kau pikirkan kembali akan hal ini. Aku akan pergi dan undangannya akan aku tinggal bersamamu. Aku menanti jawabanmu 2 hari lagi tuan Kangmin Centius Albert.
Kangmin : eehh? baiklah..” (merespon tanpa perdebatan)
Sara pun pergi meninggalkan Kangmin dengan sepucung undangan. Sedangkan Kangmin masih terus memikirkan apa maksud dari perkataan nona Sara. Bahwa nona muda Ira bisa menangani hal ini dan lebih memahami hal ini dari pada dirinya (Kangmin).
Perasaan kangmin pun bercampur aduk, dan tanpa ia sadari terus menerus memikirkan solusi permasalahan undangan yang ada dimejanya tersebut.