
Perkenalan sedikit tentang teman-teman nona muda Ira dari Keluarga Albert
*Sara merupakan anak dari pengusaha bahan pangan. Keluarganya telah berkerja sama dengan Keluarga Albert sejak lama. Kelak setelah Sara sudah beranjak dewasa ia akan belajar mengenai manajemen dan pengelolaan pangan yang baik dalam dunia industri. Dan akan meneruskan usaha keluarganya tersebut.
*Kevin adalah anak musisi dan actor. Ayahnya adalah pemain pianis, gitar yang sangat professional bahkan bayaran sekali tampil ayahnya sangat mahal. Dan ibunya merupakan aktor papan atas, cerita yang diperankan oleh ibunya banyak diputar hingga juta ribu penonton dalam sekali tanyang. Tapi sedikit berbeda dengan kakaknya, yang merupakan dokter bedah. Walaupun begitu kakaknya juga menuruni bakat ayahnya yaitu bisa memainkan berbagai alat music dari yang modern hingga tradisonal.
*Kangmin adalah anak dari adik ayah Ira, sebab dari itu Kangmin juga menggunakan nama keluarga Kangmin Centius Albert. Karena masih bagian dari keluarga besar “keluarga albert”. Dan yang paling dekat dengan Ira,sejak Ira masih dalam kandungan, albert sering mengunjungi keluarga utama albert.
***
Pesta ulang tahun Ira masih berlanjut hingga malam. Ira pun menghabiskan waktunya bermain bersama dengan ketiga teman terdekatnya. Namun tiba-tiba pandangannya teralihkan oleh seorang bapak tua yang berpakaian mewah tetapi terlihat sederhana dan keren. Dirinya sangat penasaran dengan siapa bapak tua tersebut, dan berpikir bahwa itu adalah salah satu tamu undangan pesta ulang tahunnya yang nyasar. Sehingga mengikutinya tanpa sadar.
Kangmin : “Eeehh...Nona muda Iraa anda mau kemana? Pestanya ada disebelah sa..n.a”
Sara : “Sepertinya dia ingin pergi keruang istirahatnya.”
Kevin : “Dan.. sebaiknya kita menikmati pestanya hehhe”
Sara : “Yapss..ayukk Kangmin..”
Kangmin : “Ah baiklha.”
Ira yang mengikuti bapak tua tersebut, tidak mengiraukan teman-temannya dan hanya fokus dengan orang tua tersebut. Dan tanpa sadar, ia sudah dekat dengan ruang pribadi milik ayahnya, yang dimana tempat tersebut dilarang untuk dimasuki. Keculi bawahan ayah (seketaris) dan kakaknya Indra yang diperbolehkan masuk kedalam ruangan tersebut.
Bapak tua tersebut disambut oleh seketaris ayahnya dan mempersilakannya masuk kedalam ruangan pribadi ayah. Siapa bapak tua tersebut dan mengapa seketaris ayah memperbolehkannya masuk? Itu adalah pertanyaan yang ada dibenak Ira setelah melihat seketaris ayah mengijinkannya masuk kedalam.
Ira mencoba mencari celah untuk masuk kedalam ruang pribadi milik ayahnya. Dan menemukan jendela yang cukup besar, dan jendela tersebut terbuka bahkan cukup rendah untuk ia masuki. Ira pun mencoba untuk memanjat dan masuk kedalam ruangan tersebut. Dengan bersusah payah akhirnya Ira masuk kedalam ruangan tersebut, dan mendengar suara ayah yang berteriak.
Ruang Pribadi milik Ayah...
Bapak tua : “Isabel telah melahirkan seorang anak laki-laki tampan dari keluarga anda tuan.” (sambil menunjukan hasil foto cepretan kepada)
Ayah : “Apa yang kamu katakan. I..i..ini ti....tidak mu..ngkin pa..sti ya pasti…tidak mungkin.” (ayah terkejut dengan apa yang didengarnya, badannya menjadi melemas dan nada bicara berubah menjadi tidak beraturan)
Bapak tua : “Infomasi yang anda dengar adalah kebenaran tuan, tidak ada kesalahan dalam informasi yang saya sampaikan. Ini adalah kabar yang selalu ingin disembunyikan mantan pacar anda Isabel, tuan. Jika kau tidak mempercainya maka anda bisa melihat bukti ini.”(sambil menegaskan suaranya dan memberikan selembar kertas kepada ayah)
Ayah : “Mengapa.. ia tidak memberitahukan terlebih dahulu kepadaku. Ini adalah kesalahananku, aku harus mencari Isabel dan cari tau keberadaannya dimana.Selidiki siapa saja yang pernah bertemu dengan mereka dan laporkan semuanya kepadaku. Aku tidak ingin informasi apa pun terlewatkan dari hadapanku apa kau mengerti” (ayah yang melihat selembar kertas itu, terjatuh dan wajahnya berubah menjadi pucat, dan meminta seketarisnya untuk mencari keberadaan mereka dengan tegas dan dingin)
Seketaris ayah : “Baik Tuan.”
Ira yang mendengarnya terkejut dan bertanya dalam pikirannya sendiri.
Ira : “Apa yang sebetulnya terjadi.. ayah memiliki anak laki-laki, Isabel siapa mereka semua?? apa Kakak Indra tau tentang hal ini. Bukan seharusnya Ibu, apa Ibu tau tentang hal ini?? Tidak tidak mungkin… Ayah mencitai Ibu dan Ibu mencintai Ayah. Apa yang sebenarnya terjadi!!?? Tidak mungkin ayah akan melakukan hal seperti itu. Ia sangat menyanyangi kami, selalu memperhatikan kami dan menjaga kami agar tetap aman. Walau ketiga kakakku sudah memiliki bawahannya sendiri, tapi ayah selalu mengawasi kami tanpa sepengetahuan kami sendiri, dan yang sebetulnya adalah anak kandungnya sendiri.”
Ira pun kembali kedalam kamarnya, dengan pikiran yang belum terselesaikan dan masih menjadisebuah pertanyaan. Walaupun begitu Ira adalah anak gadis polos pada umumnya, tetapi tidak jika orang lain mengetahui siapa diri Ira sebenarnya. Orang orang disekitarnya akan terkejut dengannya. Namun dengan apa yang didengar ia tidak mempercayai apa yang telah terjadi. Membuatnya cemas, berkeringat dingin dan juga takut.
Disela pikiran Ira tersebut, kakaknya Indra datang berkunjung ke kamar Ira diwaktu yang tidak tepatdengan membawa hadiah ulangtahun adiknya tersayang.
Tok.. tok.. tok (suara ketukan pintu kamar Ira )
Kak Indra : “Permisii apa tuan putri berada didalam sini??”
Ira : “...”
Tok tok tok (suara ketukan pintu untuk ke 2x nya)
Kak Indra : “Ira.. apa kau ada didalam??”
Kak Indra yang tidak mendengar respon suara dari adiknya tersebut. Memutuskan masuk kedalam
dan membuka pintu perlahan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Ira : “Ah..Kakak Indra. Maaf kak Ira tadi sedang berada di kamar mandi hehhe” (Ira yang begitu terkejut turun dari kasurnya dan beralasan bahwa ia baru saja dari kamar mandi)
Kak Indra : “uhum? Baiklah tidak masalah. Kemarilah sepertinya hari ini kakak belum sempat memberikan hadiah ulang tahun untuk adikku ini.” (Kakak indra tersenyum kecil sambil duduk menjokok lalu membuka kedua tanggannya agar Ira memeluknya)
Ira : “Hehhe..kakak Indra... kakak hari sangat tampan. Kakak seperti pangeran di dalam dogeng yang ibu pernah ceritakan. Yang pangeran menyelamatkan tuan putri dari orang jahat.” (sambil berlari kecil menghampiri kakak tertuanya dan memberi kecupan)
Kak Indra : “Benarkah..”
Ira : “..Uhmm ah namanya adalah pangeran dari negara timur dan seorang putri dari negeri barat.”
Kak Indra : “Hahhaha benarkah.. kalau begitu putri kerajaan itu adalah Ira dan pangerannya adalah Kakak. uhuum.. ah kakak tau bagaimana kalau Putri kerajaan utara yang sangat cantik dan menawan dan Pangeran Kerajaan dari barat.”
Ira : “hahhaha kalau begitu ayah dan ibu adalah raja dan ratu kerajaan utara. Dan kak Sukma dan kak Albert adalah asisten Ira.”
Kak Indra : “hahhaha baiklah sesuai dengan perintah anda tuan putri.”
Ira : “Hahha..”
Ira menghabiskan waktu istirahatnya bersama dengan kakak pertamanya, yaitu Indra Bima Gustan Albert. Yang merupakan pewaris dari Keluarga Albert dan juga merupakan penerus berdarah dingin dan kejam seperti ayahnya. Walaupun begitu kak Indra sangat menyanyangi adik adiknya dan termasuk Ira yang merupakan adik tersayangnya.
Tanpa sadar, pikiran Ira terahlikan dan sudah tidak memikirkan hal yang telah ia dengar tadi. Dan hanya memikirkan kado ulangtahun yang telah diberikan kakak-kakaknya dan juga ibunya yang begitu berharga bagi Ira. Itulah kebahagiaan di hari ulangtahunnya.