
4 Hari Sebelum Festival
Sekolah Kesatria Letna...
Michael : “Kirimann yang terakhir.. huuh (terhosa-hosa membawa paket yang banyak). Aiirr aku butuh airrr...”
Siska : “Ini, aku bukakan.” (sambil memberikan air minum botol kepada Michael)
Michael : “Terima kasih Siska kau lebih perhatian dari pada dia.”
Kangmin : “Michael. Suru anak-anak departemen informasi, untuk menempelkan ini disetiap dinding sekolah kita. Dan ini juga berikan keruang kepala sekolah.”
Michael : “haahh.. apa kau tidak bisa membiarkan aku istirahat sekarang. Lihatlah aku sudah bolak ba.lik 3x.”
Kangmin : “TIDAK. Cepat lakukan masih ada yang harus kau kerjakan lagi.” (dengan wajah yang dingin dan tatapan yang tajam menjawab temannya)"
Michael : “Oke.. okee siap saya akan lakukan ketuaakk.”
Sedangkan di sekolah Negeri Mukti 1..
Ketua osis : “Apa!! Butuh 1 minggu lagi. Apa tidak ada cara lain festival akan segera dimulai.”
Siswa lain : “Tidak bisa begini ketua.” (merasa sedih)
Siswa lainnya : “Tidak.. tidak ada kostum bersama dengannya..” (merasa pata hati)
Siswa lain : “Tidakk.. aku tidak mau datang kefetival.” (merasa sedih setengah mati)
Ketua osis dan juga siswa lainnya merasa sedih dan kecewa. Mengapa mereka begitu kecewa dan menyedihkan? Itu karena baju kostum kartun lucu dan juga couple pasangan antar pacar dan teman atau sahabat tidak bisa dikirimkan tepat pada waktunya.
Sara : “Apa sebegitu pentingnya kostum kartun begitu?”
Ketua osis dan siswa lain : “PENTING.” (jawaban yang kompak bersamaan)
Lestia : “ehemm.. Kalau begitu kita buat untuk satu tahun lagi saja ketua.”
Ketua osis : “Tidak bisa kostum couple harus TERSEDIAH, tidak bisa dibatalkan.” (dengan tatapan yang penuh keyakikan menjawab pertanyaan wakil ketuanya)
Sara : “uhuff.. jika memang tidak tepat pada waktunya, aku akan meminta bantuan kepada temanku.”
Ketua osis : “Sara...” (tatapan yang penuh semangat dan berapi-api menatap Sara)
Lestia : “Apa kau yakin Sara? itu tidak akan mudah untuk didapatkan tinggal beberapa hari lagi, pasti akan sangat sulit mendapatkannya.”
Sara : “Tidak akan. Jika itu adalah temanku, maka semua yang ia inginkan akan didapatkan dengan jentikan jari saja.”
Ketua Osis : “Sa.ra.. kau yang terbaik...” (tatapan yang penuh bermakna menatap Sara)
Teman yang dimaksud Sara ia adalah nona muda Ira yang merupakan anak sulung dari Keluarga Albert. Yang ingin mengabaikan keluarga mereka ataupun ingin mencari perkara dengannya maka mereka akan bersiap tamat.
2 Hari menuju Festival
Sekolah Ngeri Mukti 1...
Sara : “mic.. speaker disetiap dinding sekolah dan juga speaker panggung berfungsi.. lalu panggung dan dekorasinya sudah diselesaikan tadi siang. Seluruh persiapan clear ketua.”
...(kesunyian beberapa detik)...
Sara : “Apa kau mendengarkannya ketua.”
Ketua osis : “ehem.. Iya aku mendengarnya. Baju ini sangat cantik aku akan memakainya bersama dengannya kyaa..”
Ketua yang hanya fokus dengan baju couple yang baru saja dikirimkan. Hanya memandanginya seakan ia kerasukan baju saja.
Sara : “Kau sama sekali tidak mendengarkannya.”
Lestia : “Biarkan saja Sara, ketua memang seperti itu. Kalau begitu katakan pada anak-anak untuk menginformasikan jam pasti acaranya dimulai.”
Sara : “Baik kak. Kau memang yang terbaik dari pada dia.”
Sara dan Lestia memandang ketua osis mereka dengan penuh keheranan.
1 Hari menuju Festival
Sekolah Kesatria Letna...
Siswa C : “Tapi kak kesehatan ibuku lebih penting dari pada acara festival ini.”
Kangmin : “TIDAK. Ta-tapi jika aku ingat lagi, sepertinya ibumu hari ini datang kemari membawakan bekalmu yang tertinggal, bukan?”
Siswa C : “eeh.. itu hanya seorang pelayan kak.”
Kangmin : “Nilai D atau kembali kekelasmu SEKARANG.”
Siswa C : “Baik kak.” (keluar tanpa membantah)
Diluar luar ruangan ketua osis..
Siswa C : “Tidak mempan sama sekali.”
Siswa Y : “Hah laluu sekarang bagaimana? Rencana a,b,c,d sudah terpakai semua.”
Siswa A : “Apa yang sudah merasukinya hingga membuat kita wajib hadir di festival yang sangat membosan itu.”
Siswa Y : “Kau benar.. sepertinya ia sudah dihasut oleh wanita pi*ik disana.”
Siswa C : “Mau bagaimana lagi tidak ada cara lain. Jika kita tidak hadir maka nilai kita yang jadi taruhannya.”
Siswa A : “Kau benar huuh..”
Para siswa yang mencoba untuk mencari alasan untuk tidak hadir difestival yang diadakan disekolah Ngeri Mukti 1 tersebut. Selalu saja gagal, karena jika mereka tidak hadir maka nilai absensi dan nilai mata pelajaran selama seminggu mereka akan berubah menjadi merah yang berarti mereka harus tinggal kelas.
Sedangkan di Sekolah Negeri Mukti 1...
Ketua Osis : “Persiapan sudah 99%. Mengapa 99% karena hasil dari kinerja kita saat ini.. beberapa hari yang lalu seluruh pekerjaan yang kita kerjakan.. kita akan melihat bagaimana hasil akhir dari hasil yang kita tunggu-tunggu. Yang akan segera dimulai esok hari. Banyak sekolah yang akan datang berpartisipasi dalam acara kegitan esok hari. Jika kita gagal maka persiapan 99% tersebut berubah menjadi -99%. Dan itu akan membuat kinerja kita selama ini akan menjadi sia-sia saja. Apa Kalian Mengerti!!”
Seluruh siswa panitia : “Mengerti ketua.”
Ketua Osis : “Aku harap seluruh panitia yang akan mengurus seluruh kegiatan dari kebersihan, informasi dan lain sebagainya. Bisa berkerja dengan maksimal dan jangan biarkan masalah mempengaruhi pikiran kalian. Tidak ada perkelahian dan juga tidak ada percecokan antara satu dengan yang lain, mengerti.
Seluruh siswa panitia : “Siap ketua.”
Sara : “apa kita akan maju kemedan perang ketua.”
Ketua Osis : “SARA ...(berhenti sejenak)... terima kasih atas kerja kerasmu.” (dengan ekspresi yang begitu lemut dan tatapan yang penuh makna mengucapkan terima kasih)
Sara yang tidak tau mengapa dengan perilaku ketua osisnya tersebut. Namun ia merasa bahwa ketuanya memang terlihat aneh tapi jika ia memang serius maka ekspresi dan ucapannya membuat hatinya senang.
Sara : “ya..” (sara menjawab ucapan ketua osis dengan senyuman yang lembut)
Pidato yang diberikan ketua osis kepada seluruh siswa dan juga seluruh panita yang berpartisipasi. Membuat seluruh siswa dan siswi disana penuh semangat yang berapi-api.
Sara pun merasa bahwa besok adalah hari yang begitu baik dan cerah. Ia selalu menantikan hari esok (festival) dengan penuh semangat.
HARI FESTIVAL
Sekolah Negeri Mukti 1
Di depan pintu masuk festival...
Siswa penyambutan : “Silakan masuk.”
Siswa penyambutan lainnya : “Selamat datang difestival kami. Silakan masuk.”
Siswa sekolah C : “Waa.. sepertinya festival kali ini lebih menarik dan menyenangkan dari tahun lalu.”
Siswa sekolah C : “Kau benar, sebaiknya kita menikmati festivalnya dengan sangatt baik hahha.”
Ketua Siswa sekolah C : “Ingat jaga sikap dan perilaku kalian. Kita berada disekolah yang memiliki predikat yang baik bahkan terbaik, mengerti kalian.”
Seluruh siswa sekolah C : “Mengerti ketua.”
Festival yang diadakan begitu meriah dan berbeda dari tahun ketahunnya. Tema dan desain yang dibuat oleh sekolah Negeri Mukti adalah pink, merah api dan juga orange seperti senja.
Sara : “Sepertinya festival kali ini akan sangat mempengaruhi seluruh sekolah."
Sara yang melihat anak-anak lain menikmati setiap permainan yang diberikan. Dan juga wahana yang seram seperti rumah hantu couple me and you. Atau pun tempat istirahat yang didesain untuk anak-anak muda yang sedang mesra-mesranya ataupun anak-anak remaja bersama dengan teman ataupun sahabat mereka.