The Martial Spirit Of The King

The Martial Spirit Of The King
kesedihan yang mendalam



episode 08 Kembali ke Desa


Di depan gerbang ibu kota terlihat 3 orang sedang mengendarai 2 ekor kuda langkah kuda itu terlihat sangat lamba, ke 3 orang itu seperti sedang melihat pemandangan di ibukota, tapi yang anehnya wajah ke 3 nya sangat pucat apalagi seorang pemuda yang ada di depan seorang pria paruh baya tersebut wajahnya sangat pucat sekali dan terlihat matanya yang bengkak, bagaimana tidak perjalanan yang biasa di tempuh dalam waktu 1 bulan tapi ini hanya 3 minggu mereka tempuh. penjaga gerbang mengenali mereka tapi penjaga gerbang itu membiarkan mereka masuk begitu saja karena mereka tau itu adalah orang dari keluarga Su penjaga itu enggan menghentikan mereka karena kemalangan yang terjadi di keluarga Su.


setelah mereka ber 3 sampai di gerbang kediaman keluarga Su kuda mereka langsung terjatuh, Su tian yang melihat gerbang keluarga langsung membuka gerbang itu dan melihat banyak bangunan yang sudah hancur, Su tian terus berlari ke kediaman untuk menemui orang tuanya dia melihat kediamannya yang seperti terkena badai, Su tian yang melihat reruntuhan rumahnya yang agak besar dia berusaha mengangkatnya sambil berteriak berkata


,, " ayah ibu aku datang sambil berteriak dan meraung berharap orang tuanya ada di bawah bongkahan rumah tersebut dan masih hidup, walaupun bongkahan yang diangkat Su tian tidak bergerak sama sekali tapi Su tian tidak menyerah dia berusaha sekuat tenaganya,


Su tian menoleh kebelakang dan melihat paman mo dan paman hong dan berkata


,, " paman apa yang kalian lakukan cepat bantu aku menyelamatkan orang tuaku sambil menangis tersedu-sedu,


paman mo dan paman hong hanya tertunduk dan terdiam mendengar Su tian menyuruh mereka beberapa kali untuk membantunya, mereka pun tidak bisa lagi menahan air mata mereka melihat tuan muda mereka yang memohon kepada mereka, akhirnya setelah beberapa saat Su tian jatuh pingsan, paman mo dan paman hong membawanya ke penginapan.


Di penginapan di suatu kamar terlihat Su tian lagi terbaring pingsan, saudara hong kita harus sesegera mungkin meninggalkan ibukota aku takut ada orang yang mengincar tuan muda paman mo berkata sambil melihat Su tian yang sedang terbaring, saudara hong kau kumpulkan keluarga kita dan kumpulkan mereka di dekat gerbang kota aku akan mencari informasi apa yang sebenarnya terjadi kenapa keluarga Su di serang dan paman mo menyerahkan sekantung koin perak untuk memberi beberapa kereta kuda untuk keluarga mereka, paman hong yang menerima sekantung koin tersebut mengangguk dan pergi, paman mo mengecek kondisi Su tian dan bergumam sendiri tuan muda sepertinya hanya kelelahan mudah-mudahan tidak ada hal yang buruk dalam diri tuan muda paman mo langsung menghilang dari kamar.


paman mo dan paman hong adalah pengawal bayaran keluarga Su mereka telah lama bekerja dengan keluarga Su, paman mo adalah teman Su feng ayah Su tian sewaktu di sekte, setelah paman mo dan Su feng di keluarkan dari sekte karena bakat mereka ber 2 buruk tapi paman mo lebih baik dari Su feng, Su feng menawarkan paman mo untuk bekerja dengan keluarga Su menjadi pengawal, paman mo menerima nya tapi paman mo tidak ingin tinggal di kediaman keluarga Su karena Su feng terlalu baik kepadanya dan menganggapnya seperti saudara sendiri, paman mo takut ada pengawal yang iri kepadanya jadi dia tinggal di luar agak jauh dari kediaman keluarga Su sama dengan paman hong


,, " saudara mo kita akan pergi kemana, ucap paman hong sambil mengemudikan kereta kuda,


paman mo yang membawa kereta kuda juga menoleh kearah paman hong dan menjawab


,, " kita akan kembali ke desa mao xian, di sana ada kediaman yang bisa kita tempati dan kita juga mengenal Pemimpin Desanya kita bisa minta perlindungannya. ucap paman mo sambil mengemudikan kereta kudanya juga


sudah 5 hari Su tian yang pingsan akhirnya bangun dia duduk diam menatap kosong ke depan, paman mo yang merasa ada pergerakan di dalam keretanya, paman mo segera melihat kedalam kereta dia melihat Su tian dia hanya menghela nafas tidak tau harus berbuat apa untuknya, dan dia pun kembali mengemudikan kereta kudanya.


- Maaf bila ada kata dan tulisan yang salah -


- Terima kasih -


- Semoga bisa menghibur -