The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Hal yang Tidak Diketahui



Disela-sela perbincangan Sara dan Kangmin. Salah satu teman Kangmin datang menghampiri Kangmin, yang sedari tadi dipanggilnya tidak melenggok.


Michael       : “Woii Kangminn... dari tadi kau tidak dengar ya? Aku sudah memanggilmu beberapa kali dari tadi. Waa.. jangan-jangan ini karena Ira yang tidak bisa ikut yaa... kau pasti merasa merindukannya.” (mengoda Kangmin)


Kangmin       : “Kau sebaiknya diam.” (dengan nada suara yang tegas)


Michael yang sedari tadi memanggil Kangmin, karena jika tidak ada Ira ia biasanya akan diam saja. Dan tidak banyak berbicara ataupun tidak banyak berinteraksi dengan orang lain. Tapi ia malah diomeli olehnya.


Michael       : “eeh... bukankah kau wanita yang waktu itu kita jumpai??”


Sara            : “Haii apa kabar, ternyata kau masih mengingatku? ... tapi apa maksudmu Ira tidak bisa ikut, apa boleh kau beritahukan aku alasannya Michael?”


Michael       : “Kepo.”


..(Sara menatap sinis dan tajam Michael yang berbicara seolah olah ia lebih tinggi dari pada Sara)..


Michael       : “ehmm.. i.tu I.ra hari ini tidak ikut, karena katanya kakak tertuanya pulang kekediamannya untuk sekian tahun. Padahal banyak rumor yang beredar, bahwa Ira itu bukan anak kandung dari Keluarga Albert. Tapi kalau dilihat-lihat ia memang tidak begitu mirip dengan Keluarga Albert, kurang cocok. Apa lagi dengan sikap dan sifatnya itu yang dingin dan cuek. Jika aku jadi Ira pasti sudah akan melarikan diri kehutan atau bunuh diri.” (mengoceh tanpa henti)


Kangmin     : “KAU DIAM ATAU KUHABISI.” (dengan espresi yang tajam dan dingin menatap Michael)


Michael       : “.” (Michael diam seketika)


Sara            : “..ha?” (Sara terkejut dan merasa bingung dengan apa yang ia dengar)


Michael yang mengoceh tanpa henti dan tanpa sadar, bahwa ia sedang memberikan informasi kepada Sara. Dengan apa yang terjadi sebenarnya dengan Ira, nona muda Keluarga Albert, teman terdekatnya dan teman tersayangnya tersebut.


Sara pun yang sebenarnya banyak mendengar rumor mengenai anak sulung dari Keluarga Albert (Ira) tersebut. Tidak begitu memperdulikannya dan mengabaikan setiap rumor tersebut menjadi rumor yang hoax, yaitu kebohongan publik karena ingin mencari perhatian dari keluarga terpandang Keluarga Albert.


Namun sebenarnya Kangmin selalu mencoba dan berusaha untuk menutupinya rapat-rapat. Agar romor tersebut tidak terdengar hingga ketelinga teman-teman Ira ataupun ketiga kakaknya tersebut. Tapi sayangnya, semua usahanya tidak cukup memuaskan.


Ditempat Game Pertama...


Siswa Y      : “Permainan yang mengasikan.”


Siswa W     : “Yaa kau benar. Sepertinya mereka mengkonsep semua ide dan juga setiap satu persatuan dari setiap gamenya. Mereka membuatnya agar permainan ini tidak membosankan jika dimainkan berulang kali.”


Siswa C     : “Betul sangatt seru dan asik. Aku ingin memainkannya lagi.”


Siswa W & siswa Y   : “Aku puun.”


Jordan        : “Tapi sayangnya ... kita harus melanjutkan perjalanan kearah sana nona-nona dan tuan. Dan yang disana akan menjadi lebih mengasikan lagi.” (tiba-tiba muncul)


Seluruh siswa : “aah.. Benarkahh.” (mengatakan secara kompak dan mata para siswa berubah menjadi lebih membara dan antusias akan game)


Siswa W, Y dan juga siswa A yang mencoba setiap permainan yang dibuat disana. Tanpa sadar terbawa suasana disana dan melupakan kenangan buruk mereka ataupun pendapat mereka yang buruk akan sekolah SMA Negeri Mukti 1.


Di tempat semula..


Sara            : “Kang.min.. apa terjadi sesuatu dengan Ira?”


Kangmin    : “ah ti-tidak ada nona ah maksud saya kakak Sara. Semuanya baik-baik saja.” (dengan perasaan gugup menjawab pertanyaan Sara)


Michael       : “..” (diam tanpa sepatah kata)


Sara            : “Apa kau yakin Kangmin?” (nada suara yang ditegaskan)


Kangmin    : “...iya kak Sara.” (dengan tatapan serius menatap Sara)


..(keheningan beberapa detik)..


Sara yang masih memikirkan apa maksud dari ucapan Michael teman Kangmin tersebut. Melupakan apa tujuan ia yang sebenarnya dan mengapa ia menghampiri Kangmin.


Sara            : “Ooo ya, aku dengar sekolah kalian sudah sampai dan aku bergegas mencari kalian. Dan aku juga ingin mendampingi kalian.”


Kangmin    : “Hahaha baik lah kak, mohon kerja samanya.”


Michael      : “...??” (diam tanpa sepatah kata namun bingung dengan ucapan ketuanya tersebut)


Sara            : “ya baiklah.”


Michael yang sedari hanya diam tanpa sepata kata karena perintah Kangmin, hanya mendengarkan ucapan mereka berdua. Merasa bingung dengan apa yang ia dengar, padahal Kangmin tau betul mengenai kasus Ira yang cukup populer disekolahnya.


Bukan populer akan prestasi yang bagus ataupun populer akan kecantikannya, melainkan populer dengan rumor yang entah datangnya dari mana rumor tersebut, yang mengatakan keburukan anak sulung Keluarga Albert tersebut.


Ditempat lain..


Ira              : “ahh.. maaf kak saya tidak sengaja. Maaf... maaf...”


Siswa sekolah lain    : “aauuww.. hei kalau jalan hati-hati dong.”


Ira              : “Baik kak maaf.. maaf..” (sambil menundukkan kepala)


Ira yang tangannya ditarik paksa oleh Sara begitu kencang, namun pada akhirnya ia bisa meloloskan dirinya darinya.


Ira              : “huuff...(tarikan nafas) untung saja aku bisa melapaskan gengaman tangan anak itu. Tapi gengamannya cukup kuat dan sekarang ada bekas dilenganku, aku harus mencari sesuatu untuk menutupinya.”


Ira yang berhasil melarikan diri dari Sara. Namun ada bekas gengaman tangan Sara yang begitu kuat membekas di lengan tangan Ira dan itu cukup terlihat jelas. Bahkan itu menjadi merah telapak tangan.


Ira pun mencari sesuatu untuk menutupi bekas tersebut. Dan melihat sebuah gelang kain bukan, lebih tepatnya adalah sebuah jam tangan tersebut terbuat dari kain, namun desain jam tersebut begitu indah dan elegan.


Ira              : “uhumm.. cukup menarik juga jam tangan itu. Aku akan membelinya. Ta-tapi sebelum itu, aku harus menutupi wajahku dengan topeng ini. Cukup berguna juga aku membawa topeng ini.”


Ira yang melihatnya pun tertarik dengan jam tangan tersebut. Dan mencoba untuk membelinya, namun ia harus menutupi wajahnya agar tak dikenali oleh orang lain. Dengan menggunakan topeng yang ia bawa dari kediamannya, lalu kemudian membeli jam tangan tersebut.


Ira               : “Aku ingin membeli jam ini, berapa harga dari jam ini.”


Pedagang      : “oh.. ini hanya 25 ribu saja kak, apa kakak mau membeli jam tangan ini?”


Ira               : “ya uhumm.. sangat pas, bercak genggaman tangannya tertutupi. Ini uangnya terima kasih.” (membayar lalu beranjak pergi)


Pedagang      : “ah.. y-yaa kak, sama-sama.” (terkejut karena melihat bekas tersebut)


Ira membeli jam tangan tersebut dan mencoba menutupi bekas memar di lengannya dengan jam tersebut. Dan kembali dengan tujuan utamanya datang ke sekolah Ngeri Mukti 1.


Kedatang Ira ke sekolah SMA Ngeri Mukti 1 adalah untuk bertemu dengan seseorang untuk mendapatkan informasi, sekaligus mengawasi setiap gerak-gerik disekolah tersebut. Walaupun mengawasi adalah hal sepele, namun ia terkadang tetap mengingat setiap gerak gerik orang, seperti seorang dektif atau lebih tepatnya pegawasan (cctv).


****


Uhuff~~ (hembusan angin)


Ira : "uhumm.. apa tidak ada tempat lain untuk bertemu, selain gudang terbengkalai dibelakang sekolah."


Ira yang pergi untuk menemui seseorang yang tidak tau siapa orang tersebut, bagaimana penampilan dan perilaku orang tersebut maupun dimana keberadaan orang tersebut. Ira tidak mengetahuinya sama sekali.


Namun dengan insting yang kuat, perasaan buruk yang ia rasakan bukanlah masalah besar baginya. Karena tidak ada yang bisa menghentikan perbuatan yang menyebalkan ini, selain Ira mengatasi permasalahan tersebut dari sekarang. Dan menemukan informasi dan jawaban yang ia cari.