
5 Tahun Kemudian
Pagi hari yang cerah...
Tok.. tok..tok.. krekk..(suara pintu diketuk dan terbuka)
Seorang pelayan masuk untuk membangunkan nona muda keempat, sambil membuka tirai jendela agar cahaya pagi masuk kedalam ruangan dengan segar.
Pelayan Icha : “Nona muda Ira. Sudah waktunya anda untuk bangun, jika tidak anda akan terlambat untuk masuk sekolah.” (sambil membuka tirai dikamar Ira)
Ira : “Hooaahmm (suara menguap Ira yang terbangun). Baiklah aku akan mandi baru akan berangkat.”
Pelayan Icha : “Kalau begitu saya akan menyiapkan air hangat untuk anda mandi nona muda.”
Ira : “Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri kau bisa keluar.”
Pelayan Icha : “Baiklah nona muda. Saya akan menyiapkan sarapan untuk anda.”
Pelayan Icha pun keluar dari kamar, setelah membangunkan Ira di pagi hari dan beberapa menit kemudian. Ira menyadari bahwa ada seseorang yang bersembunyi di dalam kamarnya yang sedang mengawasinya. Lalu..
Ira : “Waktu ku hanya 10 menit tersisa sepertinyaa.. itu TIDAK DIPERLUKAN LAGI.” (Ira sambil mengatakannya memainkan cincin miliknya dan dengan nada yang ditegaskan sambil tersenyum licik)
Hanter : “Salam nona muda Ira, maaf atas ketidak kesopanan saya. Saya hanya ingin memberikan informasi yang anda pinta.”
Seorang yang bersembunyi didalam kamarnya pun keluar dan ternyata itu adalah bawahan kepercayaannya Hater. Hanter keluar dari balik tirai jendela dan memberi salam kepada Ira, lalu memberikan sebuah dokumen yang sudah dipegangnya ditanggannya tersebut.
Ira melihat isi dokumen tersebut dengan sangat teliti dan ia memperhatikan secara detail setiap isi dokumen tersebut. Namun Hater tau informasi yang ingin didapat oleh nona muda Ira tidaklah sesuai dengan ekspetasinya. Karena setiap nona mudanya mengetuk-ngetuk jarinya kemeja itu bertanda. BAHWA INI BUKANLAH YANG DIINGINKAN, KALIAN TIDAK BISA MELAKUKANNYA DENGAN BAIK.
Namun, ketukan jari tersebut terhenti dan...
Ira : “Ini... bukankah.”
Hater : “Benar nona. Dia adalah mantan pegawai dari Supering Parfum, yang pernah kita kunjuni dihari itu nona muda. Walaupun begitu ia memiliki pengalaman yang lebih dari tempat berkerja di berbagai tempat, untuk mencari uang nona.”
Ira : “Sablen oxe, mantan Guru atlet taekondo, asisten koki dan tukang cukur rambut… sepertinya kerja paruh waktunya sangat banyak. Dan pekerajaan paruh waktu yang diambilnya tidak menyambung dengan pekerjaan lainnya menarikk…Bagaimana dengan latar belakangnya?”
Hater : “Benar nona muda..ia tinggal dengan seorang nenek dan adik perempuannya yang masih bersekolah, kedua orangtuanya telah meninggal karena kecelakaan lima tahun yang lalu nona. Sebab dari itu pemuda tersebut menjadi kepala keluarga di usia dini, walau begitu ia adalah mantan karate sabuk hitam dan takondo.
Ira : “Benarkah ... menarik biarkan dia berkerja mulai besok dan arahkan ia kebagian santis E.”
Hater : “Siap nona muda segera saya laksanakan.”
Ketika pembicaraan pembahasan mengenai pegawai baru yang akan masuk dalam organisasinya. Ira teringat akan sesuatu hal dan....
Ira : “Ahh.. hampir lupa. Bagaimana kabar dari santis C? Bagaimana hasil pencarian mereka? Apa yang sudah mereka kerjakan? DAN ... mengapa mereka belum memberikan informasi apapun kepadaku? Apakah mereka lupa siapa atasan mereka atau memang ingin mendapat hukuman dariku Ha.nte.r?
Ira mengubah nada bicaranya menjadi tegas, dan tatapan matanya menjadi tajam seakan-akan ingin menerkam dan menghabisi orang yang ditatapnya tersebut, suasana pun berubah menjadi dingin dan menakutkan.
Ira yang tidak menyukai penundaan waktu dan tidak suka jika bawahannya tidak mendapatkan hasil apa pun.
Hater : “... Maafkan saya nona muda, sepertinya mereka telah lupa untuk memberikan kabar terbaru kepada nona muda.”
Ira :“Lu..paa.. kau.. mengatakan me..re..kaa lupaa Ha.nt.er??”
..(Alasan yang tidak tepat membuat keheningan beberapa detik)...
Hater : “Dua dari mereka adalah pelaku dan sepuluh dari mereka adalah orang biasa nona muda. Mereka cukup cerdik nona muda, mereka menggunakan suasana yang ada untuk menyelinap masuk dengan bergabung diantara mereka. Sehingga pencariaan membutuhkan waktu. Tapi hari ini adalah hari eksekutif mereka untuk mengatakan yang sebenarnya.”
Ira : “Benarkah?” (tanya Ira dengan nada mencurigakan)
Hanter : “Iya benar nona muda.”
Ira : “haah.. baiklah kalian telah berja keras. aku akan mengampuni kesalahan anak buahmu HANTER. Tapi kuharap itu tidak terjadi kembali, mengerti?”
Hanter : “sii..ap nona muda. gelek(menelan ludah)”
Ira : “Good. Aku akan datang untuk pemeriksaan nanti. Setelah aku menyelesaikan sekolahku, jemput diriku dibelakang sekolah apa kau mengerti?”
Hanter pun beranjak pergi.
Sekarang Ira telah berusia 10 tahun, namun di usianya sekarang ini. Ia sangat sensitive dan sangat detail dengan semua yang terjadi. Bahkan hal kecil pun ia meminta bahawannya untuk meyelidikinya. Walau begitu sikapnya yang seperti itu hanya diketahui oleh orang-orang terdekatnya yang bisa melihat sosok asli Ira.
*Perkenal sedikit siapa bawahan Ira
Hater nama panjangnya adalah Hater Wibawanta Susanto. Ia adalah bawahan Ira yang sudah berkerja cukup lama dengannya.. Ira bertemu dengan Hater, ketika ia berusia 3 tahun. Pada waktu itu Ira yang sedang bermain di taman. Sempat diculik oleh sesorang yang tak dikenal. Hater yang melihat kejadian tersebut menolong Ira, sikap dan cara ia menolong Ira, membuat Ira tergerak untuk menjadikan Hater sebagai pengawalnya.
Dan pada saat itu, Hater sedang mencari pekerjaan dan sedang memakai jas untuk wawancara, namun tidak diterima. Hater memikirkan tawaran Ira pada saat itu selama 2 hari, lalu ia menerimanya. Karena harus mencukupi kebutuhan hidupnya yang susah. Sebab dari itu Hater terbiasa dengan perkataan dan perbuatan Ira yang terlihat polos, lugu dan lucu diluar, namun sebetulnya tegas, dingin dan kejam yang tidak dilihat oleh banyak orang.
Ruang Tamu...
Ira : “Selamat pagi kakak-kakakku.”
Kak Sukma : “Selamat pagi, bagaimana tidurmu Ira? Apakah nyenyak.”
Kak Indra : “Pagi, turunlah secara perlahan.”
Ira : “Baiklah kakak hehhe...aku tidur dengan nyeyak sekali kak Sukma.”
Kak Albert : “Morning my sister.”
Ira : “Morning brother.”
Ketika didepan keluarganya atau didepan ketiga kakaknya, Ira akan berubah menjadi gadis polos dan menjadi gadis yang ceria. Namun sebetulnya ia menahan semuanya demi keluarganya.
Pagi yang begitu cerah dan ketiga kakak-kakak Ira berada dimeja makan. Membuat suasana menjadi begitu cerah dan ceria. Namun itu bukanlah keadaan yang biasa terjadi, kesibukan ketiga kakaknya terkadang tidak pernah berada dirumah. Dan hampir mengahabiskan waktunya untuk berkerja diluar atau pun bertemu dengan orang orang yang levelnya tinggi dikota lain.
Kak Indra : “Bibi, kau tidak perlu memasak banyak untuk makan malam nanti. Aku tidak akan pulang malam ini.”
Kak Sukma : “Aku pun tidak akan berada dirumah. Aku akan pergi keluar kota untuk mengurusi beberapa hal.”
Kak Albert : “Sozai ga niawanai o nīchan?” - bahasa Jepang
“Apakah bahannya tidak sesuai kakak?” - versi indo
Kak Sukma : “Tidak hanya perlu menambah sesuatu.”
Bibi : “Baik tuan besar dan nona muda kedua.”
Kak Indra : “Ira.”
Ira : “Ah.. iya ada apa kak?”
..(hening sekejap)..
Kak Indra : “Tidak apa.”
Ira : “...”
Kak Albert : “Ochitsukeyo nīchan hanarenai de ie de Ira ni tsukisotte asobu yo. Sōdesu ka, Ira?.” - bahasa Jepang
“Tenanglah kakak sebagai ngantinya kakak pergi aku akan menemai Ira bermain dirumah. Benarkan Ira?” - versi indo
Ira : “..uhm iya.” (Ira hanya menganggukan kepalanya dan terssenyum)
Itulah keadaan yang sebenarnya terjadi dalam keluargaku. Ayah dan Ibu pun sama sama sibuk, bahkan karena kesibukannya jarang sekali pulang ataupun jarang menghabiskan waktunya bersama anak-anaknya, hanya diwaktu tertentu saja keluarganya akan berkumpul bersama.
Perubahan tersebut mulai terasa, setelah satu tahun pesta ulang tahun Ira yang kelima tahun selesai diadakan. Perubahan tersebut terjadi terhadap kedua orang tuanya. Yang biasanya dalam dua hingga empat minggu akan menghabiskan waktunya bersama dengan anak sulungnya. Tetapi itu tidak pernah terjadi kembali, malah janji tersebut tidak pernah ditepati.
Ibu Ira pun sedikit berubah. Ketika Ira melakukan kesalahan yang cukup besar disekolahnya. Ira berharap bahwa Ibunyalah yang akan datang untuk menyelesaikannya. Tapi harapan tersebut sinar, karena bawahannya ibu yang datang untuk menaganinya. Dan waktu yang dihabiskan ibu diluar sangat lama, tiga hingga lima bulan lamanya.
Ira yang menyadari akan hal tersebut, sedikit menyelidiki masalah keluarganya sendiri. Apa yang dilakukan ketiga kakaknya tersebut?? Apakah terjadi sesuatu??Apa yang dilakukan ayah dan ibunya diluar?? Dan dengan siapa saja mereka bertemu??. Namun hasil yang diperolehnya adalah nihil, seolah-olah ada seseorang yang telah mengetahuinya dan menghapus seluruh jejaknya dengan bersih. Sehingga penyelidikannya tidak akan membuahkan hasil.
Sehingga Ira mengurangi penyelidikannya terhadap kesibukan keluarganya, dan menyuruh bawahannya untuk memberikan informasi kepadanya, jika memang terjadi sesuatu dengan keluarganya. Walaupun begitu, informasi sekecil apa pun yang didapat dan tidak memiliki masalah yang berisiko tinggi. Ira tetap akan menyimpannya dan menyuruh bawahannya untuk menyimpannya dibrankas.