The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Penyamaran



BISKOP PD MALL


Petra            : “film akan segera selesai. Dimana dirinya? Apa ia tidak bisa masuk karena banyak yang pengawal yang menjada diluar? Gawat seharusnya aku pergi saja ketoilet.”


Petra yang telah duduk berdiam diri menonton film selama 3 jam lamanya. Karena bertukar tempat dengan nona muda Ira. Namun kini Petra, mendapatkan perintah baru, bahwa ia akan mengawal Dirinya yang akan menyamar menjadi nona muda Ira. Sehingga ia tidak perlu khawatir akan apa yang ia cemaskan.


2 menit kemudian..


Pengawal penjaga 3   : “nona muda Ira, sudah waktunya anda untuk kembali.”


Petra                      : “gawat.” (berbicara dalam hati)


Pengawal penjaga 3   : “nona muda Ira...” (sambil berjalan mendekat)


Dirinya menyamar menjadi nona muda Ira : “Apa yang kau lakukan?” (Dirinya muncul tepat pada waktunya)


Pengawal penjaga 3   : “ah.. maaf atas kelancangan saya, nona muda Ira.”


Dirinya menyamar menjadi nona muda Ira : “aku bisa mendengarmu memanggilku. Tapi lihatlah filmnya belum sepenuhnya selesai. Apa kau tidak bisa menunggu hah.” (suara peniru mode on)


Pengawal penjaga 3   : “baiklah nona muda Ira. Saya akan menunggu anda diluar.”


Dirinya menyamar menjadi nona muda Ira : “...” (diam tanpa merespon)


...(beberapa menit kemudian)..


Petra            : “akhirnya anda kembali nona muda Ira?”


Dirinya menyamar menjadi nona muda Ira : “... aku bukan nona muda Ira, aku Dirinya. Kau Petra, bukan. Jaga diriku agar nona muda Ira ini tidak melaporkan kebecusanmu kepada nona muda Ira asli.” (menggunakan nada suara aslinya)


Petra            : “APA!!!”


Dirinya menyamar menjadi nona muda Ira : “...” (diam hanya melihat film)


Petra yang baru saja terselamatkan, karena Dirinya datang pada tepat waktu. Jika tidak ia akan ketauan, bahwa yang sedari duduk dalam biskop tersebut adalah Petra. Maka renaca nona muda Ira akan hancur, dan ia akan kena hukuman yang cukup besar.


Disisi lain..


Gedung Terbengkalai


Ira               : “bagaimana? Apa yang telah anak buahmu dapatkan Hanter?”


Hanter       : “nona muda, seperti yang anda lihat semua barang-barang yang ada seluruhnya sudah usang dan berdebu, bahkan ada telah dimakan rayap.”


Ira               : “Lalu..” (dengan nada bicara yang ditegaskan dan tatapan dingin)


Hanter       : “lalu, kami hanya menemukan beberapa buku yang banyak diberi tanda disetiap halamannya dan juga beberapa foto nona muda.”


Ira               : “foto?”


Hanter         : “karena foto yang tidak kita tau kapan diambil nona muda, sehingga fotonya sedikit terlihat buram. Namun anda masih bisa melihatnya.”


Ira               : “ya.. berikan kepadaku.


Hanter       : “baik nona muda. berikan foto tersebut kepada nona muda Ira.” (berbicara kepada bawahanya)


Ira yang melihat foto yang sudah nampak usang dan gambarnya yang mulai buram, karena foto lama. Namun ia masih bisa melihatnya walau tidak terlalu tampak.


Ira               : “ini.. sepertinya aku pernah melihatnya...” (sambil melihatnya lebih dekat dengan wajahnya)


Hanter         : “no-nona muda...”


Ira               : “umm... tidak bisa. Aku ingin foto ini kalian bagaimanakan agar terlihat tampak lagi dan berikan kepadaku segera.”


Hanter         : “baiklah nona muda.”


Ira               : “lalu buku yang kau katakan tadi, kau simpanlah terlebih dahulu. Jangan bahwa pulang kekediaman. Kakakku akan segera kembali, dan aku pun akan segera pulang kekediaman.”


Hanter         : “baik nona muda.”


Ira               : “lakukan yang terbaik untukku Hanter. Karena kau adalah orang kepercayaanku.”


Hanter         : “Baik nona muda Ira, saya mengerti.”


Kediaman inti Keluarga Albert


Kepala pelayan Kenta : “percepat pekerjaan kalian, tuan besar akan segera tiba dikediaman.”


Para pelayan  : “baik kepala pelayan.”


Para pelayan didapur : “Baik bibi.”


Semua para pelayan dan juga bibi dan kepala pelayan Kenta sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing. Ya itu karena kedatangan tuan besar Indra, kakak pertama Ira yang kembali kekediaman.


Pukul 19.00


Sopir            : “Tuan besar, anda telah tiba di kediaman.” (sambil membukakan pintu mobil)


Kak Indra     : “uhm..” (keluar dari mobil)


Kakak Indra yang telah tiba dikediaman inti Keluarga Albert dengan 4 rombongan mobil penjaga yang menjaganya.


Kepala pelayan Kenta : “Salam tuan besar, bagaimana keadaan anda tuan besar?”


Kak Indra      “... not bad and not good.”


Kepala pelayan Kenta : “perjalan anda pasti membuat anda lelah tuan besar. Saya telah memerintahkan pelayan untuk membuatkan teh hijau untuk anda tuan besar.”


Kak Indra     : “letakan dalam kamar. Aku lapar dan ingin makan, tapi dimana Ira? Aku tak melihatnya.”


Kepala pelayan Kenta : “nona muda Ira sepertinya akan pulang terlambat tuan besar.”


Kak Indra     : “terlambat? Kemana anak itu pergi?” (merasa curiga)


Kepala pelayan Kenta : “ah.. soal itu, nona muda Ira sudah lama tidak keluar rumah. Sehingga hari ini nona muda Ira memutuskan untuk pergi keluar tuan besar.”


Kak Indra     : “ouww... lalu.”


Kepala pelayan Kenta : “nona muda Ira akan segera tiba dikediaman tuan besar, saat ini nona muda dalam perjalan menuju kekediaman.”


Kak Indra     : “Good.”


Kak Indra yang baru pertama kali mendengar bahwa adiknya keluar malam, merasa aneh. Dan hendak meninggalkan kepala pelayan Kenta begitu saja. Namun karena merasa cemas dan curiga, Kak Indra memberikannya peringatan kepada kepala pelayannya.


Kak Indra     : “tapi... lain waktu jangan biarkan adikku berkeliaran ditengah malam, kau mengerti maksudku bukan?”


Kepala pelayan Kenta : “baik tuan besar, saya mengerti.”


Kak Indra     : “siapkan makan malamnya segera. Aku akan makan bersama dengan adikku.”


Kepala pelayan Kenta : “baik tuan besar, segera saya laksanakan.”


Kak Indra pun meninggalakan kepala pelayan Kenta dan pergi menuju kamar tidur miliknya.


Ditempat Lain..


PD Mall


Tempat Berbelanja


Petra            : “nona muda suka sekali dengan makanan manis tapi tidak suka juga jika terlalu manis.”


Dirinyaxx    : “aku tau akan hal tersebut.” (suara asli Dirinyaxx)


Petra            : “nona muda Ira, mengutusmu bukan berarti kau bisa seenaknya melakukan apa pun. Kau hanyalah penyamar.” (sebuah peringatan)


Dirinyaxx    : “dan aku tidak tau bahwa bawahan nona muda Ira sangaatt membosankan.” (suara asli)


Petra            : “Kau...”


Dirinyaxx    : “aku tau apa yang harus kulakukan dan apa yang harus kuperbuat. Karena sebelum kau ada diriku dan nona muda Ira, sering bertukar tempat, kau mengerti tuan barbar.” (suara asli Dirinya)


Petra            : “ha?” (bingung dengan apa yang dimaksud Dirinya)


Dirinyaxx    : “Sebaiknya kita segera kembali kekediaman, kakak pasti sudah menungguku kembali.” (suara peniru mode on)


Pengawal 3    : “Baik nona muda Ira.”


Dirinyaxx        : “apa lagi yang kau tunggu tuan Petra? Bawahkan barang-barangku. Kotak hijau jangan sampai rusak, itu adalah hadiah untuk kakakku, mengerti?” (suara peniru mode on)


Petra            : “..baik nona muda Ira, saya akan menyimpannya dengan sangat baik.”


Dirinyaxx     : “Good. Ayo lekas kembali aku sangat lapar.” (suara peniru mode on)


Pengawal 3 & Petra   : “Siap nona muda Ira.”