The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Pertemuan dengan Pengkhianat



Sebelah Ruangan Eksekusi...


Ira bersama Mrs. Hendra dan juga dua orang penjaga pergi keruangan eksekusi.


Ira     : “Menjijikan” (to the point)


Itulah hal pertama ketika Ira memasuki ruangan tersebut.


Mrs. Hendra  : “Itulah mengapa kita harus mengharumkan ruangan terlebih dahulu, agar aroma tak sedap tidak masuk hingga kedalam.” (dengan suara rendah dan diakhir pembicaraan hendra tersenyum tipis yang menunjukan bahwa ia sedang menyindir seseorang yang berada ditempat tersebut)


Ira              : “Apa yang kau lakukan dengannya? Dia tidak sedang tidur diatas itu bukan?”


Mrs. Hendra  : “Hahha tentu saja tidak nona muda, dia pandai sekali untuk berdiam. Bahkan kami sangat heran melihatnya, sebab dari itu dia berada dibawa sana.


Ira     : “...” (menatapan penuh kekejian dan jijik)


Mrs. Hendra  : “..tapi jika nona muda mau ... saya kan mengijinkannya..” (sambil menatap Ira dengan memberikan kode bahwa ia bisa melakukan sesukanya)


Ira               : “Ciiih kau menyebalkan..” (berdiri dan berjalan menuju keruangan eksekusi)


Mrs. Hendra yang mengenal perilaku nona muda Ira, membukakan pintu yang terhubung dengan ruangan tersebut. Mrs.Hendra tau betul, apa yang sebenarnya yang perlu dilakukan, dan bagaimana sikap dari nona muda Ira tersebut.


Didalam Ruang Eksekusi...


Ira pun masuk kedalam ruang eksekusi dan memandang seorang wanita yang ia kenal. Memandangnya dari bawah hingga keatas dan membuatnya bertambah buak dan merasa jijik.


Ira              : “Sudah lama kita tidak bertemu kakak..” (berbicara sambil berbisik)


Ira yang masuk kedalam ruangan tersebut duduk dikursi yang sudah disiapkan diruangan tersebut sambil menatap orang tersebut.


Ira               : “Ahh benar juga sudah 4 tahun kita tidak bertemu bukan.. bagaimana keadaan kakak sekarang sepertiinyaa baik-baik saja..” (berbicara sambil berbisik)


Kak Lauren (tahanan) : “..uhumm” (pandangan yang masih terlihat kabur mencoba mengedipkan mata beberapa kali)


Ira               : “...” (Ira yang hanya menatapnya dengan dingin dan rasa jijik)


Kak Lauren (tahanan)   : “..nona muda Ira.. ah maksudku Ira. Apa yang kau lakukan disini?” (tingkat konsentrasi 70%)


Ira               : “Penyambutan untuk kakak Lauren hehhe.” (dengan suara yang dibuat lembut dan ekspresi yang polos dan lugu)


Kak Lauren (tahanan)    : “Penyam.but.an (sambil melihat sekeliling dan melihat badan yang terluka karena dipukuli)


Ira               : “Apa terjadi sesuatu dengan kakak? Kakak terluka.. lihat apa perlu aku pangilkan dokter Chan Tuper kesi.ni.” (dengan ekspresi gadis yang polos tanpa dosa)


Kak Lauren yang mulai menyadari sesuatu yang berbeda dengan perubahan sikap dan perilaku Ira.


Kak Lauren    : “I.ra.. apa semua ini adalah perbuatanmu?” (dengan nada rendah bertanya kepada Ira dengan sedikit ragu)


Ira               : “eeh kakak sedang menuduhku? Bagaimana bisa seorang anak kecil tanpa perlindungan, tanpa pertahanan, tanpa dukungan bisa melakukan hal yang begitu kejam.” (bertingkah manis dan polos)


Kak Lauren    : “I.i.ra.. ja.di ka.uu sudah mengetahuinya. Maafkan kakak ah maksud saya maafkan hamba yang tid..ak uuh..” (dengan badan yang kesakitan dan juga gemetar karena rahasia telah terungkap menjawab pertanyaan Ira)


Ira               : “Uhumm.. apakah itu sesakit itu kakak.. TAPI ... lihatlah dirimu sekarang kakak sangat buruk bahkan lebih buruk dari seorang sampah.”


Kak Lauren    : “...No.na mu.da mengapa anda melakukan ini? Tuan besar pasti akan sangat ma..ra.h uuh.” (menahan rasa kesakitan menjawab pertanyaan Ira)


Ira               : “eeh mengapa aku melakukannya.. hmm.. Entah hehhe” (dengan suara yang biasa namun ekspresi wajahnya seakan tidak peduli dan merasa muak)


Kak Lauren yang sudah tidak memiliki tenaga untuk mengucapkan sepata kata dengan jelas untuk menjelaskannya, karena tubuhnya penuh dengan memar dan bau darah yang keluar dari tubuhnya.


Namun perasaan tertekan yang begitu kuat, aura yang dingin, dan tatapan yang tajam seakan-akan mengetahui semua yang telah terjadi, membuat kak Lauren mengetahui bahwa ia telah merasakan perasaan cemas dan gemetar ketakutan, dari sosok nona muda Ira dihadapannya.


Sesosok Ira yang belum pernah ia lihat selama ini, sangat berbeda dengan gadis yang selalu ceriah dan tersenyum. Auranya begitu berbeda dan aura yang begitu kuat seakan bisa memangsa dalam sekali terkaman, menerkam dalam sekali takapan dan menghabisi dalam sekali tebasan.


Didalam ruang eksekusi maupun ruang sebelah eksekusi menjadi begitu mengerikan. Dan jam pulang nona muda Ira telah tiba, dan Petra bawahannya harus menghentikan perilaku nona muda Ira. Tidak boleh takut ataupun merasa tertekan dengan aura dingin yang kuat dari nona mudanya, itulah kunci utama untuk membuat nona muda ini menurut dan patuh.


Petra           : “Nona muda Ira. Sudah saatnya anda untuk kembali kerumah.” (dengan nada tegas


dan tatapan tajam menatap nona muda Ira tanpa berkedip)


Ira              : “..ehum??” (Ira hanya mendengarkan ucapan Petra merasa terusik dan menatapnya dengan tajam)


Mrs. Hendra  : “gelek.. (menelan ludah) oei.. kau sebaiknya diam saja sebelum nona muda benar-benar marah besar.”


Petra  : “...” (menatap nona muda Ira tanpa berkedip)


Mrs. Hendra  : “..tenanglah Nona muda Ira anda bisa melanjutkannya kembali, saya akan menyuruh penjaga mengeluarkannya segera.” (mencoba menenangkan suasana)


Kak lauren     : “...” (kak lauren yang masih berada disana merasa gemetar ketakutan dengan ekspresi Ira yang berbeda)


Petra            : “Baik nona muda.”


Suasana pun berubah menjadi begitu dingin dan begitu menyeramkan.


Mrs. Hendra  : “Tenang saja mona muda Ira, sisanya biar saya yang akan mengatasinya.”


Kak lauren     : “...” (kak lauren yang mendengarnya merasa gugup dan gemetar)


Ira              : “TIDAK!! Sudah cukup. Lepaskan dia biarkan dia bertemu dengan keluarganya. DAN kau pasti sudah tau bukan La..uren aah maksudku angen MariaO.”


Kak Lauren    : “uaah..” (kak Lauren yang mendengar ucapan Ira sangat terkejut)


Ira pun beranjak keluar dari ruangan tersebut. Dan meminta kepada Mrs. Hendra untuk melepaskannya dan jangan ada yang mencoba untuk melukainya lebih dari sekarang. Dan memintanya mengutus dua orang untuk mengawasinya hingga kerumah dengan selamat.


*Perkenalan Sedikit Siapa itu Lauren..


Lauren adalah angen mata-mata yang diutus salah satu bawahan kepercayaan ibu Ira. Pada saat itu lauren sedang menjalankan misi yang begitu penting, tiba-tiba ia dipindahkan kenegara lain. Dan semenjak hari itu, tidak pernah ada yang mengetahui keberadaannya maupun informasi mengenainya.


Ketika tauan keberadaan maupun informasinya tersebut, telah terungkap dan identitas lauren yang sebenarnya terbongkar oleh ibu Ira. Bahwa ia bukanlah anak pungut yang diangkat menjadi seorang angen, melainkan seorang anak dari keluarga terpandang yang sudah lama menghilang, dan merupakan salah satu pewaris dari keluarga terpandang tersebut.


Namun setelah beberapa bulan ketidak tauan keberadaan lauren, alias angen utusan dari bawahaan ibu Ira. Lauren kembali muncul, namun ia tidak mengunakan nama penyamarannya yaitu enjen MariaO dari distrik tingkat C, melainkan mengunakan mana aslinya.


Mencoba untuk mendekati keluarga albert yang bertujuan untuk menghabisi keluarga albert dengan tanggannya. Dengan memanfaatkan informasi yang pernah ia dapat ketika berkerja disana. Walaupun begitu Ibu Ira menyadarinya dan tidak tinggal diam, mengetahui bahwa ada yang mencoba untuk menghabisi keluarganya.


Lauren yang dikira oleh Ibu Ira telah tiada, ternyata masih hidup disuatu pedesaan yang tidak diketahui oleh banyak orang. Bahkan itu adalah tempat yang jarang disentu oleh keluarga albert.


Dalam Mobil..


Ira               : “Petra.”


Petra           : “Iya nona muda Ira?” (menjawab dengan cepat)


Ira              : “Jika kau diberi kesempatan membuat pilihan. Pilihan yang mana yang akan kau ambil menjadi pendendam atau menjadi setia?”


Petra yang merasa aneh dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Ira. Namun ia tau bahwa ia sedang mencemaskan sesuatu.


Petra            : “..uhmm saya pasti memilih untukk ... menjadi keduanya.”


Ira               : “..? maksudmu kau ingin mencampur kedua perasaan tersebut menjadi satu.”


Petra            : “Hehe pasti terlihat aneh, tapi jika dilihat dan di ingat terus. Jika ingin memendam rasa dendam pasti adalah hal yang mudah, tapi resikonya adalah kita kehilangan orang tercinta kita. Tapi kalau kita memiliki rasa setia, pasti ada rasa luka yang akan berbekas dan mungkin itu akan menjadi kenangan yang buruk bahkan bisa menjadi mimpi yang buruk. Tapi itu adalah hal yang bagus untuk melatih mental kita nona muda."


Ira     : “...” (hanya mendengarkan tanpa respon balik)


Petra  : “aah.. maafkan saya nona muda Ira, saya telah mengoceh yang tidak tidak.”


Ira              : “ehem.. tidak apa, tidak buruk juga mengatahui isi pikiran orang lain.” (tersenyum kecil)


Petra           : “hehehe..”


..(keheningan beberapa detik)..


Petra  : “tapi, nona muda Ira. Apa anda tau, jika dua perasaan tersebut dicampur, orang tersebut pasti lebih menderita dan emosialnya tidak stabil dari masing-masing perasaan tersebut.”


Ira               : “ I know it, but it has happened and there is no cure.” (berbisik)


                    “aku mengetahuinya, tapi itu telah terjadi dan tidak ada obatnya.” (versi indo)


Petra           : “uhmm??”


Petra yang binggung dengan apa maksud dari perkataan Ira. Namun ia merasa lega karena nona muda tidak melakukan sesuatu yang kejam sama seperti ayah dan kakak pertamanya.


PUKUL 17.00


RUMAH..


Petra yang mengatar nona muda Ira hingga depan pintu masuk kediaman. Membantu nona muda Ira membuka pintu mobil dan membawa barang bawahannya. Kedatangan Ira disambut para pelayaan yang berkerja di kediamannya.


Pelayan Icha, Bibi & para Pelayan : “Selamat datang nona muda Ira.” (memberi salam bersamaan)


Bibi   : “nona muda Ira, tuan muda ketiga menunggu anda di ruang belajar belakang, nona muda.”


Ira    : “eeh kakak.. bukannya ia berada dibar sekarang?” (terkejut dengan apa yang didengarnya)


Bibi   : “Tidak nona muda, tuan muda ketiga mengatakan bahwa ia ingin mengabiskan waktunya bersama dengan anda.”


Ira    : “EEH-WHYY--“ (terkejut dan tidak percaya dengan perilaku kakaknya)