The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Festival



Tiba-tiba dari belakang muncull...


Ira             : “hebat kau Sara telah berhasil. Aku tidak menyangka festival kalian lebih menarik dari sekolah lainnya.”


Sara          : “uaahh I-Iraa ... apa kau bisa menghilangkan kebiasaanmu itu, mengejutkan orang.”


Ira             : “TIDAK.” (menjawab pertanyaan Sara dengan wajah datar)


Sara yang memang sudah terbiasa dengan sikap nona muda keluarga Albert tersebut. Namun ia merasa kasihan dengan nona muda ini. Lahir dari keluarga konglomerat yang memiliki perusahaan dimana-mana, dan juga hebat dalam segala hal.


Seorang ibu yang cantik dan ketiga kakaknya yang begitu berbakat dan hebat seperti ayah dan ibunya. Namun ia mendengar banyak rumor mengenainya, bahwa keluarganya telah pecah dan rumor itu mengatakan, bahwa penyebab pecah keluarga terpandang tersebut adalah karena anak sulung mereka yang haram (Ira).


Walau pun begitu Sara tidak memperdulikannya, karena temannya juga orang yang berbakat dan sangat hebat dari pada ayah, ibu dan juga ketiga kakaknya. Walau tidak banyak yang mengetahui kebenaranya.


Sara           : “Jika kau berada disini. Berarti sekolah kalian telah tiba, bukan?”


Ira              : “hemm.. sepertinya begitu.”


Sara           : “Kau itu, apa tidak memiliki teman sehingga kau datang menghampiriku sendiri hahh.”


Ira              : “Kangmin sibuk menjadi pemimpin membimbing anak-anak lain. Kevin sibuk bersama kawan kawan gadisnya. So, aku tidak ada teman dan aku sedang mencari teman pendamping.” (jawaban tanpa basa-basi)


Sara            : “HAHH!! Huuff.. (tarikan nafas panjang). Sudahlah, lupakan jika aku pernah bertanya padamu Ira, aku akan menemui mereka.”


Ira              : “Haa menemui mereka? Sekolahku maksudmu? Untuk apa? Bukankah ada ketua osis kalian yang membimbing sekolah kami?” (Ira tiba-tiba menjadi cerewet dan bawel)


Sara            : “i-ituu yaa.. karena aku hanya ingin. Kau juga sebaiknya ikut denganku, dan jangan berkeliaran sembarangan, kau mengerti? itu sangat berbahaya.” (ekspresi bingungakan menjawab apa)


Ira              : “Baik... baik... bu Sara.” (menurut tanpa bantahan)


Sara yang menarik dan mengengam tangan Ira sangat kencang. Karena kebiasaan Ira selain mengejutkan orang adalah menghilang entah kemana, dan muncul entah dari mana. Dan alasan yang ia gunakan adalah nyasar dijalan tadi atau aku tidak menemukan mereka jadi aku nyasar.


Sebab dari itu Sara tidak ingin nona muda Keluarga Albert, satu-satunya kesayangan temannya tersebut. Menimbulkan masalah baginya dan sekolahnya.


Di tempat lain..


Pintu Masuk Festival


Sekolah Kesatria Letna yang baru saja tiba di sekolah SMA Negeri Mukti 1. Kangmin yang berharap, bahwa teman terdekatnya yaitu Sara yang akan menyambutnya, dan mendampingi sekolahnya yang baru pertama kali masuk kedalam sekolahnya tersebut.


Namun sayangnya harapan tersebut sirna, karena yang menyambut dan yang akan mendamingi sekolah Kesatria Letna adalah ketua osis sekaligus ketua panitianya secara langsung.


Ketua osis  : “Hallo semua, perkenalkan saya Betrix selaku ketua dan asisten saya Jordan yang akan menjadi pemandu jalan sekaligus sebagai pendamping kalian selama acara diadakan.”


Jordan         : “Hallo salam kenal semua, saya Jordan.”


Kangmin dan siswa lainnya   : “Hallo, salam kenal juga.”


Kangmin       : “Perkenalkan saya Kangmin ketua dari sekolah SMP Kesatria Lenta. Terima kasih telah mengundang kami untuk berpartisipasi dalam festival kali ini.”


Ketua osis     : “ya saya pun berterima kasih, karena telah hadir dalam festival kami. Saya harap semua siswa/siswi dapat menikmati setiap permainan dan wahana buatan sendiri ataupun restoran mini kami.”


Siswa C         : “Buatan sendiri?”


Jordan          : “Anda akan mengetahuinya setelah mengikuti setiap kegiatan yang ada.”


Sekolah Negeri Mukti 1 yang selalu memperbarui setiap tema, desain dari tema tersebut dan juga membuat sesuatu yang baru tiap tahunnya. Itu lah yang membuat sekolah luar sana tertarik dengan ke kreativitas anak SMA tersebut.


Ketua osis    : “Hahhaha kalau begitu mari kita masuk dan menikmati setiap permainan disini dan juga wahananya.”


Seluruh siswa Kesatria Letna        : “Baik.” (merasa bersemangat)


Sekolah Kesatria Letna yang datang ke sekolah Negeri Mukti 1, membuat mereka berpikir dan berpikir apa sebenarnya yang mereka maksudkan dengan buatan sendiri.


Dalam Aula Festival...


Seluruh siswa dari berbagai sekolah datang berpartisipasi dalam festival tersebut. Dalam sekejap tempat permainan, setiap wahana menyeramkan namun romantic, dan juga tempat makan disana dipenuhi oleh banyak orang yang menikmatinya dengan begitu bahagia. Yang terlihat jelas oleh ekspresi mereka.


Kangmin dan juga teman-teman sekolahnya yang datang dengan ekspresi yang tidak senang pun, mulai terhanyut dengan suasana dan juga lingkungan mereka yang begitu ceria dan hangat. Perasaan yang tidak enak jadi terlupakan dengan kenangan yang indah dan moment yang seru dan membahagiakan.


Dalam hati Kangmin : “aku telah berhasil melakukannya.” (senyuman tipis diwajahnya)


Suasana hati Kangmin yang entah mengapa menjadi perasaan yang begitu nyaman dan damai ini. Membuatnya merasa bahwa, keputusan yang ia ambil ini adalah keputusan yang tepat. Dan tidak ada yang akan menganggu rencananya tersebut.


Disisi lain..


Ira              : “Apa kau bisa berhenti menarikku Sara... Kau sebenarnya mau membawaku kemana?”


Sara           : “TIDAK. kau pasti berkeliaran kemana mana.”


Ira              : “Haaahh!!!"


Sara dan Ira yang tadi bertemu, memutuskan untuk ikut mendampingi sekolah Ira tersebut. Dan mencari keberadaan sekolahnya berada dimana.


Sara            : “aah itu dia.. untung Kangmin bertumbuh tinggi.” (sambil menunjuk kearah dimana keberadaan Kangmin)


Ira              : “Tu-tungguu Sa.ra. le.pas.kann. ta..ngan..ku” (Ira yang terkejut dengan apa yang ditunjuk Sara melepas genggaman dengan paksa)


Kedatangan Ira difestival bukanlah untuk mengikuti acara festival tersebut, melainkan untuk bertemu dengan seseorang. Namun ia tak memberitahukan hal tersebut kepada teman-temannya, karena itu adalah rahasia.


Ira berusaha melepaskan genggaman tangan Sara yang begitu kecang dari kerumunan orang-orang. Sara yang berusaha untuk menahannya, pada akhirnya genggaman tangan Ira terlepas dan Sara pun kehilangan keberadaannya dari kerumanan orang-orang.


Lalu tiba-tiba ia tidak sengaja menambrak seorang pemuda laki-laki, karena tidak terlalu fokus dan...


Kangmin    : “aah.. maafkan saya apa anda tidak apa-apa?”


Sara            : “aauuww.. ah maaf ehh..??”


Kangmin dan Sara yang saling menunduk untuk meminta maaf. Dan saling menatap dan ternyata adalah orang yang mereka tabrakan adalah teman mereka sendiri.


Kangmin dan Sara     : “Sara/Kangmin.” (memanggil nama secara bersamaan)


Sara            : “Apa yang kau lakukan disini?”


Kangmin       : “i-ituu mereka sedang bersenang-senang dengan game yang anda buat. Cukup menarik dan menyenangkan.” (sambil menujuk kesuatu tempat teman sekolahnya berada)


Sara            : “aah.. ternyata begitu baguslah ... eeehh tu-tungguu I.raa... pergi kemana anak itu.” (Sara yang melihat apa yang ditunjuk Kangmin teringat bahwa ia baru saja kehilangan Ira)


Kangmin    : “I.ra?” (merasa binggung)


Sara            : “ya, anak itu ilang lagi awas saja jika bertemu aku akan mengabisininya.”


Kangmin    : “Ilang??.. maksudmu Ira menghilang?” (mencerah pikiran dalam kepala)


Sara            : “Ya.”


Kangmin    : “T-tapi Ira ijin tidak ikut, karena ada urusan di kediaman inti Keluarga Albert.”


Sara            : “Oohh ijin...”


..(keheningan beberapa detik)..


Sara             : “HAAH!! Ijin dari mananya? Lalu siapa yang aku tarik tadi? Candaanmu itu tidak lucu sama sekali Kangmin.”


Kangmin      : “Aku tidak melucu Sara. Ira memang tidak datang.” (dengan tatapan serius menjawab Sara)