The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Apa yang Terjadi



Xxx0           : “Ta.ng.kapp DIAA.. CEPAT TANGKAPP BOCAHH te.ngkill INI SEKARANG. (keheningan beberapa detik) Kenapa kalian tidak men..ja..wa..b??” (dengan suara yang kencang dan terkejut melihat bawahannya telah pingsan)


Xxx0 yang memberikan perintah kepada bawahannya untuk mengakap Ira. Belum mengatahuinya bahwa bawahannya telah ia bereskan setelah pintu masuk itu terbuka. Setelah ia melewati mereka, Ira beraksi dengan kecepatan tanggannya. Seperti panah dan pistol yang berhembus tanpa ada suara.


Ira              : “Ada apa tuan besar? Apa kau tidak bisa melihat bawahanmu itu sedang tidur pulas.”


Xxx0          : “ka.uu se.jakk kapan??


Ira              : “Uhumm.. kapan ya?? Mungkin sejak pintu masuk itu dibuka deh.” (menunjuk pintu yang ia masuki tadi)


Xxx0           : “Ka-kalau begitu, biar aku yang akan mengahajarmu hi..ngaa kau mat.. arghhh!!” (hantaman tangan yang diarahkan kewajah Ira dicengah olehnya dengan begitu cepat)


Ira              : “Apa kata yang barusan mau menghajarku hingga apa tadi?? (tangan Ira yang mencengah hantaman diwajahnya lalu mengenggam tanggannya begitu kuat hingga mati rasa) Deadd?? Bagaimana kalau kau yang ku buat dulu uhumm..” (Ira tersenyum dengan begitu licik dan tatapan matanya yang begitu dingin dan menakutkan)


Xxx0 yang sudah dikalakan oleh seorang anak yang masih muda bahkan usianya belum usia dewasa pada umumnya. Tapi ia telah kalah kelak melawan anak tersebut, dan menyerah tanpa perlawanan balik.


Ira              : “Sudah lah jangan membuang waktuku.” (Ira yang berbicara sambil menarik kursi yang berada dekat dinding untuk duduk didepan ketua geng tersebut)


Xxx0           : “...” (diam dengan keringat dingin serta cemas dengan apa yang akan terjadi padanya)


Ira              : “Huuhh.. (duduk). Apa kau tau siapa diriku.”


Xxx0          : “....ya saya mengetahuinya.” (nada pelan menjawab)


Ira              : “uhumm?? hahhaha ada apa? Kau tadi menyuruh bawahanmu untuk mengkapku dengan nada tinggi, tapi sekarang hahha. Lucu sekali kau ini tuan Betrix.s”


Xxx0          : “..ka-kauu bagaimana bisa?” (wajah yang terkejut mendengar namanya disebut)


Ira              : “Astagaa ada apa dengan ekspresi wajahmu itu tuan? Kau terkejut dengan aku mengetahui namamu Hahha.


Xxx0            : “...” (dengan tatapan kosong dan bingung)


Ira               : “huuh.. Not funny at all, okay. I know you because you're targeting me aah not me rather my family. Albert's family, am I right Mr. Betrix.S?” (nada suara yang dibuat lembut namun dengan tatapan wajah yang tajam menatap)


Ira mengetahui bahwa banyak yang mengincar nyawanya, namun beberapa dari informasi yang ia dapatkan bahwa mereka salah mengenali saja. Tapi perasaan di ikuti, diawasi dan di mata-matai seolah-olah mereka berada disekitarnya. Tanpa tau maksud apa yang mereka inginkan.


Namun Ira tau siapa yang telah mengatasi masalah ini dengan begitu bersih, seperti hanya orang yang lalu lalang yang fokus pada urusan pribadinya. Ya, itu adalah keluarganya Ayahnya atau lebih tepatnya kakak pertamanya Indra Bima Gustan Albert sebelum Ayahnya mengetahui masalah tersebut.


Kakak pertamanyalah yang membereskannya terlebih dahulu. Selalu membersihkan masalah tanpa adanya bukti yang tertinggal. Sekecil apa pun bukti tersebut akan dibersihkan, tanpa adanya noda alias jejak bukti.


Ira            : “...” (Ira hanya menatap Mrs.Betrix.S dan tersenyum tipis seakan lawannya begitu cerdik dalam permasalaan ini, tapi ia tidak tau siapa lawannya yang sebenarnya)


..(keheningan beberapa menit)..


Ira            : “..kau tidak salah. Tanganku ini terlalu berharga untuk melukai seseorang


yang kotor hingga keselubungnya. Ta-tapi asal kau tau...”


Ira yang sedar duduk berdiri mengambil garfu yang berada ditroli makanan yang ia bahwa. Dan mencoba untuk memainkan garfu tersebut.


Ira             : “Aku ini berbeda dari mereka bahkan sekarangpun aku sangat berbeda.”


Mrs. Betrix.S : “berbeda??”


Ira             : “hahhaha lihat ekspresimu sekarang Mrs.Betrix.”


Mrs. Betrix.S : “...” (gemetar)


Ira            : “Kau mengatakan bahwa diriku ini sangat ironis, tidak bisa melukai seseorang dengan tanganku ini. Tapi ekspresimu ini, menunjukan bahwa kaulah yang sangat ironis. Sangatt ironis ditangkap oleh seorang anak sulung dari Keluarga Albert. Bahkan anak sulung tersebut tau siapa sebenarnya yang mengincar nyawanya, dan siapa nama aslinya. Aneh bukan dia tau segalanya tanpa diketahui orang lain.” (sambil memainkan garpu yang ia ambil memutarnya beberapa kali tanpa jatuh)


Mrs. Betrix.S : “...” (menelan luda)


Ira              : “..tenanglah aku tidak akan melukaimu Mrs., mungkin hanya meninggalkan bekas.


Sebagai tanda bahwa kita telah saling mengenal dan yang membuatmu ingat akan


siapa sebenarnya lawanmu.”


..(keheningan 2 detik terjadi)..


Mrs. Betrix.S : “hahhaha sepertinya aku telah salah menilaimu nona muda Ira. Sepertinya yang mereka katakan benar, bahwa tandingan terakhir dari Keluarga Albert adalah kau. Nona muda Iran Suntika In..dah.. Muk..ti.” (mengucapkan kata terakhir dan busa keluar dari mulutnya yang bertanda ia telah meracuni dirinya sendiri)


Ira yang tidak bisa melakukan apa pun dan hanya bisa melihat orang yang ada dihadapanya mengeluarkan busa sambil mengucapkan kata terakhirnya. Namun sayangnya ia tidak bisa mendapat informasi yang ia inginkan. Semua yang ia rencanakan tidak sesuai dengan yang diharapkan.


Ira            : “cihh sial kalau begitu aku tusuk sedari awal. Kan jadi sia-sia aku mengambil ini.”


Ira yang menatap dan menyaksikan seseorang yang meracuni dirinya sendiri, ketika tau bahwa dirinya tidak akan berhasil melawan nona muda keluarga albert.