
episode 10 Berkeliling Desa
Setelah Su tian yang tersadar dari syoknya kini keadaannya mulai membaik dan sudah sebulan berlalu kesedihan yang dia rasakannya sudah mulai berkurang, dan seperti biasanya di pagi hari Su tian berlatih dan setelah sarapan Su tian membantu paman mo dan paman hong melayani pelanggan yang datang di rumah makan karena selalu ramai pengunjung ada juga beberapa tamu yang menginap, dan di malam hari Su tian duduk di tempat tidur dengan sikap lotus untuk menenangkan pikirannya setelah dua batang Su tian berbaring dan tidur.
Sudah enam bulan berlalu Su tian terus melakukan rutinitas nya setiap hari.
Suatu saat di sore hari terlihat rumah makan yang sedang ramai pengunjung paman mo dan paman hong sedang di sibukkan oleh para pelanggan, dan terlihat tiga orang wanita sedang berjalan memasuki rumah makan salah satu dari mereka membawa pedang walaupun dia memiliki cincin ruang tapi dia tetap memegang pedangnya agar terhindar dari masalah yang tidak di perlukan,
Su tian yang melihat ketiga wanita itu yang tidak duduk di meja makan dia pun menghampiri mereka sambil sedikit tertunduk Su tian berkata
,, " Nona ada yang bisa saya bantu, ucap Su tian sambil menundukkan kepalanya
salah satu dari ketiga wanita itu pun berkata
,, " pelayanan apa ada tiga kamar lagi yang tersisa, kami ingin menginap untuk malam ini, ucap salah satu dari ke 3 wanita itu
Su tian yang mendengar perkataan ke 3 wanita itu berkata
,, " masih ada nona, ucap Su tian yang menjawab tapi masih agak tertunduk
salah satu dari ketiga wanita itu yang berada di tengah melihat Su tian tidak menatap wajah mereka, wanita itu merasa Su tian sedang menatap dadanya walupun memang itu agak besar dari dua wanita lainnya, wanita itu merasa kesal dan marah tangan wanita itu melayang kearah wajah Su tian sambil berteriak dan berkata
,," Dasar kau bajingan mesum, ucap wanita itu sambil mengayunkan tangannya itu dan mendarat di wajah Su tian, terdengar suara plaakk, dari tangan wanita itu yang bertabrakan dengan wajah Su tian
Su tian tidak bisa menghindarinya karena di orang biasa, dia langsung jatuh tersungkur mengeluarkan darah dari sudut bibirnya dan pipi sebelah kirinya terasa panas, para pengunjung sontak melihat kearah wanita itu dan melihat seorang pria muda tersungkur dilantai salah satu pengunjung berkata
wanita itu menatap pengunjung yang tertawa sambil mengeluarkan auranya, pengunjung itu langsung terdiam, paman mo dan paman hong menghampiri Su tian dan melihat kondisinya ternyata Su tian baik-baik saja, paman mo mendekati ketiga wanita itu dan berkata
,," Nona muda tolong maafkan tuan muda kami sebagai kompensasi kami akan menggratiskan pelayanan penginapan, ucap paman mo kepada ke 3 wanita itu
wanita itu melihat kultivasi paman mo dan paman hong sama seperti mereka, wanita itu tidak mau memperpanjang masalahnya lagi, wanita itu berkata
,, " baik karena aku sedang bermurah hati aku akan menerimanya tawaranmu, siapkan tiga kamar dan bawakan makanan yang enak-enak untuk tiga orang, ucap salah satu dari ke 3 wanita itu,
dan mereka berjalan mengikuti Paman mo yang sedang berjalan mengantar ke kamar mereka.
Di dalam ruangan Su tian dan paman hong sedang mengobrol,
,, " tuan muda bukan kami tidak bisa membalas perbuatan mereka, tapi kultivasi mereka setara dengan kami dan mereka masih muda pasti ada orang kuat di belakangnya, tuan muda mohon maafkan kami, ucap paman hong yang tidak bisa melindungi tuan mudanya dengan rasa malu
Su tian mengangguk dia tidak ingin membuat masalah untuk kedua pamannya itu. Sudah tiga hari berlalu paman mo dan paman hong melarang Su tian membatu mereka bekerja, di siang hari Su tian yang merasa bosan pun dia meminta izin kepada kedua paman nya itu untuk berkeliling di desa, sudah lama Su tian berada di desa tapi dia belum tau keadaan desa itu, kedua pamannya itu mengijinkannya tapi jangan terlalu lama.
- Maaf bila ada kata dan tulisan yang salah -
-Terima kasih -
- Semoga bisa menghibur -