The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Perubahan Seketika



Makan malam pun berakhir. Tanpa ada pertanyaan ataupun sepatah kata dari kak Indra. Melainkan hanya makan malam biasa, makan malam keluarga antara kakak dan adik saja.


Ruang Kerja Kak Indra...


Kak Indra    : “Apa kau sudah menemukannya?”


Busram      : “Belum tuan. Sepertinya mereka menghapus jejak mereka dengan begitu cepat.”


Kak Indra    : “Bagaimana dengan yang aku minta?”


Busram       : “Belum ada kabar terbaru tuan, mengenai informasi tersebut tuan besar. Informasi terakhir sekaligus foto terakhir adalah informasi mereka yang terakhir tuan. Mereka seperti hantu menampakan diri dimalam hari dan hilang dalam sekejap mata.”


Kak Indra    : “...” (hanya diam)


Busram       : “.. maaf tuan. Apakah saya boleh menanyakan sesuatu?”


Kak Indra    : “Katakan.”


Busram       : “Apa tidak masalah jika kita menyembunyikan ini dari nona muda Ira, tuan besar? Jika kita ingin mengetahui kebenarannya, mengapa kita tidak menyanyakannya langsung kepada nona muda Ira saja.”


Kak Indra    : “Kau benar. ...Tapi apa kau pernah berpikir, bahwa apa yang kau tanyakan dan jawaban apa yang akan kau dengar. Belum tentu itu adalah kenyataannya dan belum tentu itu adalah yang sebenarnya. Dan pada akhirnya kita hanya perlu mencari bukti.”


Busram          : “Ta-tapi tuan.”


Kak Indra        : “Sudah cukup. Jika tidak ada hal lain yang ingin kau katakan keluar, aku ingin beristirhat sekarang.”


Busram          : “Baik tuan. Salam tuan dan selamat malam tuan besar.” (memberi salam dan beranjak pergi dari ruangan)


Kak Indra        : “Huuff... Apa yang harus aku lakukan adik tersayangku.” (sambil memegang foto)


Pukul 01.00


Ruang Rahasia...


Ira    : “Semua orang pasti sudah tidur dengan lelap. Kalian sudah bisa beranjak pergi sekarang.”


Pater & Dirinyaxx  : “Baik nona.” (mengatakan secara bersamaan)


Hanter: “Saya akan tetap berada disini untuk menjaga nona muda.”


Ira    : “Itu tidak perlu. Kau bisa beristirahat mengisi tenagamu, aku akan memanggilmu jika itu memang diperlukan.”


Hanter         : “tapi nona muda..” (merasa khawatir)


Ira     : “apa sekarang ucapanku bukanlah perintah untukmu Ha.nt.er?”


Hanter         : “Baiklah nona muda Ira. Maafkan saya.”


Ira              : “Sekarang pergilah. Jangan sampai terlihat oleh orang lain dan jangan membuat kebisingan.”


Hanter, Pater & Dirinyaxx  : “Baik nona. Salam untuk anda nona muda dan selamat beristirahat nona muda Ira.” (memberi salam)


Ira              : “Ya.”


Hari yang begitu melelahkanpun berakhir. Ira pun bisa beristirahat dengan begitu tenang, karena yang dia sembunyikan telah beranjak pergi dari kediamannya. Dan pagi yang begitu cerah tiba.


Pukul 06.00


Kamar Tidur Ira..


Pelayan Icha : “Nona muda Ira, sudah waktunya anda bangun eeh..??”


Ira                   : “Baiklah. Apa sarapannya sudah siap?”


Pelayan Icha : “20 menit lagi akan siap untuk disajikan nona muda.”


Ira                   : “Ouww masih lama. Baiklah aku akan turun kebawah keperpustakaan mengambil buku. Jika sarapannya telah siap panggil aku segera.’


Pelayan Icha : “baiklah nona muda Ira.”


Pelayan Icha yang merasa binggung dengan apa yang terjadi dengan nona mudanya tersebut. Terkejut dan tidak percaya, bahwa nona muda Ira telah bersiap lebih awal untuk berangkat kesekolah. Dan berpikir apa karena ada tuan besar, sehingga nona muda berubah menjadi anak yang begitu berbeda.


Beberapa jam yang lalu sebelum pelayan Icha masuk kedalam kamar tidur Ira..


Pukul 05.00


Dring..dringg..dring.. (suara ponsel berbunyi)


Ira              : “Berisik. Siapa yang berani menggangu waktuku hah!!” (kesal karena pagi buta telah diganggu)


Dering telepon dan pesan yang masuk keponsel milik Ira tanpa henti, membuatnya terganggu dan terbangun dari tempat tidurnya dengan perasaaan kesal. Ira memutuskan untuk segera mematikan ponselnya. Tapi ketika Ira melihat pesan yang dikirim keponselnya tersebut. Membuatnya tidak jadi melakukannya dan lekas bersiap-siap.


Ira              : “Ini ... tidak mungkin.”


Pesan dari orang tak tau siapa


Tuan besar sedang mencari tau kebeneran anda di paliviun. Tidak ada jejak yang tertinggal, tapi ada sebuah bukti foto yang kau tinggal nona muda Ira. Dan sepertinya bukti itu sudah ada ditanggan tuan besar Indra.


Tinggal menunggu hari saja, anda akan segera tamat. Nona muda Ira.


Salam Pyui1


Ira               : “sepertinya sudah waktunya untuknya kembali kekediaman. Dimana aku menyimpan alat itu?? ... Ah benar perpustakaan, aku harus segera kesana sebelum orang lain mengetahuinya.”


Ira pun mulai bersiap-siap sejak pagi hari. Dan karena itulah membuat pelayan Icha merasa binggung dan terkejut melihat dirinya yang biasanya bangun siang, sekarang bangun lebih pagi dan telah selesai bersiap-siap.


Ruang tamu..


Sluurr.. (meminum kopi)


Kepala pelayan Kenta : “Apa kopinya tidak enak tuan besar?”


Kak Indra    : “Tidak. Rasanya seperti biasanya, manis yang pas begitu nikmat diminum dan harum kopinya tidak begitu menyengat. Sepertinya kau bisa membuka cafe sekarang kepala pelayan.”


Kepala pelayan Kenta : “terima kasih atas pujian anda tuan besar, anda masih seperti biasa gemar menikmati kopi. Dan suatu kehormatan bahwa andalah yang telah menikmati resep kopi milik keluarga saya tuan besar.”


Kak Indra     : “sluur.. ngelek.. (meminun dan menelan kopi) ya sepertinya begitu. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu sekarang kepala pelayan.”


Kepala pelayan Kenta : “Baiklah kalau begitu tuan besar, saya mohon undur diri. Salam.”


Kakak Indra yang sedang menikmati kopi dipagi hari sambil membaca beberapa dokumen yang harus ia tangani dan tanda tanggani. Dan melihat Ira yang langkahnya terburu-buru menuruni tangga.


Kak Indra  : “...” (memandang Ira beberapa menit lamanya lalu fokus kembali membaca dokumennya kembali)


Ira yang menyadari bahwa ada seseorang yang memandangnya lalu melengok kebelakang.


Ira              : “ouww ternyata kakak. Sepertinya sedang menikmati kopinya, biarlah aku ingin keperpustakaan sekarang.”