The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Kado yang Indah



Ira sangat bersyukur mendapatkan keluarga yang sangat menyanyanginya dan hidup harmonis. Jika ada permasalahan maka akan diselesaikan di hari itu juga. Bahkan ketiga kakaknya mau membantu Ira, ketika ia dalam kesulitan ataupun sedang sakit. Ketiga kakaknya akan memberikan perhatian lebih kepadanya.


Walaupun ketiga kakak kakaknya itu sangat sibuk, tapi mencoba meluangkan waktu untuknya. Atau ngutus seseorang untuk membantunya, ketika dalam kesulitan ataupun sedang sakit. Ketiga kakaknya akan mengirimkan dokter terpercayanya, dan memberikan surat untuk dukungan dan penyemangat.


Itulah membuat Ira sangat bahagia dengan kebahagiaan yang tidak bisa dibeli ini. Ira membuat permintaan agar keluargnya yang harmonis dan bahagia seperti sekarang ini. Karena jika tidak Ira akan merasa sedih. Itulah permohonan Ira setelah meniup lilin ulang tahunnya.


Pra tamu           : “Selamat ulang tahun nona muda Ira. Panjang umur dan sehat selalu nona muda Ira.”


Ayah & Ibu        : "Selamat ulang tahun nak.”


Indra                  : “Selamat ulang tahun Ira”


Sukma                : “Selamat ulang tahun adik kecilku”


Albert                  : “Love you my sister, happy birthday”


Ira                     : “Terima kasih banyak semua, Ira sangaattt bahagiaa.”


Ira yang merasa bahagia hingga tidak bisa berhenti untuk tersenyum. Tiba-tiba dari luar ruangan terdengar suara yang begitu kencang, itu adalah suara kembang api yang terpancar dari jendela. Kembang api tersebut berwarna warni dan diakhir kembang api tersebut bertulisankan Happy Birthday Ira, love you.


Ira yang melihatnya merasa terharu dan merasa begitu bahagia seakan harinya adalah hari yang begitu membahagiakan di seluruh dunia. Ira yang begitu bahagia sampai-sampai mengeluarkan air mata yang bertanda bahwa ia sangat sangat bahagia. Bahkan sampai membuat ibunya khawatir karena putrinya tiba-tiba menagis.


Ibu         : “Yaa ampun anak ibu, apakah kau menangis?? panggil pelayan kesini dan ambil tisu untuk putriku SEKARANG.” (ibu terkejut melihat Ira menangis dan langsung menyuruh pelayan segera dan mencoba untuk menenangkan Ira)


Ira          : “Huuhuhu I..ra ti..da..k apa a..pa bu. Ira sa..ngat ba..hagia sampai me..na..gis uhuuhu terima kasih Ibu love you.” (Ira yang melihat tersebut terharu hingga menangis)


Ibu         : “Astaga ibu juga sangat senang jika putri ibu juga senang, karena kebahagiaan seorang ibu adalah kebahagiaan putri ibu sendiri."


Suasana di pesta pun berubah menjadi sangat dramatis antara Ibu dengan anaknya. Dan para tamu yang melihatnya pun merasa tersanjung akan kebajikan yang ibu katakan dan terharu akan tingkah laku keluarga kami.


Setelah kembang api habis dipertunjukkan, Ibu Ira memberikan kado ulang tahunnya di depan semua para tamu yang datang.


Ibu          : “Putri ibu yang begitu ibu sayangi telah beranjak menjadi putri yang begitu hebat di usianya yang kelima tahun. Ibu ingin sekali memberikan hadiah yang begitu spesial untuk putri kesayangan ibu.”


Ira & para tamu       : “hadiah spesial??”


Seorang pelayan datang dengan membawa sesuatu ditangannya dan itu adalah sebuah kado. Ibu pun mengambil kado tersebut, dan memberikannya langsung kepada Ira.


Ira          : “Waaa…. Ini adalah cincin, gelang dan anting-anting permata laut biru emas, bagaimana ibu mendapatkannya??”


Ibu           : “Untuk anak ibu yang paling ibu sayangi, Tidak ada yang tidak bisa ibu dapatkan semua ada dalam gengaman ibu”


Ira           : (Ira hanya tersenyum tapi, ia tau yang dikatakan oleh ibunya, adalah untuk menutup mulut para musuh yang ingin mencoba melawan keluarganya maka bersiaplah.)


Para tamu yang melihatnya kagum dengan hadiah ulang tahun yang diberikan kepada anak sulung dari Keluarga Albert tersebut. Dan beberapa dari mereka mencoba menyembunyikan ekspresi mereka, karena perkataan ibu barusan adalah sebuah pertanda alias sebuah kode. Jika ingin mencari masalah maka bersiaplah untuk hancur.


Ditempat Lain..


Kak Albert  : “Adik kecilku memang pintar seperti orang dewasa, tetapi tetap saja tingkanya masih seperti anak kecil pada umumnya”


Kak Indra    : “Sebab dari itu, kita harus menjaganya agar tetap aman, karena mereka pasti akan mengincarnya dengan mudah.”


Kak Albert     : “hahha sepertinya itu tidak perlu kakak, mereka mana berani bergerak lagi, setelah mendengar ucapan ibu barusan hahhaha benar-benar pengecut.”


Ayah        : “Mereka tidak berhenti. Mereka sedang mencari celah, ketika menemukannya maka mereka akan beraksi seperti serigala haus akan darah”


Albert & Indra    : “Aya..h” (terkejut bersama)


Kak Indra dan kak Albert yang terkejut dengan kedatangan ayahnya yang secara tiba-tiba. Bertatapan mata dengan ayah, ayah tersenyum tipis dan menatap anak sulungnya dan anak tengahnya dengan tatapan tajam.


Ayah        : “Apa yang sedang kalian lakukan disini, sepertinya bukan waktunya untuk membahas akan hal itu disini, bukan? Dan.. bukannya kalian bersama dengan Ira.”


Albert      : “I..ya Ayah.. Ira tadi menanggis dan aku sedang mengambil kue dan juga puding untuk menghiburnya. Aku akan menyusulnya sekarang sampai nanti ayah kakak.” (Kakak Albert yang mengetahui sinyal bahaya, bergegas mengambil kue yang diatas meja dan lekas pergi meninggalkan kakak pertama bersama ayahnya dengan cepat)


Ayah       : “Tetap jaga adik-adikmu saat ini. Jangan biarkan mereka dalam bahaya apapun ataupun terluka sekecil pun. Jika ada yang mencoba memukul dengan tinjuan, maka balaslah dengan tendangan dan cambukan. Jika mereka mencoba mengancam, maka balaslah dengan tajaman pisau tersebut. Apa kau mengerti anakku??”


Indra      : “Ayah tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Mereka bukanlah tandinganku.”


Ayah       : “Tetap saja, menjaga keluargamu dan juga adik-adikmu adalah prioritas utama yang harus kau lakukan. Kau pasti paham akan hal itu. Jangan kecewakan ayah.” (Ayah pun melangkah menjauh meninggalkan kak Indra sendiri tanpa mendengar balasan ucapan kak)


Indra       : “Baiklah ayah.. aku akan melakukan yang terbaik.. tapii sampai kapan kauu.. akan mencoba menutupi para rubah si*alan itu..”


Kak Indra melihat sekilas ayahnya yang pergi tanpa mendengar ucapan orang lain hingga akhir. Sudah terbiasa akan perilaku ayahnya tersebut. Dan tiba-tiba bawahannya datang melaporkan kabar..


Busram    : “Tuan…ada kabar dari penjaga selatan. Mereka mengatakan bahwa benda yang dibawah nyonya adalah seludupan kota J untuk membom kota A.”


Indra       : “Jadi yang kau maksudkan adalah, bahwa jika ibuku tidak turun tangan akan masalah ini, maka kota ini akan hancur.”


Busram    : “Benar tuan, berkat nyonya besar kita bisa selamat dari masalah besar.”


Indra       : “ibu memang hebat. Seperti panda yang lembut dan polos. Tapi sebetulnya,  ia adalah singa yang bisa kapan saja mengaum dan mengahabisi siapa saja yang akan menganggunya hehe. Lalu apa kau sudah mendapatkan siapa pelakunya??”


(kakak Indra tersenyum licik dan berekspresi sangat mengerikan akan perbuatan ibunya yang begitu licik dan kejam mengatasi bandit be*en*sek itu)


Busram     : “Hanya orang biasa tuan, ia sekarang berada dikota ini dan sedang bersenang-senang dibar pirncesan”


Indra      : “Cihh.. berani berada di kota ini ternyata dan apa katamu bersenang senang. Kita lihat sampai kapan kesanangannya itu berlanjut.” (kak Indra tersenyum tipis dan mulai merencakan sesuatu yang licik dipikirannya)


Busram     : “Baik tuan."


Indra      : “Baiklah, kau sudah berkerja keras. Pergilah aku akan menemui adikku dan memberikan hadiah kepadanya, kau jangan ganggu waktuku lagi. Apa kau mengerti??"


Busram     : “Baik tuan..Selamat malam dan selamat ulang tahun untuk nona muda Ira tuan, salam”


Perkenalan sedikit siapa Busram…


*Busram adalah bawahan Kakak Indra yang sudah berkerja 12 tahun lamanya, dan sudah terbiasa dengan perilaku dan sikap kakak Indra yang dingin, kejam, cerdik dan licik. Walaupun begitu ia adalah bawahan yang paling setia dan kompeten.


***


Kangmin   : “Nona muda Ira, selamat ulang tahun yang kelima tahun. Umur anda bertambah..yang berati anda bertambah tua.”


Ira          : “Apaa yang kau katakan..awas saja kau, aku akan lebih hebat darimu.” (dengan wajah yang cemberut dan kezal karena ejekan temannya itu)


*Kangmin adalah teman dekat Ira ketika masih kanak-kanak bersama dengan 2 temannya yang lain. Kangmin sangat menghormati Keluarga inti Albert. Sebab dari itu Kangmin tidak memanggil nama Ira secara langsung di tempat dimana seseorang mengenal mereka. Melainkan memanggil dengan sebutan nona muda Ira sebagai rasa hormat. Namun ketika tidak berada ditempat umum, tanpa ada seorang pun yang mengenali mereka atau hanya dirinya dan Ira saja, ia akan memanggilnya dengan nama.


Kevin      : “Ira happy birdy bagaiman dengan kembang api tadi, apa kurang menarik”


Ira           : “Sangat cantik dan indah. Apakah setelah aku dewasa nanti, bisa kau buatkan yang lebih cantik dan indah dari ini?”


Kevin      : “Sesuai dengan permintaanmu tuan putri.”


Sara        : “Hahhaha ternyata kau masih sama seperti anak kecil pada umumnya nona muda, kupikir kau akan memarahi Kevin”


Ira           : “Aku memang sudah dewasa. hanya badanku saja yang belum tinggi. Kelak ketika umurku 12 tahun, aku akan lebih tinggi darimu, dan kau tidak bisa mengejekku”


Sara & Kevin : “Hahahha”


Kangmin   : “Sudah cukup Sara Kevin. Hari ini adalah hari sepesial nona muda Ira jadi cukup hentikan.”


Sara & Kevin       : “Baiklah tuan muda Kangmin hehhe”


Sara, Kevin dan Kangmin adalah teman Ira dari ia masih baita, karena keluarga mereka berteman baik dengan Ayah Ira. Umur Sara 12 tahun, Kevin 8 tahun dan Albert 7 tahun. Walaupun begitu mereka sangat dekat dan selalu bermain ditaman belakang milik Keluarga Albert.