
Hanter : “Salam nona muda Ira.” (sambil membungkuk memberi salam)
Ira : “APA!! Kau jangan membuat moodku bertambah buruk.”
Hanter : “Maafkan saya nona muda. Namun, saya mendapatkan kabar bahwa tuan besar ... akan kembali kekediaman malam ini.”
Ira : “... HAH?? Kakak akan kembali kekediaman?”
Hanter : “ehem.. soal itu, saya baru dapatkan dari Petra nona muda.”
Ira : “aish... kenapa semua tidak berjalan lancar. Ada saja yang menganggu rencanaku.”
Suasana yang begitu menegangkan berubah menjadi suasana yang begitu dingin.
Hanter : “seperti perintah anda nona muda, Petra sedang mengantikan posisi anda dibioskap.”
Ira : “aah.. aku hampir aku melupakannya.”
..(keheningan yang begitu mendalam)..
Ira : “kapan orang itu akan kembali(kakaknya)?
Hanter : “makan malam nona muda. Sepertinya sekitar jam 7, tuan akan segera sampai dikediaman.”
Ira : “Makan malam (Ira melihat jam tangannya). Jika aku bertukar tempat dengan Petra sekarang, maka membutuhkan kurang lebih 30 menit. Itu tidak akan cukup untuk aku sampai kekediaman.”
Hanter : “bagaimana kalau nona muda... mencegat Petra ketika kembali kekediaman nona muda? waktu yang diperlukan menjadi lebih singkat.”
Ira : “kau benar tapi...”
Ira yang berpikir untuk mencari solusi, agar ia pulang kekediaman sebelum kakaknya kembali kekediaman keluarga albert. teringat akan seseorang yang sangat terampil dalam misi penyamaran, bahkan ia bisa meniru perilaku, sikap dan suaranya.
Hanter : “benar nona muda.”
Ira : “good, aku dengar dia tinggal disekitar daerah sana, bukan?”
Hanter : “..(berpikir dalam hitungan detik dan tau dalam sekejap).. Benar nona muda. Apa anda perlu bantuannya nona?”
Ira : “Bukan. Yang aku perlukan, utus dia untuk mengantikan posisiku disana dan menyamar menjadi diriku. Hanya untuk beberapa menit saja. Perubahan yang diperlukan all seluruhnya dari atas hingga keselubungnya. Dan buat beberapa orang untuk melihat diriku walau mereka tidak tau bahwa ia nona muda palsu.”
Hanter : “Tapi nona muda itu terlalu beresiko. Jika seseorang mengetahui jika dia adalah seorang penyamar, anda akan dalam masalah besar nona muda.”
Ira : “TIDAK AKAN. Kau hanya perlu mengikuti perintah yang diberikan tuanmu Hanter. Lagi pula sudah waktunya dia untuk memberikan aku hasil dari kerja kerasnya, bukankah kau juga setuju Ha.nt.er?”
Hanter yang tidak begitu paham akan apa yang nona muda Ira katakan dan rencanakan. Tapi ia tau betul bahwa rencanya tersebut akan begitu mempengaruhi sesuatu hal yang tidak ia ketahui.
Hanter : “Baik nona, saya mengerti.”
Ira : “Ya. Kau memang bisa ku andalkan Hanter.” (sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut mengatakan hal terakhirnya)
Ira yang tidak mendapat informasi apa pun. Namun sebaliknya, ia mendapatkan informasi bahwa kakak pertamanya (Indra) akan segera kembali kekediaman. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada kakak pertamanya, yang telah lama berada diluar negeri dan tak pernah kembali kekediaman. Memberi kabar bahwa ia akan kembali.
Yang tidak diketahui pasti saat ini adalah, mengapa ia baru kembali begitu lamanya. Apa telah terjadi sesuatu dengannya(kak Indra) atau dia mengetahui sesuatu yang memutuskannya untuk kembali untuk sekian lamanya.
Ira : “Kakak pasti tidak tau apa pun yang telah aku kerjakan, bukan. Pasti dia hanya berkunjung lalu pergi kembali ketempatnya, yaa itu pastii.. hanya berku.jungg.. tenang... tenangg...” (Ira terlalu cemas dan khawatir akan sesuatau yang belum terjadi)
Pikiran Ira dipenuhi banyak pertanyaan, dan perasaan cemas dan khawatir akan apa yang ia pikirkan mungin saja terjadi atau tidak akan terjadi. Namun pikiran dan perasaaan tersebut tak bisa terlepas, jika ia tak segera menemukan jawabannya.
Walau begitu, karena sudah lama tidak pernah melihat kakak pertamanya tersebut. Ira memikirkan bagaimana kondisi kakaknya saat ini, apakah ia sehat-sehat saja atau tidak.