The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Gudang Terbengkalai



LAB GUDANG TERBENGKALAI


Ira yang memutuskan untuk masuk kedalam gedung lab yang sudah terbengkalai tersebut. Perasaannya bercampur aduk antara sebaiknya ia menelpon bawahannya (Hanter/Pater) untuk menjemputnya kembali kekediaman atau tidak. Tapi Ira berusaha untuk mengatasinya sendiri, karena ini hanya hal kecil dan tidak perlu bantuan orang lain.


Di sisi lain..


XxxA : “Sebentar lagi ia akan masuk kedalam perangkap, dan perangkap tersebut akan membuatnya tidak tidak bisa kemana-mana, dan pada akhirnya kitalah yang menang.”


XxxB : “kau benar kak tapi, ia masih masih memegang teleponnya. Bahkan tadi sepertinya ia baru menelpon seseorang, bagaimana ini kak? Kita harus menyingkirkan benda tersebutkan.”


XxxA : “Tenanglah... kita hanya perlu membuatnya terkejut lalu ia akan panik dengan ini (menunjukan senjata api).


XxxB : “hahha kau benar kak.”


XxxA : “Dengan begitu rencana tuan besar akan berhasil. Tinggal menunggu waktu. Buat dirinya terkejut dan panik, tanpa sadar akan menginjak perangkap telah kita buat lalu brukk jatuh dehh kebawa hahha.”


XxxB : “Kakak memang jenius hahha.”


Di tempat lain yang belum diketahui..


Xxx1 : “Tuan, sebentar lagi nona muda keluarga Albert masuk keruangan tersebut. Dan ia akan langsung terjatuh kebawah dan tidak akan bisa keluar, karena kobaran api. Bahkan tidak bisa meminta bantuan kepada siapa pun, karena ia terkunci dibawa tanah.”


Xxx0 : “Hahha sangat disayangkan sekali, gadis cantik dan menawan sepertinya harus mati begitu mengenaskan hahhaha.”


Lab Gudang Terbengkalai..


Ira yang melihat setiap sisi sudutnya dan memeriksa barang-barang yang masih ada disana. Tanpa tau apa yang akan terjadi dengannya.


Bagian depan dan setiap sisi yang berisi beberapa berkas kunjungan dan juga beberapa buku dan koran yang telah usang berdebu. Telah dicek satu persatu.


Ruang ganti. Yang hanya berisi baju ganti dan juga beberapa handuk, sabun dan juga


Ruangan istirahat, hanya meja yang terbela kursi yang beberapa tidak tertata rapi dan berdebu.


Ruangan selanjutnya dan ruang selanjutnya telah dicek dengan teliti.


Lalu ruang laboratium. Ruangan tersebut adalah ruangan terakhir yang belum Ira lihat. Baginya ruangan tersebut memiliki sesuatu hal, entah itu berbentuk apa dan berjenis apa. Jadi Ira ingin melihat ruangan tersebut diakhir ketika ia mengecek setiap ruangan.


Jebakan tersebut terpasang diruangan tersebut. Tanpa Ira tau dan sebetulnya tempat itu adalah kesempatan terakhir Ira untuk melihat ruangan tersebut. Atau sebaliknya ia tidak harus melihatnya sama sekali dan beranjak pergi tempat lainnya.


Ira berjalan perlahan mendekat keruangan laboratium tersebut. Selangka demi selangka dan Ira mulai mendekati ruangan tersebut dan...


XxxA : “Sedikitt lagi..”


Ira : “Aaahhhh!!! SESEORANG TOLONGGGG!!!”


Xxx1 : “Rencana telah berhasil tuan besar. Nona muda tidak akan bisa keluar dari perangkap tersebut. Dan kobaran api akan melahapnya tuan.


Xxx0 : “hahhaha akhirnyaa.. akhirnyaaa aku telah berhasil. Keluarga sampah tersebut akan menerima akhibatnya jika mengusiku hahhaha.”


Xxx0 tertawa dengan begitu bahagia dan juga beberapa bawahannya pun ikut tertawa. Namun dia tidak tau bahwa yang ia lihat dimonitor adalah bukan Ira yang asli melainkan peganti.


Ira (menyamar menjadi pelayan)  : “Selamat tuan besar, anda telah berhasil membalaskan dendam anda." (dengan nada lembut)


Ketua geng tersebut berserta bawahannya bertepuk tangan begitu bahagia, karena rencana yang mereka buat telah berhasil.


Ira (menyamar menjadi pelayan)   : “Apa anda ingin merayakannya dengan wine merah bersama dengan sushi tuan?”


Xxx0       : “Hahha yaa.. aku ingin seluruh wine yang ada didunia ini tidak, bawakan aku wine yang terenak didunia ini dan hidangkan padaku.”


Ira (menyamar menjadi pelayan)   : “Baiklah tuan besar, akan saya siapkan.” (membawa wine yang diminta dan berjalan demi selangka menuju kekursi tuan besar)


Ira yang membawa wine yang diinginkan oleh tuan besar beserta gelas wine dan juga sushi mentah yang begitu nikmat ketika diminum bersamaan. Tanpa diketahui oleh Xxx0 bahwa orang yang ia perintahkan itu adalah Ira nona muda Keluarga Albert, anak bungsu kesayangan keluarganya.


Ira (menyamar menjadi pelayan)  : “Baiklah tuan besar, ini telah saya siapkan. Semua adalah makanan kualitas tinggi dan sangat mewah dan mahal. Didampingi dengan minuman yang cukup berkelas untuk menghilangkan dahaga.” (membawa wine yang diminta dan berjalan demi selangka menuju kekursi tuan besar)


Ira yang membawa wine yang diinginkan oleh tuan besar beserta gelas wine dan juga sushi mentah yang begitu nikmat ketika diminum bersamaan. Tanpa diketahui oleh Xxx0 bahwa orang yang ia perintahkan itu adalah Ira nona muda Keluarga Albert, anak bungsu kesayangan keluarganya.


Ira memberikan wine yang telah ia tuangkan kegelas. Laluu...


Xxx0           : “KA-KAU.. BA.GAI.MA.NAA BI.SA KAU BERADA DISINI??” (dengan gugup menerima gelas yang diberikan Ira)


Ira (menyamar menjadi pelayan)   : “Ada apa tuan besar.. apakah ada yang salah dengan saya ATAU apakah SAYA TERLIHAT MIRIP oleh seseorang yang an.da KENAL BARUSAN.” (dengan nada bicara yang lemut namun begitu tajam disetiap katanya dan tatapan mata yang tajam seperti menembus sesuatu dan tatapan dingin menatap)


Xxx0           : “ti.dak mu.ngkin.. ka.uu. bagaimana bisa.. kau masih hidup???" (berbicara dengan gagap)


Ira (menyamar menjadi pelayan)  : "heee.. kau terkejut, tuan besar." (dengan senyuman licik memandang Xxx0)


Xxx0 yang begitu terkejut dengan siapa yang ia lihat saat ini dengan orang yang berada dibalik layar itu. Berpikir siapa yang ia bunuh dan bagaimana orang yang baru saja ia bunuh hidup kembali. Apa ia telah di tipu oleh bocah kecil yang masih SMP.


Ira              : “Hahhaha.. lihat wajah anda tuan besar. Wajah yang begitu gemetar ketakutaan, tapi sangat menyenangkan sekali melihatnya hahhaha.” (ira mendekatkan wajahnya dekat dengan ketua geng tersebut)


*catatan; Ira telah membuka penyamarannya.