The Mystery Behind The Albert

The Mystery Behind The Albert
Yang Tidak Diketahui



PUKUL 13.00


Bel Pulang Sekolah berbunyi...


Kevin : “woii Ira tugas sekolah yang tadi apakah kau sudah mengerjakannya?”


Ira : “uhmm tugas.. belum memangnya kenapa?” (dengan wajah cuek sambil memasukan barang kedalam tas)


Kevin : “hah tumb.en?” (Kevin yang mendengar ucapan Ira tersebut terkejut seperti ia tidak mengenal Ira yang sekarang ini)


Isabel : “..Kevin apa kau belum mengerti soal yang barusan?”


Kevin : “ah iya.”


Isabel : “Apa kau ingin aku ajarkan?”


Kevin : “Tidak perlu aku memiliki Ira yang bisa menyelesaikan dengan begituu cepat.”


Rara : “uhaha (sambil menahan tawa) kau tidak tau rupanya ya Ira tidak begitu pintar dan caranya menyelesaikannya saja pasti butuh satu abad.”


Ira : “...”


Isabel : “Rara jaga ucapanmu kau bisa membuat orang terluka dan kau bisa terkena imbasnya”


Rara : “iya iya maaf ya Ira.”


Isabel : “Bagaimana kalau aku pinjamkan catatan sebelumnya, karena cara perhitungan ada dicatatan tersebut.


Kevin : “ahh baiklah.” (sambil mengambil buku catatan yang diberikan Isabel menatap Ira dengan begitu cemas)


Kevin yang tidak begitu paham dengan apa yang terjadi, namun dia tau satu hal bahwa temannya Ira tersebut sudah diangap tidak pandai bahkan banyak yang tidak mengenal siapa dia sebenarnya dan tak segan mengangap remeh dirinya.


Walau pun begitu Ira tidak begitu memperdulikan ucapan teman sekelasnya tersebut. Dan membereskan barang barangnya lalu beranjak keluar ruang kelas.


BELAKANG HALAMAN SEKOLAH..


Pelayan Petra: “Salam nona.. saya Petra yang akan mengantar anda ketempat tujuan sekaligus menjaga nona muda selama perjalanan.”


Ira : “Ya..kita berangkat sekarang juga.”


Petra : “Baik nona muda.”


~Pelayan Petra pun membukakan pintu mobil untuk Ira dapat masuk kedalam mobil~


*Pelayan Petra adalah bawahan Hunter yang masih muda, tapi dalam bela diri tidak diragukan ia termasuk master karate dan tinju bahkan salah satu penembak siju jarak jauh. Dan sekarang Petra menjadi salah satu bawahan kepercayaannya, dan juga merupakan salah satu kaki tangan Hunter untuk melindungi keluarga Albert dari maha bahaya.


30 Menit Perjalanan...


Petra : “Nona kita sudah sampai.” (Petra membukakan pintu mobil)


Ira : “... uhmm Dimana yang lainya?” (Ira yang keluar dari mobil melihat sekelilingnya dan merasa ada yang aneh)


Petra : “Mereka sudah anda didalam nona muda.”


Ira : “Maksudku kemana bapak tua yang berada dipos itu?”(sambil menunjuk kepos yang terlihat usang tersebut)


Petra : “...Gawatt nona muda masuklah kedalam saya akan memeriksanya.”


Ira : “Baiklah..”


Petra pun memeriksa apa yang telah terjadi dengan hati-hati. Ira yang melihatnya cukup kagum dengan kecekatannya. Namun sebetulnya ia tau betul, kalau sebenarnya petugas yang berada disana tersebut sedang istirahat. Tapi karena hal tersebut Ira dapat mengetes kemampuannya, lalu pergi meninggalkan Petra sendirian.


Petra yang sedang memeriksa dibalik pos yang sudah usang tersebut. Dan tiba tiba ada suara.


Kreseng..kresek..kresek (suara plastik)


Petra yang mendengar suara yang aneh secara spontan menodongkan senjatapinya, lalu..


Petugas pos : “Ahh…”


Petugas pos : “Apaa siapa kamu?”


Petra : “eh... Apa yang anda lakukan dibelakang sini? Dan bukannya menjaga pos?”


Petugas pos : “Apa kau tidak bisa melihat hahh aku sedang makan.. sedang istirahat..”


Petra : “Apaa.. yang benar saja kan bisa makan didalam bapak tua.”


Petugas pos : “Apa yang kau katakan..” (dengan nada tinggi dan kesal karena sudah diganggu diwaktu istirahatnya)


Petra : “ahh ti..tidak bukan seperti ituu.. astaga gawat aku melupakan nona muda..” (Petra yang terkejut berbicara terbata dan baru teringat bahwa ia sedang menjaga nona muda berlari menuju kemobil untuk mengecek keadaan nona muda Ira)


Petugas pos : “Nona muda??.. Ohh ternyata bawahan nona muda Ira.. cek cek kordinasi 2 cek”


Kordinasi 2 : “Ya kordinas 1 ada apa?”


Petugas pos : “Nona muda Ira telah tiba.”


Kordinasi 2 : “Oke kordinasi 1”


Petra yang berlari menuju kemodil meninggalkan petugas pos tersebut dan mengecek keadaan nona muda Ira. Ia baru sadar jika nona muda sudah tidak ada didalam.


Petra : “No..nona muda anda dimana? Gawat aku tidak bisa menjaga nona dengan baik.. eaiss ini masalah besar..”


Ditempat Lain..


Ira yang meninggalkan bawahannya petra menuju gedung untuk bertemu dengan tersangka tersebut.


Para Bawahan : “Salam nona muda..”


Mrs. Hendra : “Salam nona muda saya telah menunggu kedatangan anda..”


Ira : “Dimana dia?” (dengan wajah yang dingin dan datar)


Mrs .Hendra : “Ah tenanglah nona muda ia ada berada didalam.”


Ira : “...” (menatap dengan wajah yang datar dan ekspresi dingin)


Mrs.Hendra : “aah sa.saya ak.an langsung mengantar anda kesana nona muda.”


Ira : “Jangan buang-buang waktuku kau mengerti.” (dengan suara tegas dan auranya dingin memperingati orang)


Mrs.Hendra : “Ba..baik nona muda.” (Mrs hendra yang melihat takut dan gematar karena perlikau anak sulung albert tersebut juga begitu kejam)


Dalam hati Mrs. Hendra “uuff menakutkan sekali.”


Perkenalan sedikit siapa itu Petra dan juga Mrs Hendra dan juga jabatannya.


*Petra memiliki nama panjang yaitu Petra Dave Jokotare. Petra adalah anak yatimpiatu yang ditinggal orangtuanya, karena kecelakaan mobil dan saat itu Petra baru berusia 5 tahun.


Pertemuannya dengan Hanter adalah salah satu yang tidak terduga, karena ada seorang wanita tua yang tasnya dicuri Petra yang masih anak kecil waktu itu tanpa sadar badannya bergerak membatu wanita tua terebut. Dan Hanter yang berada dilokasi yang sama melihatnya dan membantunyas.


Petra diadopsi oleh Hanter dari pertemuan itu dan dari pertemuan yang tidak terduga lainnya. Petra menjadi anak pertaman dan juga yang akan meneruskan bakat bela dirinya maupun seorang penembak yang handal. Petra diadopsi seminggu sebelum hari ulangtahunya.


Jabatan Petra adalah kaki tangan Hanter orang kedua. Hanter memiliki dua kaki tangan dan salah satunya adalah Petra. Petra saat ini berusia 15 tahun dan tingginya mencapai 177 cm.


*Mrs. Hendra pertemuannya dengan Ira adalah pertemuan tak terduga. Waktu itu Ira ikut bersama dengan Ibunya untuk melihat lingkungan luar (piknik dihutan), namun tanpa diduga ada terjadi perampokan dirumah orang ilmuan yang kaya memiliki mobil mewah dan rumah yang bertingkat yang berada didaerah tersebut.


Pada saat itu Ira bersama dengan Ibu yang melihat kejadian perampokan tersebut. Dan mobil yang dikendari sempat diberhentikan oleh perampok tersebut, namun Ibu mengatakan bahwa


Ibu : “Aku tidak peduli apa yang kalian lakukan, jadi silakan urus urusan kalian.” (dengan wajah yang menakutkan dan ekspresi dingin)


Namun tiba-tiba ada seorang anak yang terluka disekunjur tubuhnya dan baju yang dikenakan kotor dan bersimpah darah keluar secara tiba-tiba dari rumah tersebut. Dan berteriak meminta bantuan kami, namun suara teriakan tersebut ditutup oleh tangan perampok tersebut. Lalu kami beranjak pergi tanpa memperdulikannya. Dengan memainkan drama seperti didalam film.


Ira yang melihat anak tersebut merasa cemas dan khawatir dengan anak tersebut. Ibu Ira yang mengenal anaknya dengan baik. Diam-diam mencoba mencari tau apa yang terjadi dan menyuruh seseorang untuk mengurusnya dengan bersih.


Dan dari situlah Mrs. Hendra yang adalah anak salah satu ilmuan jenius yang ingin berterima kasih atas bantuannya. Memberikan dedikasinya untuk melayani keluarga albert dengan sepenuh hati dan jiwa.