The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Tempat yang Tidak Diketahui oleh orang lain



BELAKANG GEDUNG TERBENGKALAISEKOLAH NEGERI MUKTI 1


Sekolah yang begitu besar dan juga banyak sekali fasilitas yang disediahkan disekolah tersebut. Siapa yang tau bahwa sekolah tersebut memiliki tempat yang bisa dikatakan terbengkalai, yang tidak diketahui penyebabnya. Namun anak itu (yang ingin ditemui Ira) mengetahui lokasi terbengkalai tersebut, yang bahkan tidak diketahui oleh anak lainnya.


Suasana yang begitu dingin dan cukup menakutkan, karena tempat tersebut terlihat begitu tidak terawat sama sekali. Dan setiap sisi dindingnya sudah banyak lumut dan juga dedaunan yang tumbuh.


Ira              : “Tempat yang tak terawat. Para siswa/siswinya menikmati festival dengan begitu bahagia, tanpa tau keberadaan gedung terbengkalai seperti ini. Walau orang lain mengetahuinya ... aneh tapi menarik juga.”


Ira pun melihat sekeliling dan mencoba untuk menelpon orang yang tidak diketahuinya dan tidak dikenalnya tersebut.


Dring... dringg... maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diruang angkasa. (5x tidak dijawab)


Ira              : “huuh.. ini sudah kelima kalinya aku menelpon dan tidak ada jawabannya. Apa aku sedang ditipu. Tapii... kenapa tempat ini begitu menarik perhatianku juga.”


Ira  yang sedari tadi telah menelpon orang yang tidak diketahui dan tidak ia kenal tersebut. Namun jawaban ia berikan adalah nihil tidak ada respon darinya kembali.


Ira              : “Huuuh.. benar kata Hanter, aku tidak seharusnya percaya dengan informasi tersebut.”


...(menjadi patung sekian menit)...


Ira               : “Tapi, karena sudah terlanjut berada disini lebih baik masuk kedalam dan melihat sebentar toh tidak ada salahnya untuk mencoba.”


Ira pun memutuskan masuk kedalam gudang terbengkalai tersebut. Namun, perasaan Ira mengatakan bahwa ia sedang diawasi oleh seseorang yang ia tidak tau apa ia musuh atau kawan.


Namun siapa yang memperdulikan perasaan tidak enak tersebut. Ira tetaplah Ira, yang bahkan tidak kenal ampun, dingin dan juga kejam sama seperti keluarganya tersebut. Tidak akan takut akan hal apa pun, maupun tak merasa kasihan untuk orang yang rendah yang bahkan sok mencari perhatiannya.


*catatan ada dua tempat gedung yang terbengkalai dipenuhi dengan dedaunan dan juga lumut di setiap dindingnya, salah satunya adalah tempat Ira masuki. Satu tempat lab dan satunya bisa dikatakan kelas namun bisa juga tempat ekskul.


Disisi lain..


Tempat para Penjahat Berada


Xxx             : “tes..tes.. target telah masuk kedalam gedung.”


Xxx1            : “Baiklah. Terus mengawasinya dan jaga jarakmu agar tidak terlihat oleh musuh.”


Xxx              : “Baik, perintah diterima.”


Xxx0           : “Sepertinya ini berjalan begitu lancar. Tinggal menghabisinya dengan api amarah ini dan juga minyak yang begitu licin. Akan menghanguskannya.”


Xxx1           : “Benar tuan, misi kita akan segera selesai dan kita bisa merayakannya.”


Xxx0           : “hahahhha...” (tawa jahat yang begitu bahagia akan misinya yang segera berhasil)


Kediam Keluarga Albert


Kepala pelayan Kenta : “Hari ini nona muda Ira sedang berjalan-jalan keluar rumah. Jadi pelayan Icha tolong siapkan pemandian untuk nona muda, agar setelah nona muda Ira kembali tidak akan menunggu lama. Dan simpan dan kemas setiap barang-barang yang dibeli nona muda di lemarinya."


Pelayan Icha : “Baik, saya mengerti kepala pelayan. Tapi saya begitu senang, melihat nona muda Ira akhirnya pergi keluar untuk berjalan-jalan. Padahal ia hanya berdiam diri dirumah atau belajar diruang perpustakaan.”


Kepala pelayan Kenta : “Kau benar, nona muda sedikit demi sedikit berubah menjadi gadis yang begitu dewasa.”


Pelayan Icha  : “Benar, sangat disayangkan nona muda tumbuh begitu cepat. Padahal dulu, jika nona muda ditinggal begitu lama, ia akan merajuk dan ingin dibelikan es krim atau jajanan yang manis.”


Kepala pelaya Kenta  : “ umur nona muda Ira adalah umur seorang gadis dewasa yang bijaksana dan..” (pembicaraan yang disela)


Bibi   : “Dan sebaiknya kalian berhenti mengkhawatirkan nona muda Ira.” (tiba-tiba muncul dan menyela pembicaraan)


Bibi   : “nona muda Ira pasti akan tumbuh menjadi gadis yang baik dan juga cantik. Dan itu adalah hal pasti. Ja-jadii sebaiknya kalian berdua lanjutkan mengerjakan pekerjaann kalian. Bukankah begitu kepala pelayan Kenta?”


Kepala pelayan Kenta : “ah.. hahha anda benar, saya akan melanjutkan mengecek semua keadaan yang ada disini dengan baik. Agar nona muda Ira merasa nyaman berada disini.” (mengatakan hal terakhir lalu meninggalkan bibi dan juga pelayan Icha)


Pelayan Icha : “Oiyaa.. kepala pelayan Kenta.”


Kepala Pelayan Kenta yang ingin beranjak pergi untuk mengecek kondisi rumah, namun langka kakinya terhenti oleh panggilan pelayan Icha.


Kepala pelayan Kenta : “Ada apa pelayan Icha?”


Pelayan Icha : “aah ta-tadi ada seseorang yang menelpon dengan telepon rumah. Dan ia mengatakan


bahwa ia akan kembali malam ini.”


Bibi             : “Telepon rumah?? Jika telepon rumah berbunyi, maka hanya keluarga inti Albert saja yang biasa menghubungi telepon rumah, selain itu tidak ada.”


Kepala pelayan Kenta : “Bagaimana dengan suaranya? Apa kau mendegar suaranya dengan jelas?”


Pelayan Icha : “Su..ara... uhumm.. aah suaranya terdengar sangat berat tapi begitu lembut didengar."


Kepala pelayan Kenta : “Bagaimana dengan namanya? Apa kau menyakannya?”


Pelayan Icha        : “Kalau itu tidak. Karena ia mengatakan, ini aku dengan begitu tegas lalu selanjutnya ia mengatakan, bahwa akan kembali malam ini ke kediaman Keluarga inti Albert.”


Bibi & Kepala pelayan Kenta saling berpandang dan berpikir bahwa yang pelayan Icha maksudkan


adalah....


Bibi dan Kepala pelayan Kenta        : “TUAN BESAR KEMBALI.” (mengatakan secara bersamaan)


Pelayan Icha : “Tu-tuan besar??” (bingung)


Kepala Pelayan Kenta : “Siapkan makan malam yang begitu enak dan sehat. Bersihkan seluruh rungan tamu, ruang kerja, perpustakaan atas dan belakang, ruang santai, kolam renang dan seluruh ruangan yang biasanya tuan besar tempati. Lalu siapkan teh kesukaan tuan besar. Lakukan dengan cepat dan jangan ada kesalahan apa pun.”


Pelayan Icha  : “...” (menatap dengan kebingungan)


Bibi             : “Makanan yang disajikan hari ini, bukan makanan berminyak tapi yang berkuah dan masih hangat. seluruh bahan makanan dicuci 3x, kuman harus dibersihkan. Cuci tangan kalian sebelum memasak dan sebelum memasuki ruang dapur. Kalian mengerti.” (sambil memerintah pelayan lainnya yang bertugas)


Pelayan Icha yang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Namun yang ia lihat dari sikap mereka, bahwa tuan besar yang belum pernah ia layani dan lihat akan segera kembali.


Kepala pelayan Kenta : “Apa tuan besar memberitahukan kau jam berapa ia akan kembali?”


Pelayan Icha : “soal itu.. ehemm ah aku ingat sekitar jam 7 malam nanti.”


Kepala pelayan Kenta : “Baiklah kita masih memiliki cukup waktu. Kau kembali dan siapkan


pemandian untuk nona muda Ira, ketika ia kembali nanti. Jangan buat kesalahan


kecil apa pun. Kau mengerti?”


Pelayan Icha : “Baik, siap saya laksanakan kepala pelayan Kenta.”


Pelayan Icha yang masih binggung dengan situasi saat ini. Namun mau bagaimana lagi, karena ia adalah pelayan baru yang dipekerjakan oleh tuan muda ketiga. Tanpa tau bagaimana rupa dan sikap dari Keluarga inti Albert tersebut.


Semua orang yang berada di kediaman tersebut, sibuk membereskan seluruh ruangan hingga keujung tanpa terkecuali. Bibi dan kepala pelayan Kenta pun ikut sibuk untuk memeriksa dan mengecek kondisi disini dan disana. Sedangankan Pelayan Icha mempersiapkan apa yang diperlukan untuk nona muda Ira.